MENGUJI SEBUAH KEYAKINAN

MENGUJI SEBUAH KEYAKINAN

.

Banyak orang yang merasa yakin dengan yang di ikuti, di fahami dan usahakannya. Dengan keyakinannya bahkan seseorang bisa menyalahkan orang lain.

.

Keyakinan perlu di miliki setiap orang. Tanpa keyakinan manusia bisa tidak jelas arah dan pegangan hidupnya.

.

Keyakinan bisa menumbuhkan energi positif, terbangunnya sifat optimisme dan gairah hidup, sebaliknya kurang keyakinan atau bahkan tidak punya keyakinan, bisa hidup jadi redup.

.

Keyakinan adalah suatu sikap manusia, dimana seseorang sudah merasa cukup mengetahui dan faham, sehingga dia sampai kepada kesimpulan, bahwa yang di yakininya adalah sebuah kebenaran.

.

Keyakinan seorang manusia, umumnya di peroleh dari imformasi yang menurut logikanya bisa di percaya.

.

Keyakinan bukanlah jaminan kebenaran. Yang di yakini manusia belum tentu pasti benar.

.

Banyak manusia yang membela keyakinannya, sampai harta dan kehormatan bahkan keselamatan jiwanya dia pertaruhkan.

.

Apakah yang di yakininya memang benar-benar sebuah kebenaran yang patut di yakini ?

.

Sebuah keyakinan, tidaklah cukup mengandalkan logika dan perasa’an. Keyakinan yang benar, harus dibangun di atas beberapa pondasi atau landasan.

.

• Tiga pilar untuk membangun sebuah keyakinan.

.

1. Berdasarkan Ilmu.

2. Berdasarkan persaksian.

3. Berdasarkan pengalaman.

.

(1) Berdasarkan ilmu.

.

Maksudnya, apa yang kita yakini, kita mendapatkannya dari ilmu yang kita pelajari. Akan tetapi ilmu yang sudah kita pelajari pun tidak bisa jadi jaminan kita mencapai kebenaran yang bisa di jadikan sebuah keyakinan.

.

Karena bisa jadi ilmu yang kita pelajari, ilmu yang berasal dari sumber yang salah, atau bisa jadi kita salah memahami ilmu.

.

Maka solusinya kita jangan pernah mencukupkan diri dalam berilmu, banyak mencari ilmu dan selektif dalam memilih sumber ilmu.

.

(2) berdasarkan persaksian.

.

Maksudnya, keyakinan yang kita yakini berdasarkan kesaksian. Apakah kesaksian diri kita atau orang lain yang bisa kita percaya.

.

(3) Berdasarkan pengalaman.

.

Maksudnya apa yang kita yakini, berdasarkan pengalaman pribadi atau pengalaman orang lain yang bisa di percaya.

.

Kita bisa meyakini sesungguhnya api itu panas, apabila memang kita pernah menyentuhnya. Sebuah keyakinan yang di bangun di atas pengalaman.

.

Banyak orang sudah merasa yakin dengan keyakinannya, padahal tiga poin tadi belum dia lewati, maka keyakinannya tersebut hanya berdasarkan kebodohan.

.

Maka tidak jarang kita mendengar, orang yang pindah keyakinan dan menyatakan keyakinan sebelumnya adalah sebuah kekeliruan.

.

.

ﺑﺮﻙ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻴﻜﻢ

.

Дδµ$ $@ŋţ๏$ą $๏๓ąŋţяί

.

https://agussantosa39.wo

rdpress.com/category/04-bidah/02-memahami-bidah/

.

.

===========