ALLAH MELARANG PERPECAHAN

ALLAH TA’ALA MELARANG PERPECAHAN

Perpecahan ditengah-tengah umat Islam sungguh sangat disesalkan, dan kenyata’an ini (perpecahan) menyelisihi prinsip Islam yaitu pentingnya persatuan.

Perpecahan diantara umat Islam yang menjadikan umat saling bermusuhan, sungguh meruntuhkan persatuan dan melemahkan kekuatan kaum muslimin dan juga menodai kehormatan agama Islam sebagai agama yang mulia, agama yang menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dan persaudara’an.

Perpecahan di tengah-tengah kaum muslimin sudah bukan menjadi rahasia lagi. Perpecahan bukan saja dikalangan awam tapi juga dikalangan orang-orang alimnya.

Perpecahan nampak nyata baik dalam bentuk bentrokan fisik maupun dalam bentuk perang adu argumentasi di kalangan para tokohnya.

Dampak buruk dari perpecahan adalah sikap apatis umat untuk mendalami agama islam, atau mereka tidak tertarik untuk memasukkan anak-anaknya ke sekolah-sekolah berbasis agama, karena mereka melihat perselisihan yang sengit diantara para tokoh agama yang seharusnya bisa dijadikan panutan. Dan mereka tidak ingin anak-anaknya terlibat dalam perselisihan.

Dampak buruk lainnya adalah, umat Islam menjadi lemah karena hilangnya rasa persaudara’an diantara kaum muslimin. Padahal umat Islam menghadapi berbagai macam problamatika sosial.

Dampak buruk lainya lagi adalah, lemahnya kaum muslim dalam menghadapi makar musuh-musuh Islam yang selalu membuat makar untuk menghancurkan Islam dan umatnya.

Kalau sudah seperti itu, siapa yang dirugikan ?

Tentu saja agama Islam itu sendiri dan umatnya.

Karena perpecahan diantara umat Islam itu merugikan, maka umat Islam semestinya segera sadar akan ruginya akibat dari perpecahan. Bukankah perpecahan itu dilarang oleh Allah Ta’ala, sebagaimana firmannya :

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُوا

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, . .” (QS Ali Imran: 103).

Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata : “Dia (Allah) memerintahkan mereka (umat Islam) untuk berjama’ah dan melarang perpecahan. Dan telah datang banyak hadits, yang (berisi) larangan perpecahan dan perintah persatuan“. (Tafsir Al Qur’anil ‘Azhim, surat Ali Imran: 103).

Imam Al Qurthubi berkata tentang tafsir ayat ini : “Sesungguhnya Allah Ta’ala memerintahkan persatuan dan melarang dari perpecahan. Karena sesungguhnya perpecahan merupakan kebinasa’an dan al jama’ah (persatuan) merupakan keselamatan”. (Al Jami’ Li Ahkamil Qur’an 4/159).

Beliau juga mengatakan : “Boleh juga maknanya, janganlah kamu berpecah-belah karena mengikuti hawa nafsu dan tujuan-tujuan yang bermacam-macam. Jadilah kamu saudara-saudara di dalam agama Allah, sehingga hal itu menghalangi dari (sikap) saling memutuskan dan membelakangi”. (Al Jami’ Li Ahkamil Qur’an 4/159).

Imam Asy-Syaukani berkata tentang tafsir ayat ini : “Allah memerintahkan mereka bersatu di atas landasan agama Islam, atau kepada Al Qur’an. Dan melarang mereka dari perpecahan yang muncul akibat perselisihan di dalam agama”. (Fahul Qadir 1/367).

Tidaklah Allah Ta’ala melarang umat-Nya berpecah belah, kalau tidak perpecahan itu berdampak buruk terhadap Islam sebagai agama yang sempurna dan umat Islam sebagai penganutnya.

با رك الله فيكم

Дδµ$ $@ŋţ๏$ą $๏๓ąŋţяί

Silahkan di share semua tulisan yang ada blog ini dengan syarat selalu mencantumkan linknya.

https://agussantosa39.wordpress.com/category/04-bidah/02-memahami-bidah/

___________________

Iklan