ANTARA IKHTILAF YANG HARUS DI TOLERIR DAN YANG HARUS DI INGKARI

ANTARA IKHTILAF YANG HARUS DI TOLERIR DAN YANG HARUS DI INGKARI
.
Perbeda’an pendapat diantara umat Islam bukanlah hal baru. Semenjak zamannya para Sahabat, Tabi’i dan Tabiut Tabi’in begitu pula di masa para Ulama Salaf, perbeda’an pendapat sudah ada.
.
Banyak kitab yang ditulis para Ulama yang disusun khusus untuk membandingkan berbagai pendapat yang berbeda dengan mengkaji argumentasinya masing-masing.
.
Perlu diketahui bahwa setiap pendapat dari masing-masing pihak, ada pendapat yang harus di tolelir (di hormati), tapi ada pula pendapat yang harus di ingkari.
.
Contoh perbeda’an pendapat yang harus saling menghargai diantaranya : Cara turun ketika hendak sujud dalam sholat. Apakah tangan atau lutut terlebih dahulu, baca’an do’a iftitah, baca’an tasyahud, mengeraskan baca’an basmalah ketika shalat, atau tidak mengeraskannya, baca’an qunut subuh, jumlah takbir shalat jenazah dan takbir sholat ‘ied, jumlah shalat teraweh dan banyak lagi.
.
Berbeda pendapat dalam mas’alah-mas’alah yang di sebutkan di atas, diantara sesama Muslim tidak dibenarkan saling menjauhi dan saling bermusuhan. Karena masing-masing dari pendapat yang berbeda memiliki dalil yang sarih (jelas).
.
Dan bagi mereka yang mau mendiskusikan permas’alahan yang berbeda, maka harus memiliki pengetahuan yang cukup, mutaba’ah dan adab yang baik. Sehingga tidak mencederai ukhuwah Islamiyah.
.
Namun perlu di ketahui sikap menghargai (toleransi) hanyalah berlaku kepada pihak-pihak yang memiliki pendapat yang di akui oleh umat Islam sebagai bagian dari ikhtilaf dalam khazanah ke Islaman.
.
Dan sikap menghormati (toleransi) tidak berlaku kepada pihak-pihak yang memiliki pemahaman yang menyimpang atau ajaran yang sesat. Karena penyimpangan dan kesesatan bukan bagian dari Islam.
.
Kelompok, firqoh atau sekte-sekte sesat yang harus di ingkari diantaranya, Ahmadiyah yang mengakui adanya Nabi setelah Nabi Muhammad, Jahmiyah yang mengingkari Allah di atas ‘Arsy dan meyakini Allah ada di mana-mana, Khowarij yang mudah mengkafirkan umat Islam, Syi’ah rofidhoh yang menghujat dan mengkafirkan para Sahabat serta Ahli bid’ah lainnya yang gemar membuat-buat ajaran, acara atau amalan-amalan yang tidak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ajarkan.
.
Banyak aneka macam ajaran baru yang di buat-buat dalam urusan ibadah (bid’ah) yang di jajakan para pelaku bid’ah di tengah-tengah umat. Dan beragam ke bid’ahan tersebut harus di ingkari dan tidak boleh ada toleransi (menghormati) kepada mereka.
.
Banyak riwayat yang menunjukkan para Ulama mengingkari keberada’an sekte-sekte sesat dan menyingkap serta menampakakkan kepada umat penyimpangan dan kesesatan mereka. Juga para Ulama semenjak dahulu sampai hari ini mengingkari bid’ah-bid’ah yang merebak di tengah-tengah umat.
.
Bagi umat Islam yang ittiba’ kepada petunjuk Allah Ta’ala dan Rasul-Nya dan menapaki manhajnya para Sahabat, maka tidak akan pernah toleransi kepada Ahli bid’ah dan juga terhadap segala rupa bentuk ajaran bid’ah yang merebak di tengah-tengah umat Islam. Karena bid’ah mengotori kemurnian Islam dan meruntuhkan bangunan persaudara’an diantara umat Islam.
.
.
با رك الله فيكم
.
By : Дδµ$ $@ŋţ๏$ą $๏๓ąŋţяί
.
https://agussantosa39.wordpress.com/category/04-bidah/02-memahami-bidah/
.
.
———————

Iklan