ULAMA SU’

ULAMA SU’

Ulama su’ (jahat/buruk) sebagaimana layaknya Ulama nampak alim tutur katanya memikat.

Ulama su’ (jahat/buruk) bisa dikatakan sebagai manusia berbulu domba namun berhati srigala.

Diantara sifat ulama su’ (jahat/buruk) adalah menjadikan agama sebagai sarana untuk mencari keuntungan dunia.

Harta, popularitas, kedudukan, kehormatan sebagai tujuannya.

Ulama su’ (jahat/buruk) tampil sebagaimana layaknya seorang ulama, fasih dan pandai berdalil yang mampu menyihir orang awam.

Dengan kemahirannya berbicara masalah agama, orang awam kagum terpesona, pujian dari manusia mengalir, menjadikan jadwal undangan ceramahnya padat, dan pundi-pundinya pun semakin melimpah.

Nasihat Al Imam Ibnul Mubarok rohimahulloh kepada Ibnu Ulayyah rohimahulloh :

يا جاعل العلم له بازيا

يصطاد أموال المساكين احتلت للدنيا ولذاتها

بحيلة تذهب بالدين فصرت مجنونا بها بعدما

كنت دواء للمجانين أين رواياتك فيما مضى

عن ابن عون وابن سيرين ودرسك العلم بآثاره

في ترك أبواب السلاطين تقول: أكرهت، فماذا كذا

زل حمار العلم في الطين لا تبع الدين بالدنيا كما

يفعل ضلال الرهابين

“Wahai orang yang menjadikan ilmu sebagai barang dagangan

Untuk menjaring harta orang-orang miskin, diambil demi dunia dan kesenangannya.

Dengan tipu daya engkau menghilangkan agama,

Lalu engkau menjadi orang yang gila setelah dulunya engkau adalah obat bagi orang-orang gila.

Dimanakah riwayat-riwayatmu yang lampau dari Ibnu ‘Aun dan Ibnu Sirin.

Dan manakah ilmu yang kamu pelajari dengan atsar-atsarnya yang berisi anjuran untuk meninggalkan pintu-pintu penguasa ? Kamu berkata: “Aku terpaksa.” Lalu apa ?

Demikianlah keledai ilmu tergelincir di tanah liat yang basah.

Janganlah kamu jual agama dengan dunia sebagaimana perbuatan para rahib yang sesat.”

(“Siyar A’lamin Nubala”/9/110).

Wassalam

Agus Santosa Somantri

https://agussantosa39.wordpress.com/category/1-bidah/%e2%80%a2-memahami-bidah/

_________________

Iklan