JANGAN BERDEBAT DENGAN ORANG BODOH

.
JANGAN BERDEBAT DENGAN ORANG BODOH
.
Perdebatan sering terjadi diantara manusia, apakah di antara sesama teman sekolah, teman kerja, diantara tetangga, sesama teman organisasi, bahkan diantara sesama anggota keluarga. Perdebatan bukan saja terjadi di dunia nyata tapi juga di dunia maya.
.
Berdebat bukanlah perkara yang di larang dalam Islam. Banyak riwayat yang menyebutkan, para Ulama berdebat dengan para pengusung kesesatan. Seperti, Imam Al Auza’i yang berdebat dengan seorang pengikut aliran Qadariyyah dan Imam Abdul ‘Aziz Al Kinani dengan Bisyr bin Ghiyats Al-Marisi Al Muktazili pengikut faham Muktazilah.
.
Juga atsar para Sahabat yang berdebat dengan kelompok sempalan, seperti Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu yang berdebat dengan kelompok Khawarij.
.
Perdebatan di lakukan juga oleh para Nabi, sebagaimana perdebatan antara Nabi Nuh dengan kaumnya, Nabi Ibrahim dengan kaumnya, Nabi Musa dengan Fir’aun dan Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam berdebat dengan musyrikin Makkah, Nasrani Najran, dan Yahudi Madinah.
.
Perdebatan yang di lakukan para Nabi dan juga para Ulama, adalah dalam rangka menampakkan kebenaran dan menjelaskannya. Perdebatan dengan tujuan seperti inilah yang di perintahkan oleh Allah Ta’ala.
.
Allah Ta’ala berfirman :
.
ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ
.
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik”. (QS. An-Nahl: 125).
.
Walaupun perdebatan di benarkan dalam Islam, ada juga perdebatan yang tidak di benarkan. Diantaranya adalah berdebat dengan orang-orang bodoh. Sehingga para Ulama memperingatkan untuk tidak berdebat dengan mereka.
.
Berdebat dengan orang-orang bodoh tidak akan mendatangkan manfa’at, karena orang bodoh tujuan berdebat bukan untuk mencari kebenaran. Tapi untuk pembenaran untuk menang-menangan. Sehingga tidak heran kalau melihat orang bodoh menunjukkan prilaku buruk dalam berdebat.
.
Berdebat dengan orang-orang bodoh hanya akan menjadi debat kusir kesana kemari yang tidak akan ada ujungnya.
.
Berdebat dengan orang-orang bodoh hanya akan menjadikan waktu terbuang sia-sia. Berdebat dengan orang bodoh juga bisa kewalahan dengan pertanya’an-pertanya’an dan bantahan-bantahan bodohnya. Karena orang-orang bodoh memang tidak mengerti permasalahan yang sebenarnya.
.
Susahnya berdebat dengan orang bodoh bahkan di akui oleh Imam Syafi’i, padahal Imam Syafi’i di kenal luas ilmunya dan pandai berdebat.
.
Imam Syafi’i berkata : “Aku mampu berdebat dengan 10 orang yang berilmu, tapi aku pasti kalah dengan seorang yang bodoh, karena orang yang bodoh itu tidak pernah faham landasan ilmu”.
.
Imam Syafi’i juga berpesan untuk tidak berdebat dengan orang-orang bodoh.
.
Imam Syafi’i berkata :
.
ﺍﺫَﺍ ﻧﻄَﻖَ ﺍﻟﺴَّﻔِﻴْﻪُ ﻭَﺗُﺠِﻴْﺒُﻬُﻔَﺦٌﺮْﻳَ ﻣِﻦْ ﺍِﺟَﺎﺑَﺘِﻪِ ﺍﻟﺴُّﻜُﻮْﺕُ
.
“Apabila orang bodoh mengajak berdebat denganmu, maka sikap yang terbaik adalah diam, tidak menanggapi”
