JANGAN MALU UNTUK BERTANYA

JANGAN MALU UNTUK BERTANYA

Tidak mengerti suatu perkara, atau bodoh sekalipun, bukanlah aib yang harus di tutup rapat dan di sembunyikan.

Yang harus malu adalah, orang yang sebetulnya tidak tahu tapi ingin nampak di mata manusia seolah-olah banyak tahu.

Semua manusia dilahirkan dalam kondisi tidak tahu apapun. bahkan tidak tahu (mengenal) kepada ibunya yang mengandungnya sekalipun.

Allah Ta’ala berfirman :

وَاللّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُوْنِ اُمَّهاتِكُمْ لاَ تَعْلَمُوْنَشَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَمْعَ وَالاَبْصَارَ وَالاَفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْتَشْكُرُوْنَ.

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keada’an tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati (akal pikiran), agar kamu bersyukur”. (Q.S An-Nahl: 78).

Merasa tidak faham ataupun bodoh, kemudian mencari tahu, bukanlah kehina’an.

Tidak perlu malu karena harus bertanya, atau khawatir di cibir. Yang harus ditakutkan adalah kebodohan, karena bodoh adalah pangkal kerusakan.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata : “Bahwasanya segala keharaman dari kekufuran, kefasikan, dan kemaksiatan dilakukan oleh seorang hamba karena sebab kebodohannya”. (Majmu’ al-Fatawa 17/22).

Karena kebodohan berdampak buruk, maka sebagai orang berakal mestinya khawatir kebodohan meliputi dirinya. Sehingga tidak mampu membedakan yang benar dan yang salah.

Karena kebodohan mendatangkan kerusakan, maka seharusnya setiap manusia menyadari bahayanya kebodohan dan mencari jalan keluarnya. Adapun solusinya adalah dengan cara bertanya kepada orang yang faham atau ahlinya.

Bertanya dengan tujuan mencari tahu suatu permas’alahan, diperintahkan Allah Ta’ala sebagaimana dalam firmannya :

فَسۡ‍َٔلُوٓاْ أَهۡلَ ٱلذِّكۡرِ إِن كُنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ

“… Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kalian tidak mengetahui.” (an-Nahl: 43).

Ayat ini berlaku umum dalam segala urusan, baik bertanya urusan dunia maupun urusan agama. Dengan bertanya di harapkan seorang yang kebingungan bisa jadi faham. Kegelapan yang menyelimuti dirinya berubah jadi terang.

Tidak perlu ragu dan malu untuk bertanya. Pepatah mengatakan ;

“MALU BERTANYA SESAT DI JALAN”

Bertanya bukan berarti bodoh, tapi bertanya adalah kemulia’an jiwa dan tanda kerendahan hati.

بَارَكَ اللهُ فِيْكُم

Agus Santosa Somantri

https://agussantosa39.wordpress.com/category/i-bidah

================