TANDA ORANG YANG DISESATKAN ALLAH

TANDA ORANG YANG DISESATKAN ALLAH

Sebagaimana halnya orang-orang yang mendapatkan hidayah Allah, maka orang-orang yang disesatkan Allah pun mereka memiliki tandanya. Kalau orang-orang yang mendapatkan hidayah Allah mereka mau memperhatikan dan mempelajari ayat-ayat Allah dadanya lapang, maka orang-orang yang disesatkan Allah dadanya terasa sempit.

Allah Ta’ala berfirman :

وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ

”. . Dan barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah untuk disesatkan, maka Dia akan menjadikan hatinya itu sesak dan sempit seolah-olah dia sedang mendaki ke langit . .” (QS. Al-An’aam: 125).

Peringatan, teguran dan ancaman dari Allah dan Rasulnya tidak berguna baginya. dan nasehat para Ulama menjadikan dadanya sesak penuh amarah, hatinya sempit ibarat sedang mendaki ke langit.

Orang-orang yang disesatkan Allah melihat keburukan jadi nampak baik di matanya.

Kesyirikan yang dalam Islam sebagai dosa terbesar dibelanya, peringatan untuk tidak berbuat bid’ah di tentangnya, lalu mencari-cari dalil untuk membenarkan amalannya.

Para Ulama yang memperingatkan mereka pun di katakan sebagai orang bodoh, tidak mengerti agama dan digelari dengan gelar-gelar yang buruk.

Sumpah serapah dan fitnah tidak henti-hentinya di alamatkan kepada orang-orang yang memperingatkan keburukannya.

Maka pantaslah kalau Allah mengatakan bahwa orang-orang sesat (pengikut hawa napsu) keada’annya lebih buruk daripada binatang ternak.

Allah Ta’ala berfirman :

إِنْ هُمْ إِلَّا كَالْأَنْعَامِ ۖ بَلْ هُمْ أَضَلُّ سَبِيلًا

”. . Mereka itu tidak lain hanyalah seperti binatang ternak bahkan lebih sesat jalannya”. (QS. Al-Furqaan : 43-44).

Kalau ayat-ayat Allah dan peringatan Rasulullah sudah tidak mereka pedulikan, nasehat para Ulama mereka lecehkan lalu dengan sebab apa lagi mereka akan mendapatkan hidayah ?

Allah Ta’ala berfirman :

أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَىٰ عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَىٰ بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَنْ يَهْدِيهِ مِنْ بَعْدِ اللَّهِ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya ? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah. Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran ?” (QS. Al-Jaathiya : 23)

Wallahu a’lamu bisshowab

Agus Santosa Somantri

https://agussantosa39.wordpress.com/category/1-bidah/%e2%80%a2-memahami-bidah/

===========================

Iklan