.
ﻓﺎِﻥْ ﻛَﻠِﻤَﺘَﻪُ ﻓَﺮَّﺟْﺖَ ﻋَﻨْﻬُﻮَﺍِﻥْ ﺧَﻠَّﻴْﺘُﻪُ ﻛَﻤَﺪًﺍ ﻳﻤُﻮْﺕُ
.
“Apabila kamu melayani, maka kamu akan susah sendiri. Dan bila kamu berteman dengannya, maka ia akan selalu menyakiti hati”.
.
ﻗﺎﻟُﻮْﺍ ﺳﻜَﺖَّ ﻭَﻗَﺪْ ﺧُﻮْﺻِﻤَﺖْ ﻗُﻠْﺖُ ﻟَﻬُﻤْﺎِﻥَّ ﺍﻟْﺠَﻮَﺍﺏَ ﻟِﺒَﺎﺏِ ﺍﻟﺸَّﺮِ ﻣِﻔْﺘَﺎﺡُ
.
“Apabila ada orang bertanya kepadaku, jika ditantang oleh musuh, apakah engkau diam ?, Jawabku kepadanya : Sesungguhnya untuk menangkal pintu-pintu kejahatan itu ada kuncinya”
.
ﻭﺍﻟﺼﻤْﺖُ ﻋَﻦْ ﺟَﺎﻫِﻞٍ ﺃَﻭْ ﺃَﺣْﻤَﻖٍ ﺷَﺮَﻓٌﻮَﻓِﻴْﻪِ ﺃَﻳْﻀًﺎ ﻟﺼﻮْﻥِ ﺍﻟْﻌِﺮْﺽِ ﺍِﺻْﻠَﺎﺡُ
.
“Sikap diam terhadap orang bodoh adalah suatu kemulia’an. Begitu pula diam untuk menjaga kehormatan adalah suatu kebaikan”.
.
Lalu Imam Syafi’i berkata :
.
أما تَرَى الأُسْدَ تُخْشى وهْي صَامِتة ٌ؟, ﻭﺍﻟﻜﻠﺐُ ﻳُﺨْﺴَﻰ ﻟﻌﻤْﺮِﻯْ ﻭَﻫُﻮَ ﻧَﺒَّﺎﺡُ
.
Apakah kamu tidak melihat bahwa seekor singa itu ditakuti lantaran ia pendiam ? Sedangkan seekor anjing dibuat permainan karena ia suka menggonggong ?
.
(Diwan As-Syafi’i, karya Yusuf Asy-Syekh Muhammad Al-Baqa’i).
.
Menghindari perdebatan dengan orang-orang bodoh adalah sikap yang benar dan merupakan sikap hidup dari orang-orang alim dan bijaksana.
.
Di ceritakan di negri Cina ada seorang guru yang sangat di hormati karena tegas, jujur dan bijaksana. Suatu hari dua orang muridnya menghadap. Setelah sebelumnya mereka bertengkar dan hampir saling baku hantam. Mereka berdua salah satunya termasuk murid yang pandai, sedangkan yang satunya adalah murid yang bodoh. Mereka berdua memperdebatkan tentang jumlah dari hitungan 3×7. Muridnya yang pandai mengatakan 3×7=21, sedangkan muridnya yang bodoh bersikeras mengatakan 3×7=27. Mereka lalu menghadap kepada sang guru supaya jadi penengah dan menunjukkan siapa yang benar.
.
Muridnya yang bodoh berkata : “Jika saya yang benar 3×7=27 maka engkau harus mau di cambuk 10 kali oleh guru, tapi jika kamu yang benar 3×7=21, maka saya bersedia untuk di penggal”. Begitu kata si murid yang bodoh sambil tertawa karena sangat yakin dengan pendapatnya. Kemudian si murid bodoh berkata kepada gurunya : “Katakan guru, mana yg benar ?”
.
Karena perminta’an dua orang muridnya dan untuk menghentikan pertengkaran mereka. Sang guru pun memberikan hukuman dengan mencambuk 10 kali kepada muridnya yang pandai yang berpendapat 3×7=21.
.
Si murid yang pandai yang merasa pendapatnya benar tentu saja protes keras, dan mempertanyakan alasan gurunya.
.
Maka sang guru pun menjawab :
.
“Hukuman itu bukan karena pendapatmu 3×7=21. Pendapatmu benar, hukuman 10 kali cambuk itu untuk kesalahanmu yang mau-maunya berdebat dengan orang bodoh yang tidak bisa mengetahui kalau 3×7=21.
.
Begitulah sang guru memberikan hukuman kepada muridnya yang pandai tapi mau berdebat dengan orang bodoh.
.
.
با رك الله فيكم
.
By : Дδµ$ $@ŋţ๏$ą $๏๓ąŋţяί
.
https://agussantosa39.wordpress.com/category/04-bidah/02-memahami-bidah/
.
.
_________

