HIDAYAH MILIK ALLAH TA’ALA

SESUNGGUHNYA HIDAYAH MILIK ALLAH TA’ALA
.
Tidak ada anugerah yang paling besar yang Allah Ta’ala berikan kepada manusia selain daripada hidayah. Apalah artinya harta melimpah, rupa yang menawan, pangkat atau jabatan yang tinggi tapi hidup jauh dari hidayah. Karena jauh dari hidayah maka semua itu hanya akan mendatangkan kehina’an.
.
Dengan hidayah manusia akan bisa membedakan antara keta’atan dengan kemaksiatan. Dengan hidayah manusia akan mengetahui mana tauhid mana syirik, mana sunnah mana bid’ah.
.
Karena hidayahlah manusia memilih dan menempuh jalan yang lurus diantara sekian banyak jalan berliku yang menjerumuskan kedalam jurang kebinasa’an.
.
Karena hidayah kita bisa beribadah, shalat, puasa, berinfak, berkurban, berilmu dan banyak lagi. Tanpa hidayah mustahil semua itu akan kita lakukan. Karena hidayah kita bisa merasakan manisnya iman dan Islam.
.
Sungguh kebinasa’an orang-orang terdahulu mereka yang menentang para Nabi dan Rasul. Karena jauhnya hidayah sehingga mereka tersesat. Manusia sungguh diliputi kegelapan apabila tanpa ada petunjuk yang membimbing ke arah mana harus melangkah.
.
Dalam sebuah hadis qudsi Allah Ta’ala berfirman,
.
يَا عِبَادِى كُلُّكُمْ ضَالٌّ إِلاَّ مَنْ هَدَيْتُهُ فَاسْتَهْدُونِى أَهْدِكُمْ
.
“Wahai sekalian hamba-Ku, kalian semua berada dalam kesesatan kecuali yang Kuberi petunjuk, maka mintalah petunjuk kepada-Ku, niscaya akan Kuberi petunjuk.” (HR. Muslim no. 6737).
.
Karena pentingnya hidayah dalam hidup kita, maka sebanyak tujuh belas kali dalam sehari di setiap raka’at shalat, kita memohon petunjuk Allah Ta’ala.
.
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
.
“Tunjukilah kami jalan yang lurus.” (QS. Al-Fatihah: 6).
.
Hidayah (petunjuk) merupakan satu-satunya jalan untuk meraih keselamatan. Sebagaimana yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam katakan di dalam suratnya yang ditujukan kepada Heraklius penguasa Romawi.
.
بِسْمِ الله ِالرَّحْمَنِ الرَّحِيمُ
مِنْ مُحَمَّدٍ عَبْد الله وَرَسُولِهِ إِلَى هِرَقْلَ السُّلُطَان الرُّومَانِيَّةِ، وَسَلَامَةٌ وَالَّتِي تَتْبَعُ هِيَ للإِرْشَادٌ
.
”Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Dari Muhammad hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya kepada Heraklius penguasa Romawi, keselamatan hanyalah untuk yang mengikuti hidayah”. (HR. al-Bukhari no. 7 dan Muslim no. 1773).
.
• Atas kehendak Allah Ta’ala kita di atas hidayah
.
Jangan pernah kita merasa, bahwa hidayah yang sudah kita miliki semata-mata usaha kita. Ketahuilah bahwa kehendak Allah Ta’ala lah yang menjadikan kita berjalan diatas petunjuk-Nya. Maka segala puji bagi Allah atas nikmat hidayah-Nya.
.
• Sampaikan hidayah dan bersabar dalam menyampaikannya
.
Karena hidayah adalah anugrah teragung yang menjadikan manusia selamat dari pekatnya kesesatan. Maka tentu saja kita menginginkan siapapun mendapatkan hidayah, terlebih lagi orang-orang yang kita cintai. Akan tetapi menyampaikan hidayah bukan perkara mudah, dibutuhkan kesabaran.
.
Rintangan halangan dan tantangan silih berganti akan datang menghadang sebagai ujian. Dicemo’oh, dihinakan, dicaci maki, bahkan sampai diteror dan disakiti adalah sunnatullah yang harus dihadapi. Kita menginginkan hidayah menyapa orang-orang yang kita cintai. Tapi justru sebaliknya malah ditentang dan dimusuhi. Maka kesabaran harus menjadi bekal utama.
.
Kewajiban kita hanyalah menyampaikan. Adapun hidayah sepenuhnya kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala.
.
Kita mengetahui, Nabi Ibrahim ‘alaihis salam tidak dapat mengajak bapaknya untuk menerima hidayah. Nabi Nuh ‘alaihis salam tidak bisa mengajak anaknya. Nabi Luth ‘alaihis salam tidak mampuh menundukkan istrinya. Begitu pula Nabi Muhammad Shallallahu `alaihi wa sallam tidak dapat mengajak pamannya Abu Thalib menerima hidayah.
.
Selalu harus kita ingat firman Allah Ta’ala :
.
إِنَّكَ لا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
.
“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk”. (Q.S Al-Qashash: 56).
.
Tidak perlu bersedih hati, ketika kita menyampaikan hidayah malah justru ditentang dan dimusuhi. Ketahuilah bahwa Allah Ta’ala tidak akan menyia-nyiakan usaha kita. Jangan berputus asa untuk terus berusaha dan mendo’akan orang-orang yang kita cintai. Bukankah banyak orang-orang yang tadinya jauh dari hidayah tapi akhirnya jadi pembela kebenaran.
.
• Do’a diteguhkan dalam hidayah
.
Karena hidayah merupakan sarana untuk mencapai jalan keselamatan, maka jangan pernah kita bosan untuk berdo’a supaya Allah Ta’ala meneguhkan kita diatas petunjuknya.
.
Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam sering membaca do’a :
.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى
.
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon selalu dari-Mu hidayah, takwa, sikap ‘iffah, dan kekayaan.” (HR. Muslim no. 4898).
.
Semoga bermanfa’at, Walhamdulillah Rabbil ‘alamin
.
با رك الله فيكم
.
By: Дδµ$ $@ŋţ๏$ą $๏๓ąŋţяί
.
https://agussantosa39.wordpress.com/category/04-bidah/02-memahami-bidah/
.
.
___________

Iklan