PERSATUAN YANG SESUNGGUHNYA

PERSATUAN YANG SESUNGGUHNYA

HARI GINI MASIH BAHAS BID’AH, KUNO, ORANG KAFIR SUDAH KEBULAN, ZIONIS DAN SALIBIS MENGANCAM !

Kadangkala mendapatkan celotehan, kenapa masih saling menyalahkan amalan sesama muslim. Kita harus merapatkan barisan bukan saling hantam. Kita lupakan perbeda’an dan kita cari sisi persama’an.

Musuh kita semakin kuat ! !

Zionis, salibis dan antek-anteknya semakin mengancam menunjukkan kekuatannya didepan mata kita. Kenapa umat Islam masih terus ribut saling membid’ahkan saling menyesatkan ! !

Begitu kira-kira celotehan sebagian orang, entah orang awam atau orang yang terusik keyakinannya.

• PERSATUAN ADALAH IDAMAN

Persatuan adalah damba’an umat Islam sepanjang masa. Tapi persatuan yang hakiki, bukan persatuan semu. Persatuan yang dibangun diatas bimbingan dan petunjuk Allah Ta’ala dan Rasul-Nya. Bukan persatuan syubhat perangkap dan jerat syetan.

Persatuan yang benar menurut Islam. Persatuan yang jelas arahnya. Bukan persatuan menuju jurang kebinasa’an.

Kita bukanlah penyeru persatuan. Tapi tidak faham penyebab runtuhnya bangunan Islam. Kita bukan penyeru persatuan tapi tidak faham dengan konsep apa kita bisa bersatu dan kuat.

Bagaimana Umat Islam bisa bersatu kalau kita membiarkan tumbuh suburnya firqah-firqah yang saling membanggakan firqahnya masing-masing.

Bagaimana Umat Islam bisa bersatu, kalau kita membiarkan bid’ah merajalela.

Bukankah bid’ah itu pemecah belah persatuan !

Imam Asy-Syatibi rahimahullaahu ta’ala berkata : “Semua bukti dan dalil ini menunjukan bahwa munculnya perpecahan dan permusuhan adalah ketika munculnya kebid’ahan.” (Al- I’tisham,I/157).

Bagaimana Umat Islam bisa bersatu, kalau kita membiarkan umat menyelisihi sunnah ! !

Padahal dengan ittiba’ kepada Sunnah kita bisa bersatu.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullaahu ta’ala berkata : “Bid’ah itu identik dengan perpecahan, sebagaimana sunnah identik dengan persatuan.” (al-Istiqamah, I/42).

Berjama’ah lah, karena dengan berjama’ah kita bisa kuat.

Al Hafidz Ibnu Katsir rahimahullah berkata : “Dia (Allah) memerintahkan mereka (umat Islam) untuk berjama’ah dan melarang perpecahan“. [Tafsir Al Qur’anil ‘Azhim, surat Ali Imran: 103.]

Jama’ah yang dimaksud adalah :

مَا وَافَقَ الْحَقَّ وَإِنْ كُنْتَ وَحْدَك

“Apa-apa yang mencocoki kebenaran walaupun engkau sendiri”. (Abdullah bin Mas’ud).

Al Qurthubi berkata : ”Karena sesungguhnya perpecahan merupakan kebinasa’an dan al jama’ah (persatuan) merupakan keselamatan.” [Al Jami’ Li Ahkamil Qur’an 4/159].

Ikutilah para Sahabat sebagai generasi terbaik umat. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

خَيْرَ أُمَّتِي قَرْنِي ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ

“Sebaik-baik umatku adalah pada masaku (para Sahabat)”. (Shahih Al-Bukhari, no. 3650).

Para Sahabat yang paling faham tentang Islam. Meninggalkan mereka, maka akan muncul berbagai pertikaian.

Allah Ta’ala berfirman :

فَإِنْ آمَنُوا بِمِثْلِ مَا آمَنْتُمْ بِهِ فَقَدِ اهْتَدَوْا وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا هُمْ فِي شِقَاقٍ

“Jika mereka beriman seperti keimanan yang kalian miliki, maka sungguh mereka telah mendapat petunjuk dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam perpecahan”. (QS al-Baqarah: 137).

Raih dan genggam kuat tali Allah, jika ingin selamat dan tidak ada perpecahan.

Allah Ta’ala berfirman :

وَاِعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللهِ

“Berpeganglah kalian semua pada tali Allah . .” (Q.S. Ali Imron: 103).

Apa yang dimaksud dengan tali Allah ?

Yang dimaksud dengan tali Allah adalah Al-Qur’an.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

كِتَابُ اللهِ حَبْلٌ مَمْدُودٌ مِنْ السَّمَاءِ إِلَى الأَرْضِ

“Kitab Allah (Al-Qur’an) adalah tali Allah yang diturunkan dari langit ke bumi”. (Sunan Tirmidzi, 3788).

Fahami Al-Qur’an mengikuti pemahaman para Sahabat, karena para Sahabat yang menyertai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika wahyu turun. Para Sahabatlah yang paling memahami makna dari Al-Qur’an. Apabila kita menghendaki beragama dengan benar hendaknya kita maknai Al-Qur’an sebagaimana yang difahami oleh para Sahabat Radhiyallahu ‘anhum.

Itulah konsep kita bila ingin bersatu !

Persatuan yang sesungguhnya, bukan persatuan yang menipu.

Memperingatkan umat untuk meninggalkan bid’ah menyeru ittiba’ kepada sunnah, itulah sesungguhnya yang menyeru kepada persatuan.

Adapun mereka yang membiarkan bid’ah merajalela, toleran dengan kesesatan. Maka hakekatnya mereka tidak menghendaki Umat Islam bersatu.

برك الله فيكم

Agus Santosa Somantri

https://agussantosa39.wordpress.com/category/06-syubuhat/17-sahabat-utsman-membuat-bidah/

===========================