SIKAP IMAM SYAFI’I MENGHADAPI ORANG BODOH

Meniru sikap Imam Syafi’i dalam menghadapi orang-orang bodoh.

SIKAP IMAM AS-SYAFI’I MENGHADAPI ORANG BODOH

Imam Syafi’i adalah seorang Ulama besar yang banyak melakukan dialog dan pandai dalam berdebat dalam permas’alahan agama.

Sampai-sampai Harun bin Sa’id berkata : “Seandainya Syafi’i berdebat untuk mempertahankan pendapat bahwa tiang yang pada aslinya terbuat dari besi adalah terbuat dari kayu niscaya dia akan menang, karena kepandainnya dalam berdebat”. (Manaqib Aimmah Arbaah hlm. 109 oleh Ibnu Abdil Hadi).

Imam Syafi’i adalah seorang Ulama pembela sunnah, sehingga tentu saja pada waktu itu banyak orang sesat yang memusuhinya, karena cela’an Imam Syafi’i terhadap kesesatan mereka.

Berikut perkata’an Imam Syafi’i terhadap mereka.

Imam Syafi’i berkata :

يُخَاطِبُنِي السَّفِيْهُ بِكُلِّ قُبْحٍ

Orang jahil berbicara kepadaku dengan segenap kejelekan

فَأَكْرَهُ أَنْ أَكُوْنَ لَهُ مُجِيْبًا

Akupun enggan untuk menjawabnya

يَزِيْدُ سَفَاهَةً فَأَزِيْدُ حُلْمًا

Dia semakin bertambah kejahilan dan aku semakin bertambah kesabaran

كَعُوْدٍ زَادَهُ الْإِحْرَاقُ طِيْبًا

Seperti gaharu dibakar, akan semakin menebar kewangian.

(Diwân Imam Asy-Syâfi’iy).

– Imam Syafi’i rahimahullah berkata : “Orang pandir mencercaku dengan kata-kata jelek. Maka aku tidak ingin untuk menjawabnya. Dia bertambah pandir dan aku bertambah lembut, seperti kayu wangi yang dibakar malah menambah wangi”. (Diwan Asy-Syafi’i, hal. 156).

– Imam Syafi’i juga berkata : ”Berkatalah sekehendakmu untuk menghina kehormatanku, diamku dari orang hina adalah suatu jawaban. Bukanlah artinya aku tidak mempunyai jawaban, tetapi tidak pantas bagi singa meladeni anjing”.

• Imam Syafi’i tidak mau berdebat dengan orang bodoh

Walaupun Imam Syafi’i dikenal sebagai ahli debat, tapi Imam Syafi’i tidak mau apabila harus berdebat dengan orang-orang bodoh.

Imam Syafi’i berkata :

ﺍﺫَﺍ ﻧﻄَﻖَ ﺍﻟﺴَّﻔِﻴْﻪُ ﻭَﺗُﺠِﻴْﺒُﻬُﻔَﺦٌﺮْﻳَ ﻣِﻦْ ﺍِﺟَﺎﺑَﺘِﻪِ ﺍﻟﺴُّﻜُﻮْﺕُ

Apabila orang bodoh mengajak berdebat denganmu, maka sikap yang terbaik adalah diam, tidak menanggapi

ﻓﺎِﻥْ ﻛَﻠِﻤَﺘَﻪُ ﻓَﺮَّﺟْﺖَ ﻋَﻨْﻬُﻮَﺍِﻥْ ﺧَﻠَّﻴْﺘُﻪُ ﻛَﻤَﺪًﺍ ﻳﻤُﻮْﺕُ

Apabila kamu melayani, maka kamu akan susah sendiri. Dan bila kamu berteman dengannya, maka ia akan selalu menyakiti hati

ﻗﺎﻟُﻮْﺍ ﺳﻜَﺖَّ ﻭَﻗَﺪْ ﺧُﻮْﺻِﻤَﺖْ ﻗُﻠْﺖُ ﻟَﻬُﻤْﺎِﻥَّ ﺍﻟْﺠَﻮَﺍﺏَ ﻟِﺒَﺎﺏِ ﺍﻟﺸَّﺮِ ﻣِﻔْﺘَﺎﺡُ

Apabila ada orang bertanya kepadaku, jika ditantang oleh musuh, apakah engkau diam ??

Jawabku kepadanya : Sesungguhnya untuk menangkal pintu-pintu kejahatan itu ada kuncinya

ﻭﺍﻟﺼﻤْﺖُ ﻋَﻦْ ﺟَﺎﻫِﻞٍ ﺃَﻭْ ﺃَﺣْﻤَﻖٍ ﺷَﺮَﻓٌﻮَﻓِﻴْﻪِ ﺃَﻳْﻀًﺎ ﻟﺼﻮْﻥِ ﺍﻟْﻌِﺮْﺽِ ﺍِﺻْﻠَﺎﺡُ

Sikap diam terhadap orang bodoh adalah suatu kemulia’an. Begitu pula diam untuk menjaga kehormatan adalah suatu kebaikan.

Lalu Imam Syafi’i berkata :

ﻭﺍﻟﻜﻠﺐُ ﻳُﺨْﺴَﻰ ﻟﻌﻤْﺮِﻯْ ﻭَﻫُﻮَ ﻧَﺒَّﺎﺡُ

Apakah kamu tidak melihat bahwa seekor singa itu ditakuti lantaran ia pendiam ?? Sedangkan seekor anjing dibuat permainan karena ia suka menggonggong ??

(Diwan As-Syafi’i, karya Yusuf Asy-Syekh Muhammad Al-Baqa’i).

