NASIHAT EMAS IMAM SYAFI’I KEPADA MURIDNYA YUNUS BIN ABDIL A’LA

NASIHAT EMAS IMAM SYAFI’I KEPADA MURIDNYA YUNUS BIN ABDIL A’LA

يروى أن يونس بن عبد اﻷعلى – أحد طلاب اﻹمام الشافعي – اختلف مع اﻹمام محمد بن إدريس الشافعي في مسألة أثناء إلقائه درساً في المسجد. فقام يونس غاضباً وترك الدرس وذهب إلى بيته !!!

Diriwayatkan bahwa Yunus bin Abdi Al-‘Ala, berselisih pendapat dengan sang guru, yaitu Al-Imam Muhammad bin Idris As-Syafi’i (Imam Asy Syafi’i) sa’at beliau mengajar di Masjid. Hal ini membuat Yunus bangkit dan meninggalkan majelis itu dalam keada’an marah..

فلما أقبل الليل، سمع يونس صوتَ طرقٍ على باب منزله !!
فقال يونس: مَنْ بالباب ؟
قال الطارق: محمد بن إدريس
قال يونس: فتفكرتُ في كل مَنْ كان اسمه محمد بن إدريس إلا الشافعي !!! قال: فلما فتحتُ الباب، فوجئتُ به !!!

Kala malam menjelang, Yunus mendengar pintu rumahnya diketuk … Ia berkata : “Siapa di pintu..?”
Orang yang mengetuk menjawab : “Muhammad bin Idris.” Seketika Yunus berusaha untuk mengingat semua orang yang ia kenal dengan nama itu, hingga ia yakin tidak ada siapapun yang bernama Muhammad bin Idris yang ia kenal, kecuali Imam Asy Syafi’i..
Saat ia membuka pintu, ia sangat terkejut dengan kedatangan sang guru besar, yaitu Imam Syafi’i..

فقال اﻹمام الشافعي: يا يونس تجمعنا مئاتُ المسائل، أتُفرّقُنا مسألة ؟ فلا تحاول الانتصار في كل الاختلافات .. فكثيراً ما يكون كسبُ القلوب أوْلى من كسب المواقف، و لا تهدم جسوراً بنيْتَها و عبرتَ عليها، فربما تحتاجها للعودة يوماً ما !!!.

Imam Syafi’i berkata : “Wahai Yunus, selama ini kita disatukan dalam ratusan masalah, apakah karena satu masalah saja kita harus berpisah..?, Janganlah engkau berusaha untuk menjadi pemenang dalam setiap perbeda’an pendapat… Terkadang, meraih hati orang lain itu lebih utama daripada meraih kemenangan atasnya. Jangan pula engkau hancurkan jembatan yang telah kau bangun dan kau lewati di atasnya berulang kali, karena boleh jadi, kelak satu hari nanti engkau akan membutuhkannya kembali..”

حاول دوماً أن تكره الخطأ، و لا تكرهْ المخطئ، كنْ باغضاً للمعصية، و سامح العاصي،
انتقد القولَ، و لكن احترم قائله،
فمهمّتُنا في الحياة أن نقضي على الأمراض، لا على المرضى !!!

“Berusahalah dalam hidup ini agar engkau selalu membenci perilaku orang yang salah, tetapi jangan pernah engkau membenci orang yang melakukan kesalahan itu. Engkau harus marah sa’at melihat kemaksiatan, tapi berlapang dadalah atas para pelaku kemaksiatan. Engkau boleh mengkritik pendapat yang berbeda, namun tetap menghormati terhadap orang yang berbeda pendapat. Karena tugas kita dalam kehidupan ini adalah menghilangkan penyakit, dan bukan membunuh orang yang sakit..”

فإذا أتاك المعتذر … فاصفح، و إنْ جاءك المهمومُ … فأنصتْ له، وإنْ قصَدَك المحتاج … فأعطه مما أعطاك الله، و إذا أتاك الناصح … فاشكره، و حتى لو حصدتَ شوكاً يوماً ما، فكنْ للورد زارعاً ولا تتردد، فالجزاء عند الودودالكريم أجزل من جزاء البشر !!!

Maka apabila ada orang yang datang meminta ma’af kepadamu, maka segera maafkan… Apabila ada orang yang tertimpa kesedihan, maka dengarkanlah keluhannya… Apabila datang orang yang membutuhkan, maka penuhilah kebutuhannya sesuai dengan apa yang Allah berikan kepadamu.. Apabila datang orang yang menasehatimu, maka berterimakasihlah atas nasehat yang ia sampaikan kepadamu.. Bahkan seandainya satu hari nanti engkau hanya menuai duri, tetaplah engkau untuk senantiasa menanam bunga mawar… Karena sesungguhnya balasan yang di janjikan oleh Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Dermawan jauh lebih baik dari balasan apapun yang mampu diberikan oleh manusia..”

by Group Kajian WA Manhaj Salaf.

_____________

Iklan