SOLUSI UNTUK MENYATUKAN PERPECAHAN DIANTARA UMAT ISLAM

SOLUSI UNTUK MENYATUKAN PERPECAHAN DIANTARA UMAT ISLAM
.
Setiap kaum muslimin pasti mengharapkan persatuan diantara umat Islam bukan perpecahan. Karena perpecahan itu merugikan dan menghilangkan kekuatan kaum muslimin.
.
Walaupun persatuan umat Islam seolah-olah sulit di bangun, mengingat fakta banyaknya faham dan golongan yang berbeda satu sama lain, dan masing-masing golongan membanggakan kelompoknya juga diantara masing-masing kelompok saling berselisih bahkan bermusuhan. Namun bukan suatu yang mustahil persatuan diantara umat Islam bisa di bangun, karena Islam sudah memberikan petunjuk supaya kaum muslimin bersatu tidak berpecah belah.
.
Berikut beberapa hal yang bisa menyatukan kaum muslimin :
.
1. Berpegang Dengan Tali Allah (Al-Qur’an)
.
Allah Ta’ala berfirman :
.
واعتصموا بحبل الله جميعا ولا تفرقوا
.
“Berpeganglah kalian semua pada tali (agama) Allah dan janganlah kalian berpecah belah”. (Q.S. Ali Imron: 103).
.
Dalam ayat di atas, Allah melarang kita untuk bercerai-berai. Namun dalam ayat itu sebelumnya Allah memerintahkan kita untuk berpegang teguh dengan tali Allah terlebih dahulu.
.
Tali Allah yang di maksud dalam ayat di atas adalah Al-Qur’an. Sebagaimana di sebutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya :
.
كتاب الله حبل ممدود من السماء إلى الأرض
.
“Kitab Allah (Al-Qur’an) adalah tali Allah yang diturunkan dari langit ke bumi”. (Sunan Tirmidzi, 3788).
.
Semua umat Islam mengimani bahwa Al-Qur’an adalah pedoman dalam segala urusan. Termasuk pedoman untuk menyatukan umat Islam ketika berselisih. Maka apabila umat Islam berselisih hendaknya kembali kepada petunjuk Al-Qur’an (Kitab Allah).
.
Allah Ta’ala berfirman :
.
وَمَا اخْتَلَفْتُمْ فِيهِ مِنْ شَيْءٍ فَحُكْمُهُ إِلَى اللَّهِ
.
“Tentang sesuatu yang kalian perselisihkan maka kembalikan putusannya kepada Allah”. (QS. Asy Syura: 10).
.
Maksudnya, manakala kalian berselisih dalam urusan apa pun. Hal ini mengandung pengertian yang menyeluruh mencakup segala sesuatu. (Tafsi Ibnu Katsir QS. Asy Syura: 10).
.
Jalan menuju persatuan bisa terwujud hanya dengan mengikuti petunjuk Allah Ta’ala. Dan barangsiapa yang tidak mau mengikuti petunjuk-Nya, maka Allah Ta’ala akan menimbulkan permusuhan.
.
Allah Ta’ala berfirman :
.
وألقينا بينهم العداوة والبغضاء إلى يوم القيامة
.
“Dan Kami timbulkan permusuhan dan kebencian diantara mereka sampai hari kiamat”. (Q.S. Maidah: 64).
.
Ayat di atas di tujukan kepada orang-orang Yahudi, namun hakekatnya di tujukan kepada siapapun yang tidak mau mengikuti petunjuk Allah Ta’ala.
.
2. Berpegang Teguh Kepada Al-Jama’ah
.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
.
عليكم بالجماعة وإياكم والفرقة
.
“(Berpegang teguhlah) kalian dengan Al-Jama’ah dan menjauhlah dari perpecahan”. (H.R Imam At-Tirmidzi dalam sunannya pada kitabul fitan).
.
Apa yang dimaksud Al-Jama’ah ?
.
Al-Jama’ah secara bahasa berasal dari kata Al-Jama’ yang mengandung makna : “Menyatukan sesuatu yang terpecah”. Maka kata jama’ah adalah lawan kata dari perpecahan.
.
Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Fatawa 2/157 : “Dan mereka di namakan Ahlul Jama’ah karena Al-Jama’ah adalah persatuan dan lawannya adalah perpecahan”.
.
Adapun makna Al-Jama’ah menurut syar’iat adalah, “Yang mencocoki kebenaran walaupun sendirian”.
.
Berkata ‘Abdullah bin Mas’ud tentang Al-Jama’ah :
.
الْجَمَاعَةُ مَا وَافَقَ الْحَقَّ وَإِنْ كُنْتَ وَحْدَك
.
“Al-Jama’ah adalah apa yang mencocoki kebenaran walaupun engkau sendiri”.
.
3. Fahami Al-Qur’an Dengan Pemahaman Para Sahabat
.
Dalam sebuah kisah disebutkan. Pada satu hari, Umar bin Al Khaththab Radhiyallahu ‘anhu menyendiri. Dia berkata dalam hatinya, mengapakah umat ini saling berselisih, sementara Nabi mereka satu ? Lalu ia memanggil Abdullah bin Abbas Radhiyallahu anhu. Umar bertanya kepadanya : “Mengapa umat ini saling berselisih, sementara Nabi mereka satu. Kiblat mereka juga satu dan Kitab suci mereka juga satu ?” Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu menjawab, “Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya Al-Qur’an itu di turunkan kepada kita. Kita membacanya dan mengetahui maksudnya. Lalu datanglah sejumlah kaum yang membaca Al Qur’an, namun mereka tidak mengerti maksudnya. Maka setiap kaum punya pendapat masing-masing. Jika demikian realitanya, maka wajarlah mereka saling berselisih. Dan jika telah saling berselisih, mereka akan saling menumpahkan darah”. (kitab Al I’tisham, karya Asy Syathibi, [II/691]).
.
Al-Qur’an turun di masa Nabi ketika beliau hidup di tengah-tengah para Sahabatnya yang mulia. Oleh karena itu, para Sahabatlah yang paling mengerti makna Al-Qur’an, karena merekalah yang mendengar langsung bimbingan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka apabila memaknai Al-Qur’an tidak sesuai dengan pemahaman para Sahabat timbullah perselisihan dan perpecahan bahkan sampai berujung permusuhan.
.
Itulah tiga perkara yang dapat menyatukan umat Islam. Apabila umat Islam tidak berpegang teguh kepada tiga perkara yang sudah di sebutkan di atas, yaitu Tali Allah (Al-Qur’an) dan tidak berpegang kepada Jama’ah juga tidak memahami Al-Qur’an sebagaimana para Sahabat, maka perpecahan yang akan timbul diantara umat Islam sepanjang masa.
.
.
با رك الله فيكم
.
By : Дδµ$ $@ŋţ๏$ą $๏๓ąŋţяί
.
https://agussantosa39.wordpress.com/category/04-bidah/02-memahami-bidah/
.
.
————————

Iklan