• Sulitnya berdebat dengan orang bodoh menurut Imam Syafi’i.

Imam Syafi’i berkata :

“Aku mampu berhujah dengan 10 orang yang berilmu, tapi aku pasti kalah dengan seorang yang jahil, karena orang yang jahil itu tidak pernah faham landasan ilmu”.

• Imam Syafi’i berdebat bukan untuk mencari kemenangan.

Imam Syafi’i berkata :

مَا نَاظَرْتُ أَحَدًا قَطُّ عَلَى الْغَلَبَةِ

“Aku tidak pernah berdebat untuk mencari kemenangan”. (Tawali Ta’sis hlm.113 oleh Ibnu Hajar).

با رك الله فيكم

By : Дδµ$ $@ŋţ๏$ą $๏๓ąŋţяί

https://agussantosa39.wordpress.com/category/04-bidah/02-memahami-bidah/

________________________

MENIRU IMAM SYAFI’I DALAM MENYIKAPI ORANG-ORANG BODOH

Imam Syafi’i adalah seorang Ulama pembela sunnah, sehingga tentu saja pada waktu itu banyak orang sesat yang memusuhinya, karena cela’an Imam Syafi’i terhadap kesesatan mereka.

Berikut perkata’an Imam Syafi’i terhadap mereka, orang-orang bodoh.

– Imam Syafi’i berkata :

يُخَاطِبُنِي السَّفِيْهُ بِكُلِّ قُبْحٍ

Orang jahil berbicara kepadaku dengan segenap kejelekan

فَأَكْرَهُ أَنْ أَكُوْنَ لَهُ مُجِيْبًا

Akupun enggan untuk menjawabnya

يَزِيْدُ سَفَاهَةً فَأَزِيْدُ حُلْمًا

Dia semakin bertambah kejahilan dan aku semakin bertambah kesabaran

كَعُوْدٍ زَادَهُ الْإِحْرَاقُ طِيْبًا

Seperti gaharu dibakar, akan semakin menebar kewangian.

(Diwân Imam Asy-Syâfi’iy).

– Imam Syafi’i berkata :

“Orang pandir mencercaku dengan kata-kata jelek. Maka aku tidak ingin untuk menjawabnya. Dia bertambah pandir dan aku bertambah lembut, seperti kayu wangi yang dibakar malah menambah wangi”. (Diwan Asy-Syafi’i, hal. 156).

– Imam Syafi’i juga berkata :

”Berkatalah sekehendakmu untuk menghina kehormatanku, diamku dari orang hina adalah suatu jawaban. Bukanlah artinya aku tidak mempunyai jawaban, tetapi tidak pantas bagi singa meladeni anjing”.

– Imam Syafi’i berkata :

ﻭﺍﻟﺼﻤْﺖُ ﻋَﻦْ ﺟَﺎﻫِﻞٍ ﺃَﻭْ ﺃَﺣْﻤَﻖٍ ﺷَﺮَﻓٌﻮَﻓِﻴْﻪِ ﺃَﻳْﻀًﺎ ﻟﺼﻮْﻥِ ﺍﻟْﻌِﺮْﺽِ ﺍِﺻْﻠَﺎﺡُ

Sikap diam terhadap orang bodoh adalah suatu kemulia’an. Begitu pula diam untuk menjaga kehormatan adalah suatu kebaikan.

Lalu Imam Syafi’i berkata :

ﻭﺍﻟﻜﻠﺐُ ﻳُﺨْﺴَﻰ ﻟﻌﻤْﺮِﻯْ ﻭَﻫُﻮَ ﻧَﺒَّﺎﺡُ

Apakah kamu tidak melihat bahwa seekor singa itu ditakuti lantaran ia pendiam ?? Sedangkan seekor anjing dibuat permainan karena ia suka menggonggong ??

(Diwan As-Syafi’i, karya Yusuf Asy-Syekh Muhammad Al-Baqa’i).

