JANGAN BERDEBAT DENGAN ORANG BODOH

.
JANGAN BERDEBAT DENGAN ORANG BODOH
.
Perdebatan sering terjadi diantara manusia, apakah di antara sesama teman sekolah, teman kerja, diantara tetangga, sesama teman organisasi, bahkan diantara sesama anggota keluarga. Perdebatan bukan saja terjadi di dunia nyata tapi juga di dunia maya.
.
Berdebat bukanlah perkara yang di larang dalam Islam. Banyak riwayat yang menyebutkan, para Ulama berdebat dengan para pengusung kesesatan. Seperti, Imam Al Auza’i yang berdebat dengan seorang pengikut aliran Qadariyyah dan Imam Abdul ‘Aziz Al Kinani dengan Bisyr bin Ghiyats Al-Marisi Al Muktazili pengikut faham Muktazilah.
.
Juga atsar para Sahabat yang berdebat dengan kelompok sempalan, seperti Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu yang berdebat dengan kelompok Khawarij.
.
Perdebatan di lakukan juga oleh para Nabi, sebagaimana perdebatan antara Nabi Nuh dengan kaumnya, Nabi Ibrahim dengan kaumnya, Nabi Musa dengan Fir’aun dan Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam berdebat dengan musyrikin Makkah, Nasrani Najran, dan Yahudi Madinah.
.
Perdebatan yang di lakukan para Nabi dan juga para Ulama, adalah dalam rangka menampakkan kebenaran dan menjelaskannya. Perdebatan dengan tujuan seperti inilah yang di perintahkan oleh Allah Ta’ala.
.
Allah Ta’ala berfirman :
.
ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ
.
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik”. (QS. An-Nahl: 125).
.
Walaupun perdebatan di benarkan dalam Islam, ada juga perdebatan yang tidak di benarkan. Diantaranya adalah berdebat dengan orang-orang bodoh. Sehingga para Ulama memperingatkan untuk tidak berdebat dengan mereka.
.
Berdebat dengan orang-orang bodoh tidak akan mendatangkan manfa’at, karena orang bodoh tujuan berdebat bukan untuk mencari kebenaran. Tapi untuk pembenaran untuk menang-menangan. Sehingga tidak heran kalau melihat orang bodoh menunjukkan prilaku buruk dalam berdebat.
.
Berdebat dengan orang-orang bodoh hanya akan menjadi debat kusir kesana kemari yang tidak akan ada ujungnya.
.
Berdebat dengan orang-orang bodoh hanya akan menjadikan waktu terbuang sia-sia. Berdebat dengan orang bodoh juga bisa kewalahan dengan pertanya’an-pertanya’an dan bantahan-bantahan bodohnya. Karena orang-orang bodoh memang tidak mengerti permasalahan yang sebenarnya.
.
Susahnya berdebat dengan orang bodoh bahkan di akui oleh Imam Syafi’i, padahal Imam Syafi’i di kenal luas ilmunya dan pandai berdebat.
.
Imam Syafi’i berkata : “Aku mampu berdebat dengan 10 orang yang berilmu, tapi aku pasti kalah dengan seorang yang bodoh, karena orang yang bodoh itu tidak pernah faham landasan ilmu”.
.
Imam Syafi’i juga berpesan untuk tidak berdebat dengan orang-orang bodoh.
.
Imam Syafi’i berkata :
.
ﺍﺫَﺍ ﻧﻄَﻖَ ﺍﻟﺴَّﻔِﻴْﻪُ ﻭَﺗُﺠِﻴْﺒُﻬُﻔَﺦٌﺮْﻳَ ﻣِﻦْ ﺍِﺟَﺎﺑَﺘِﻪِ ﺍﻟﺴُّﻜُﻮْﺕُ
.
“Apabila orang bodoh mengajak berdebat denganmu, maka sikap yang terbaik adalah diam, tidak menanggapi”
.
ﻓﺎِﻥْ ﻛَﻠِﻤَﺘَﻪُ ﻓَﺮَّﺟْﺖَ ﻋَﻨْﻬُﻮَﺍِﻥْ ﺧَﻠَّﻴْﺘُﻪُ ﻛَﻤَﺪًﺍ ﻳﻤُﻮْﺕُ
.
“Apabila kamu melayani, maka kamu akan susah sendiri. Dan bila kamu berteman dengannya, maka ia akan selalu menyakiti hati”.
.
