MEMAHAMI ARTI MANHAJ, AQIDAH, SALAF DAN SALAFIYAH

MEMAHAMI ARTI MANHAJ, AQIDAH, SALAF DAN SALAFIYAH

Apa yang dimaksud dengan manhaj ?

Manhaj menurut bahasa artinya jalan yang jelas dan terang.

Kata manhaj diantaranya terdapat di dalam surat al-Maidah ayat, 48 sebagai berikut,

لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا

“…Untuk setiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang (minhaj) …” (QS. Al-Maa-idah: 48).

Ibnu Abbas dalam menafsirkan ayat tersebut berkata : “Maksudnya, jalan dan syari’at”. (Tafsiir Ibnu Katsiir (III/129) tahqiq Sami bin Muhammad as-Salamah, cet. IV Daar Thayyibah, th. 1428).

Sedangkan manhaj menurut istilah ialah, “Kaidah-kaidah dan ketentuan-ketentuan yang digunakan bagi setiap pembelajaran ilmiah, seperti kaidah-kaidah bahasa Arab, ushul aqidah, ushul fiqih, dan ushul tafsir di mana dengan ilmu-ilmu ini pembelajaran dalam Islam beserta pokok-pokoknya menjadi teratur dan benar”. (Al-Mukhtasharul Hatsiits fii bayaani Ushuuli Manhajis Salaf Ash-haabil Hadiits halaman 15).

Manhaj artinya jalan atau metode. Dan manhaj yang benar adalah jalan hidup yang lurus dan terang dalam beragama menurut pemahaman para sahabat Nabi.

PERBEDA’AN MANHAJ DAN AQIDAH

Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan menjelaskan perbeda’an antara aqidah dan manhaj, beliau berkata, “Manhaj lebih umum daripada aqidah. Manhaj diterapkan dalam aqidah, suluk, akhlak, muamalah, dan dalam semua kehidupan seorang muslim. Setiap langkah yang dilakukan seorang muslim dikatakan manhaj. Adapun yang dimaksud dengan aqidah adalah pokok iman, makna dua kalimat syahadat, dan konsekuensinya. Inilah aqidah”. (Al-Ajwibah al-Mufiidah ‘an As-ilati Manaahijil Jadiidah halaman 123).

ARTI SALAF

Apa yang dimaksud dengan salaf ?

Salaf menurut bahasa berasal dari kata salafa-yaslufu-salafan, artinya : “Telah lalu”.

Kata salaf juga bermakna : “Seseorang yang telah mendahului (terdahulu) dalam ilmu, iman, keutama’an dan kebaikan”.

Ibnu Manzhur mengatakan, “Salaf juga berarti orang yang mendahului kamu, baik dari bapak maupun orang-orang terdekat (kerabat) yang lebih tua umurnya dan lebih utama. Karena itu generasi pertama dari umat ini dari kalangan para Tabi’in disebut sebagai as-Salafush Shalih”. (Lisaanul ‘Arab, VI/331).

• Sebaik-baik salaf adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Rasulullah bersabda kepada anaknya Fathimah : “Sesungguhnya sebaik-baik salaf (pendahulu) bagimu adalah aku”. (HR. Muslim no. 2450).

SALAF MENURUT ISTILAH

Adapun menurut istilah, Salaf adalah sifat yang khusus dimutlakkan kepada para Sahabat Nabi. Ketika disebutkan Salaf maka yang dimaksud pertama kali adalah para Sahabat. Adapun selain mereka ikut serta dalam makna Salaf ini, yaitu orang-orang yang mengikuti mereka. Artinya, bila mereka mengikuti para Sahabat maka disebut Salafiyyin, yaitu orang-orang yang mengikuti Salafush Shalih. (Mulia dengan Manhaj Salaf halaman 15).

SALAF ADALAH NABI, PARA SAHABAT, TABI’IN DAN YANG MENGIKUTINYA.

Allah Ta’ala berfirman :

وَالسَّابِقُونَ الأوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dari Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik Allah rida kepada mereka dan menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya mereka kekal di dalammnya selama-lamanya, itulah kemenangan yang besar”.

Dalam ayat diatas Allah Ta’ala menyebutkan generasi pertama umat ini yaitu para Sahabat dari kalangan Muhajirin dan Anshar. Mereka adalah orang-orang yang diridhai Allah, dan mereka dijamin masuk surga. Dan orang-orang setelah mereka, yang mengikuti mereka dengan baik dalam aqidah, manhaj dan lainnya, maka mereka pun akan mendapatkan ridha Allah dan akan masuk surga.

– Imam al-Ghazali berkata ketika mendefenisikan salaf, “Yang saya maksud adalah madzhab Sahabat dan Tabi’in”. (Iljamul Awaam ‘An ‘Ilmil Kalaam, halaman 62).

– Al-Baijuri berkata, “Maksud dari orang-orang terdahulu (salaf) adalah orang-orang terdahulu dari kalangan para Nabi, para Sahabat, Tabi’in, dan para pengikutnya”. (Tuhfatul Muriid Syarah Jauharut Tauhiid).

Yang dimaksud dengan Salaf pertama kali adalah Sahabat karena Rasulullah telah menyebutkan, Sebaik-baik manusia adalah pada masaku ini (yaitu masa para Sahabat), kemudian yang sesudahnya (masa Tabi’in), kemudian yang sesudahnya (masa Tabi’ut Tabi’in)”. (HR. Al-Bukhari, no. 2652 dan Muslim 2533).

Berdasarkan keterangan di atas menjadi jelaslah bahwa kata salaf mutlak ditujukan untuk para sahabat Nabi dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. (Usus Manhaj Salaf fii Da’wati ilallah halaman 24).

Salaf adalah istilah yang sah. Istilah yang dipakai untuk orang-orang yang menjaga keselamatan aqidah dan manhaj menurut apa yang dilaksanakan Rasululllah dan para sahabatnya sebelum terjadi perselisihan dan perpecahan. (Bashaa-iru Dzawisy Syaraf halaman 21).

MAKNA SALAFIYYAH

Adapun salafiyyah, maka itu adalah nisbat kepada manhaj salaf, dan ini adalah penisbatan yang baik kepada manhaj yang benar, dan bukan suatu bid’ah dari madzhab yang baru.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah (wafat 728 H) mengatakan : “Bukanlah merupakan aib bagi orang yang menampakkan madzhab salaf dan menisbatkan diri kepadanya, bahkan wajib menerima yang demikian itu darinya berdasarkan kesepakatan (para ulama) karena madzhab salaf tidak lain kecuali kebenaran”. (Majmuu’ Fataawaa Syaikhil Islam Ibni Taimiyyah, IV/149).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah juga mengatakan : “Telah diketahui bahwa karakter ahlul ahwa’ (pengekor hawa nafsu) ialah meninggalkan atau tidak mengikuti salaf”. (Majmuu’ Fataawaa Syaikhil Islam Ibni Taimiyyah, IV/155).

Dirangkum dari tulisan Abu Aslam bin Syahmir Marbawi.

================

Iklan