___

KEBODOHAN MERAJALELA

KEBODOHAN MERAJALELA
.
Kiamat adalah ketetapan Allah Ta’ala yang pasti akan terjadi dan sebagai perkara yang wajib di imani oleh setiap kaum muslimin. Tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan kiamat akan terjadi termasuk malaikat jibril sekalipun. Namun demikian, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam telah memberikan banyak gambaran kepada umatnya tentang tanda-tanda menjelang datangnya kiamat, salah satunya adalah merebaknya kebodohan.
.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
.
ﻣﻦ ﺃﺷﺮﺍﻁ ﺍﻟﺴﺎﻋﺔ ﺃﻥ ﻳُﺮْﻓَﻊَ ﺍﻟﻌﻠﻢ، ﻭﻳَﺜْﺒُﺖَ ﺍﻟﺠﻬﻞُ
.
“Termasuk tanda-tanda hari kiamat adalah diangkatnya ilmu dan tetapnya kebodohan”. (Shahih Al-Bukhariy, Kitaabul-‘Ilmi,Baab Raf’il-‘Ilmi wa Qabdlihi wa Dhuhuuril-Jahli[1:/178]).
.
Diangkatnya ilmu yang dimaksud di hadits tersebut adalah dengan di wafatkannya para Ulama.
.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
.
ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻻ ﻳَﻘْﺒِﺾُ ﺍﻟﻌﻠﻢَ ﺍﻧﺘﺰﺍﻋﺎً ﻳﻨﺘﺰﻋُﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩ، ﻭﻟﻜﻦْ ﻳﻘﺒِﺾُ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺑﻘﺒﺾ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ
.
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengangkat ilmu dengan sekali cabutan dari manusia. Namun Allah akan mengangkat ilmu dengan mewafatkan para ulama”. (Shahih Al-Bukhariy, Kitaabul-‘Ilmi,Baab Kaifa Yaqbidlul-‘Ilm (1/194).
.
Ulama yang dimaksud dalam hadits tersebut adalah para Ulama pewaris Nabi. Para Ulama yang menuntun umat untuk mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam dan membimbing umat berjalan diatas manhaj Shalafus Shaalih. Para Ulama yang membentengi dan menjaga umat dari para penyeru kebid’ahan dan kesyirikan. Para Ulamayang menghalau para pelaku penyimpangan dan kesesatan.
.
Ketika semakin sedikitnya para Ulama pewaris Nabi,maka umat menjadikan orang-orang bodoh terhadap ilmu syar’i sebagai pemimpin dalam peribadahan-peribadahan mereka. Umat mengambil fatwa dan pelajaran-pelajaran agama dari orang-orang bodoh yang di pandang sebagai orang alim. Maka akibatnya umat menyimpang dan tersesat.
.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
.
ﺣﺘﻰ ﺇﺫﺍ ﻟﻢ ﻳﺒﻖَ ﻋﺎﻟﻤﺎً؛ ﺍﺗَّﺨﺬ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺭﺅﻭﺳﺎَ ﺟُﻬَّﺎﻻ، ﻓﺴُﺌِﻠﻮﺍ ؟ ﻓﺄﻓﺘﻮﺍ ﺑﻐﻴﺮ ﺍﻟﻌﻠﻢ، ﻓﻀﻠّﻮﺍ ﻭﺃﺿﻠﻮﺍ
.
”Hingga ketika tidak tersisa lagi seorang berilmu (di tengah mereka), manusia mengangkat para pemimpin yang bodoh. Mereka ditanya, dan mereka pun berfatwa tanpa ilmu. Hingga akhirnya mereka sesat dan menyesatkan (orang lain)”. (Shahih Al-Bukhariy, Kitaabul-‘Ilmi,Baab Kaifa Yaqbidlul-‘Ilm (1/194).
.
Kebodohan yang dimaksud dalam hadits diatas adalah kebodohan dalam ilmu agama, bukan ilmu duniawi. Karena seiring zaman, ilmu pengetahuan duniawi semakin berkembang dan beragam inovasi dalam sain dan teknologi dapat diciptakan manusia.
.
Di sa’at menjelang hari kiamat, kebodohan meluas disemua stratifikasi sosial, bukan saja ditingkat kelas sosial rendah tapi juga di kalangan elit para pemimpin masyarakat yang seharusnya mereka bisadijadikan panutan.
.
Meluasnya kebodohan dalam hadits yang disebutkan diatas, apabila dikorelasikan dengan kondisi ke kinian. Maka bisa jadi pekatnya kegelapan yang menyelimuti umat akibat kebodohansudah terjadi sa’at ini. Banyak indikasi yang kita saksikan.
.
Al-Haq (kebenaran) di musuhi dan kebatilan di ikuti. Bermunculan bid’ah, kesyirikan dan faham-faham menyimpang di tengah-tengah umat. Beribadah bukan lagi mengikuti petunjuk Allah Ta’ala dan Rasul-Nya, tapi dibangun di atas hawa napsu. Taqlid buta dan ta’ashub kepada orang yang dianggap alim, kepada madzhab atau kepada kelompok tertentu.
.
Bermunculan para penyesat di tengah-tengah umat, mereka berfatwa seolah-olah pakarnya, dan umat yang bodoh pun selalu mengikutinya. Sesama umat Islam bertikai saling bermusuhan bahkan sampai menumpahkan darah.
.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
.
ﻭﻳَﻜْﺜﺮ ﺍﻟﻬَﺮْﺝ
.
” . . Dan banyaknya ‘harj’ (pembunuhan)”. [Shahih Muslim, Kitaabul-‘Ilmi,Baab Raf’il-‘Ilmi (16/222-223)].
.
Demikianlah kondisi sa’at menjelang datangnya kiamat, umat diselimuti kegelapan.
.
Namun demikian, walaupun kebodohan meluas di semua lapisan masyarakat, akan tetapi akan tetap ada sekelompok orang yang berdiri di atas ilmu, walaupun jumlah mereka sangat sedikit.
.
Sebagaimana dikatakan Ibnu Hajar, beliau berkata :
.
ﻭﻻ ﻳﻤﻨﻊ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ ﻭﺟﻮﺩُ ﻃﺎﺋﻔﺔ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻌﻠﻢ، ﻷﻧﻬﻢ ﻳﻜﻮﻧﻮﻥﺣﻴﻨﺌﺬ ﻣﻐﻤﻮﺭﻳﻦ ﻓﻲ ﺃﻭﻟﺌﻚ
.
”Namun hal itu tidaklah menghalangi untuk tetap adanya sekelompok ahli ilmu (ulama) di tengah umat, karena pada waktu itu mereka tertutup oleh dominasi masyarakat yang bodoh akan ilmu agama”. [Fathul-Baariy (13/16)].
.
Sudah menjadi ketetapan Allah Ta’ala, disa’at kebodohan merajalela, akan tetap ada sekelompok orang yang berdiri diatas ilmu, sekelompok orang yang menjaga aqidah dan manhajnya dari kerusakan akibat tipu daya para penyeru kesesatan yang mengemas syubhat dan kebatilan dengan kepandaian lisan mereka memainkan dalil yang membuat orang-orang bodoh tersihir dan terkecoh.
.
Semoga Allah Ta’ala melindungi kita dari kebodohandan tipu daya para penyesat umat. Aamiin.
.
.
با رك الله فيكم
.
By : Дδµ$ $@ŋţ๏$ą $๏๓ąŋţяί
.
https://agussantosa39.wordpress.com/category/04-bidah/02-memahami-bidah/
.
.
=================

