TANDA ORANG YANG DISESATKAN ALLAH

Alhamdulilllah washalaatu wasalaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala aalihi wa shohbihi ajma’in.
.
Semoga kita tetap istiqomah di atas sunnah.
.
TANDA ORANG YANG DISESATKAN ALLAH
.
Oleh : Ikhwan pecinta meong
.
Sebagaimana halnya orang-orang yang mendapatkan hidayah Allah Ta’ala, maka orang-orang yang disesatkan Allah pun mereka memiliki tandanya. Kalau orang-orang yang mendapatkan hidayah Allah Ta’ala dadanya lapang ketika mendapatkan ayat-ayat Allah, sehingga mau mengambil pelajaran. Maka orang-orang yang disesatkan Allah Ta’ala dadanya terasa sempit.
.
Allah Ta’ala berfirman :
.
وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ
.
”. . Dan barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah untuk disesatkan, maka Dia akan menjadikan hatinya itu sesak dan sempit seolah-olah dia sedang mendaki ke langit . .” (QS. Al-An’aam: 125).
.
Bagi orang-orang yang disesatkan Allah Ta’ala, peringatan, teguran dan ancaman dari Allah dan Rasul-Nya tidak berguna baginya. Dan nasehat para Ulama menjadikan dadanya sesak penuh amarah, hatinya sempit ibarat sedang mendaki ke langit.
.
Orang-orang yang disesatkan Allah melihat keburukan jadi nampak baik di matanya.
.
Kesyirikan yang dalam Islam sebagai dosa terbesar dibelanya, peringatan untuk tidak berbuat bid’ah ditentangnya, segala macam amalan menyimpang dan sesat dicari-cari dalil pembenarannya.
.
Para Ulama dan orang-orang yang memperingatkan penyimpangan mereka dimusuhi, dihinakan dan digelari istilah-istilah buruk dengan tujuan melecehkannya. Sumpah serapah dan fitnah tidak henti-hentinya di alamatkan kepada orang-orang yang memperingatkan kesesatannya.
.
Maka pantaslah kalau Allah Ta’ala mengatakan bahwa orang-orang sesat (pengikut hawa napsu) keada’annya lebih buruk daripada binatang ternak.
.
Allah Ta’ala berfirman :
.
إِنْ هُمْ إِلَّا كَالْأَنْعَامِ ۖ بَلْ هُمْ أَضَلُّ سَبِيلًا
.
”. . Mereka itu tidak lain hanyalah seperti binatang ternak bahkan lebih sesat jalannya”. (QS. Al-Furqaan : 43-44).
.
Kalau ayat-ayat Allah Ta’ala dan peringatan Rasulullah sudah tidak mereka pedulikan, nasehat para Ulama mereka lecehkan, lalu dengan sebab apa lagi mereka akan mendapatkan hidayah ?
.
Allah Ta’ala berfirman :
.
أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَىٰ عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَىٰ بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَنْ يَهْدِيهِ مِنْ بَعْدِ اللَّهِ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ
.
“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya ? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah. Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran ?”. (QS. Al-Jaathiya : 23).
.
با رك الله فيكم
.
Penulis : Дδµ$ $@ŋţ๏$ą $๏Mąŋţяί
.
https://agussantosa39.wordpress.com/category/04-bidah/02-memahami-bidah/
.
.
___________

Iklan