ﻗﺎﻟُﻮْﺍ ﺳﻜَﺖَّ ﻭَﻗَﺪْ ﺧُﻮْﺻِﻤَﺖْ ﻗُﻠْﺖُ ﻟَﻬُﻤْﺎِﻥَّ ﺍﻟْﺠَﻮَﺍﺏَ ﻟِﺒَﺎﺏِ ﺍﻟﺸَّﺮِ ﻣِﻔْﺘَﺎﺡُ
.
“Apabila ada orang bertanya kepadaku, jika ditantang oleh musuh, apakah engkau diam ?, Jawabku kepadanya : Sesungguhnya untuk menangkal pintu-pintu kejahatan itu ada kuncinya”
.
ﻭﺍﻟﺼﻤْﺖُ ﻋَﻦْ ﺟَﺎﻫِﻞٍ ﺃَﻭْ ﺃَﺣْﻤَﻖٍ ﺷَﺮَﻓٌﻮَﻓِﻴْﻪِ ﺃَﻳْﻀًﺎ ﻟﺼﻮْﻥِ ﺍﻟْﻌِﺮْﺽِ ﺍِﺻْﻠَﺎﺡُ
.
“Sikap diam terhadap orang bodoh adalah suatu kemulia’an. Begitu pula diam untuk menjaga kehormatan adalah suatu kebaikan”.
.
Lalu Imam Syafi’i berkata :
.
أما تَرَى الأُسْدَ تُخْشى وهْي صَامِتة ٌ؟, ﻭﺍﻟﻜﻠﺐُ ﻳُﺨْﺴَﻰ ﻟﻌﻤْﺮِﻯْ ﻭَﻫُﻮَ ﻧَﺒَّﺎﺡُ
.
Apakah kamu tidak melihat bahwa seekor singa itu ditakuti lantaran ia pendiam ? Sedangkan seekor anjing dibuat permainan karena ia suka menggonggong ?
.
(Diwan As-Syafi’i, karya Yusuf Asy-Syekh Muhammad Al-Baqa’i).
.
Menghindari perdebatan dengan orang-orang bodoh adalah sikap yang benar dan merupakan sikap hidup dari orang-orang alim dan bijaksana.
.
Di ceritakan di negri Cina ada seorang guru yang sangat di hormati karena tegas, jujur dan bijaksana. Suatu hari dua orang muridnya menghadap. Setelah sebelumnya mereka bertengkar dan hampir saling baku hantam. Mereka berdua salah satunya termasuk murid yang pandai, sedangkan yang satunya adalah murid yang bodoh. Mereka berdua memperdebatkan tentang jumlah dari hitungan 3×7. Muridnya yang pandai mengatakan 3×7=21, sedangkan muridnya yang bodoh bersikeras mengatakan 3×7=27. Mereka lalu menghadap kepada sang guru supaya jadi penengah dan menunjukkan siapa yang benar.
.
Muridnya yang bodoh berkata : “Jika saya yang benar 3×7=27 maka engkau harus mau di cambuk 10 kali oleh guru, tapi jika kamu yang benar 3×7=21, maka saya bersedia untuk di penggal”. Begitu kata si murid yang bodoh sambil tertawa karena sangat yakin dengan pendapatnya. Kemudian si murid bodoh berkata kepada gurunya : “Katakan guru, mana yg benar ?”
.
Karena perminta’an dua orang muridnya dan untuk menghentikan pertengkaran mereka. Sang guru pun memberikan hukuman dengan mencambuk 10 kali kepada muridnya yang pandai yang berpendapat 3×7=21.
.
Si murid yang pandai yang merasa pendapatnya benar tentu saja protes keras, dan mempertanyakan alasan gurunya.
.
Maka sang guru pun menjawab :
.
“Hukuman itu bukan karena pendapatmu 3×7=21. Pendapatmu benar, hukuman 10 kali cambuk itu untuk kesalahanmu yang mau-maunya berdebat dengan orang bodoh yang tidak bisa mengetahui kalau 3×7=21.
.
Begitulah sang guru memberikan hukuman kepada muridnya yang pandai tapi mau berdebat dengan orang bodoh.
.
.
با رك الله فيكم
.
By : Дδµ$ $@ŋţ๏$ą $๏๓ąŋţяί
.
https://agussantosa39.wordpress.com/category/04-bidah/02-memahami-bidah/
.
.
_________

Iklan