SIAPA SEBENARNYA YANG BODOH

SIAPA SEBENARNYA YANG BODOH

Ketika ada orang yang memperingatkan umat untuk tidak melakukan ibadah-ibadah yang tidak ada tuntutannya (bid’ah), sering dicemooh dikatakan bodoh, dungu, otak dangkal, kaku, pikirannya tidak maju, dll.

Sebutan orang bodoh, dungu dan istilah-istilah semacam itu yang dialamatkan kepada para pengikut kebenaran bukan hal baru, para Nabi dan para pengikutnya sering dicemooh demikian. Contohnya Nabi Nuh ‘Alaihissalam dan para pengikutnya.

Para penentang dakwah yang diserukan oleh Nabi Nuh ‘Alaihissalam menyebut Nabi Nuh dan para pengikutnya sebagai orang bodoh. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an,

Allah Ta’ala berfirman :

وَ إِذَا قِيْلَ لَهُمْ آمِنُوْا كَمَا آمَنَ النَّاسُ قَالُوْا أَنُؤْمِنُ كَمَا آمَنَ السُّفَهَاء أَلاَ إِنَّهُمْ هُمُ السُّفَهَاءُ وَلَكِنْ لاَّ يَعْلَمُوْنَ

”Dan apabila dikatakan kepada mereka : “Berimanlah sebagaimana telah beriman manusia (lain)”, mereka menjawab : “Apakah kami akan beriman sebagaimana berimannya or­ang-orang yang bodoh itu ?”, Ketahuilah, sesungguh­nya mereka itulah yang bodoh­, akan tetapi mereka tidak tahu.

• Bodoh adalah sumber segala penyakit dan bencana

Orang bodoh kebanyakan memang tidak sadar dengan kebodohannya, padahal kebodohan sangat berbahaya dan mengerikan akibatnya.

Bukankah para penentang Nabi dan Rasul adalah akibat kebodohannya ?

Dan bagaimana akhir kehidupannya yang mereka dapatkan ?

Ada yang Allah binasakan di dunia dan tentu saja adzab di akhirat lebih besar.

• Siapa yang sebenarnya bodoh ?

Benarkah tuduhan mereka bahwa orang yang memperingatkan umat dari bid’ah adalah orang bodoh ?

Atau sebaliknya, mereka yang bodoh ?

Untuk mengetahui hal ini, maka kita harus melihat sifat-sifat orang bodoh yang disebutkan dalam Al-Qur’an.

• Sifat orang-orang bodoh dalam Al-Qur’an

– Di dalam Surat Ar-Rodu ayat 19 Allah Ta’ala menyebutkan bahwa orang-orang bodoh adalah orang yang tidak punya pengetahuan.

Allah Ta’ala berfirman :

أَفَمَنْ يَعْلَمُ أَنَّمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ الْحَقُّ كَمَنْ هُوَ أَعْمَى إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الألْبَابِ

”Maka apakah orang yang mengetahui bahwa apa yang diturunkan Tuhan kepadamu adalah kebenaran sama dengan orang yang buta ? Hanya orang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran”. (Ar-Rodu : 19).

– Di dalam Surat Al-Furqon, ayat 44, Allah menyifati orang-orang bodoh adalah orang yang tidak mau mendengarkan dan tidak berusaha untuk memahami.

Allah Ta’ala berfirman :

أَمْ تَحْسَبُ أَنَّ أَكْثَرَهُمْ يَسْمَعُونَ أَوْ يَعْقِلُونَ ۚإِنْ هُمْ إِلَّا كَالْأَنْعَامِ ۖبَلْ هُمْ أَضَلُّ سَبِيلًا

”Atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu). (Al-Furqon: 44).

Dari keterangan ayat-ayat diatas, maka orang bodoh adalah orang yang tidak memiliki ilmu tidak suka mendengarkan dan tidak pernah mau memahami.

Para penentang dakwah Rasul dan orang-orang yang tidak suka ada orang yang memperingatkan umat dari penyimpangan dalam agama adalah karena tidak adanya ilmu yang mereka miliki, tidak mau mendengarkan keterangan yang disampaikan kepadanya dan tidak mau berusaha untuk memahami. Maka sebenarnya merekalah yang hakekatnya orang yang bodoh.

والله أعلمُ بالـصـواب

Agus Santosa Somantri

https://agussantosa39.wordpress.com/category/1-bidah/%e2%80%a2-memahami-bidah/

===============

MEWASPADAI BAHAYANYA KEBODOHAN

MEWASPADAI BAHAYANYA KEBODOHAN

Pepatah Arab mengatakan :

العلم نور والجهل ظلام

”Ilmu itu cahaya dan bodoh itu kegelapan”.

Ilmu adalah perkara yang penting dalam kehidupan manusia. Dengan ilmu manusia akan bisa membedakan mana yang benar mana yang salah.

Orang yang bodoh akan ilmu agama disebutkan oleh Allah ta’ala sebagai seorang yang buta yang tidak bisa melihat kebenaran dan kebaikan.

Allah ta’ala berfirman :

أَفَمَن يَعْلَمُ أَنَّمَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ ٱلْحَقُّ كَمَنْ هُوَ أَعْمَىٰٓ ۚ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ

”Apakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta ? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran”. (QS: Ar-Ra’d: 19).

Hal ini menunjukkan bahwa yang sebenarnya memiliki penglihatan dan pandangan yang hakiki hanyalah orang-orang yang berilmu. Adapun orang yang bodoh akan ilmu agama hakikatnya adalah orang yang buta yang berjalan di muka bumi tanpa dapat melihat.

Banyak manusia berbondong-bondong terjerumus kedalam ajaran dan faham sesat akibat dari jauhnya mereka dari lmu agama. Dan akibatnya ketika ajaran dan faham sesat itu sudah dilakukan mayoritas manusia, jadilah kesesatan itu dipandang sebagai ajaran yang benar, dan orang-orang bodoh pun semakin sulit keluar dari kesesatannya, karena mereka menyangka bahwa apa yang dilakukannya sebagai perkara yang benar.

Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata :

مَنْ عَبَدَ اللهَ بِجَهْلٍ , أَفْسَدَ أَكْثَرَ مِماَّ يُصْلِحُ

”Barangsiapa beribadah kepada Allah dengan kebodohan, dia telah membuat kerusakan lebih banyak daripada membuat kebaikan”. (Majmu’ Fatawa 25/281).

Ibnul Qayyim rohimahulloh berkata : “Tidaklah diragukan bahwa kebodohan adalah pokok dari segala kerusakan dan kejelekan yang didapatkan oleh seorang hamba di dunia dan di akhirat adalah dampak dari kebodohan”. (Miftaah Daaris Sa’adah, 1/87).

• ORANG BODOH IBARAT LALAT

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu ta’ala berkata : “Orang bodoh itu bagaikan lalat yang tidak hinggap kecuali pada kulit yang terluka, dan dia tidak mau hinggap pada kulit yang normal. Adapun orang yang berakal, ia akan memilah-milah, ini yang baik, dan ini yang tidak baik”.

Sungguh indah untaian kalimat ini, ringkas tetapi penuh arti.

Demikianlah memang keada’an orang-orang bodoh, bagaikan seekor lalat yang tidak pernah berfikir apakah ini baik atau buruk, wangi atau bau busuk.

Seorang yang berakal, sebelum melaksanakan sesuatu, ia akan berfikir dengan matang, apa akibat yang ditimbulkannya, benar atau salah, berpahala atau tidak, menuai keridhaan ataukah justru kemurka’an, menguntungkan atau justru merugikan.

Agus Santosa Somantri

https://agussantosa39.wordpress.com/category/1-bidah/%e2%80%a2-memahami-bidah/

————————

ORANG BODOH IBARAT LALAT

ORANG BODOH IBARAT LALAT

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu ta’ala berkata : “Orang bodoh itu bagaikan lalat yang tidak hinggap kecuali pada kulit yang terluka, dan dia tidak mau hinggap pada kulit yang normal. Adapun orang yang berakal, ia akan memilah-milah, ini yang baik, dan ini yang tidak baik”.

Sungguh indah untaian kalimat ini, ringkas tetapi penuh arti. Demikianlah memang keada’an orang-orang bodoh, bagaikan seekor lalat yang tidak pernah berfikir apakah ini baik atau buruk, cantik atau jelek, wangi atau bau busuk.

Seorang yang yang berakal, sebelum melaksanakan sesuatu, ia akan berfikir dengan matang, apa akibat yang ditimbulkannya, berpahala atau tidak, menuai keridhaan ataukah justru kemurka’an. Menguntungkan atau justru merugikan.

• BODOH SUMBER KERUSAKAN

– Allah Ta’ala berfirman : “Katakanlah, apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui ? [Az-Zumar, 9].

– Allah Ta’ala berfirman : “Jadilah pema’af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf serta berpalinglah dari orang-orang bodoh”. (Al-A’raaf, 199).

– Ibnu Taimiyyah rohimahulloh berkata : “Barangsiapa beribadah kepada Allah dengan kebodohan, dia telah membuat kerusakan lebih banyak daripada membuat kebaikan”. (Majmu’ Fatawa 25/281)

– Ibnul Qayyim rohimahulloh berkata : “Tidaklah diragukan bahwa kebodohan adalah pokok dari segala kerusakan dan kejelekan yang didapatkan oleh seorang hamba di dunia dan di akhirat adalah dampak dari kebodohan”. (Miftaah Daaris Sa’adah, 1/87).

Agus Santosa Somantri

————————

BODOH PERMANEN

TAHUKAH BODOH PERMANEN ?

Bodoh permanen boleh dikatakan bodoh yng akut .

Orang jenis ini sangat sulit untuk keluar dari ke bodohannya . bahkan, bisa jadi sampai akhir hidupnya tetap bodoh.

Hal ini disebabkan karena IQ-nya di bawah standar atau di bawah rata-rata. Kalau dalam bentuk angka, kira-kira IQ-nya 59 atau kurang.

Format logikanya atau kualitas otaknya memang tidak bisa berkembang alias mengkerut.

Orang jenis ini selalu merasa paling benar paling pintar. Seilmiah apapun suatu masalah di tunjukan di depan hidung dan matanya tetap tdk akan mau di fahami dan di terima.

Karena menurutnya hanya keyakinannya ustadznya kiainya habibnya yang paling benar. Yang lain adalah salah , salah , salah semua .

Yng lebih parah seorang yng memiliki sifat bodoh permanen juga mengidap penyakit kejiwa’an sejenis mania bipolar disorder di tambah asma (asal mangap) dan bisulan (bicara suka ngelantur).

Untuk mengetahui seorang bodoh permanen plus mengidap penyakit kejiwa’an bisa kt lihat dari ciri ciri nya sebagai berikut .

Keluar dari lisannya ucapan ucapan buruk hina kasar dan jelek . Selalu mengejek orang yng tdk sepaham dngnnya dngn kata kata memalukan .

Gemar mencaci mengolok olok dan menghina . merasa puas ketika menghina orang lain . Tidak mengenal rasa malu walaupun mengucapkan kata kata buruk di depan umum atau media publik .

Orang yng bodoh permanen tidak sadar kalau ucapan buruk adalah tanda lemot (lemah otak) Dan memiliki kepribadian yng memalukan juga pertanda tdk mengenal peradaban .

Orang jenis ini tidak tau bahwa prilaku dan ucapan buruk adalah aurat dan aib yng harus di tutupi karena menyangkut harga diri .

Apabila kita menemukan jenis orang orang seperti ini , maka yng paling tepat adalah mengobatinya dngn Al qur’an itupun apabila dia seorang muslim .

Berikut ayat yng bisa di bacakan kepadanya. Firman Alloh :

“Yaitu ketika dua malaikat mencatat amal perbuatannya, salah satunya duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapanpun yang di ucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selaluhadir. ” (Qaf: 17—18)

Bacakan juga hadist Rosululloh :

“Sungguh seorang hamba berbicara dengan satu kalimat yang menyebabkan kemurkaan Allah dalam keadaan dia tidak peduli dengan ucapan tersebut sehingga menyebabkan dia dilemparkan ke dalam api neraka.” (HR. al-Bukhari) .

InsyaALLOH apabila Alloh menghendaki maka Alloh akan menyembuhkannya