QIYAS SERAMPANGAN

.
QIYAS SERAMPANGAN
.
Oleh : Ikhwan pecinta meong
.
• Pengertian qiyas
.
Menurut etimologi (bahasa), qiyas berarti menyamakan atau membandingkan. Sedangkan pengertian qiyas menurut istilah (terminologi) artinya menetapkan status hukum suatu kejadian atau peristiwa yang tidak ada dasar nashnya dengan cara membandingkannya kepada suatu kejadian atau peristiwa yang lain yang telah tetap hukumnya berdasarkan nash karena ada persamaan ‘illat antara kedua kejadian atau peristiwa itu.
.
Adapun qiyas serampangan maksudnya yaitu, qiyas asal-asalan atau asal main qiyas, dan menurut para Ulama ahli usul fiqh, qiyas semacam itu di sebut dengan qiyas fasid i’itibar (qiyas tidak pada tempatnya). Qiyas serampangan termasuk kepada qiyas yang tercela.
.
Qiyas asal-asalan sering dijadikan dalil atau hujjah untuk membenarkan amalan-amalan, pendapat atau keyakinan-keyakinan batil oleh para pengusung kesesatan. Dan qiyas serampangan inilah yang menjadikan kesesatan laris manis di tengah-tengah umat Islam.
.
Tidak diragukan bahwa metode qiyas dalam ber-ijtihad yang dilakukan oleh seorang mujtahid, maka status hukumnya boleh dijadikan dalil dalam syariat. Namun demikian bukan berarti semua bentuk qiyas dibenarkan.
.
Al-Karmani rahimahullah berkata : “Ada dua jenis qiyas. Pertama, qiyas yang benar, yaitu qiyas yang memenuhi berbagai persyaratannya. Kedua, qiyas yang salah, yaitu yang tidak memenuhi persyaratannya. Qiyas yang inilah yang tercela, sedangkan qiyas yang benar, maka dia tidak tercela, bahkan dianjurkan”. (Fathul Bâri oleh Ibnu Hajar al-Asqalâni rahimahullah, 13/297).
.
• Bid’ah dan pendapat sesat akibat dari qiyas batil
.
– Ibnu Qayyim rahimahullah berkata : “Segala bentuk amalan bid’ah dan pendapat sesat yang disusupkan ke dalam agama para rasul berawal dari qiyas yang salah”. (I’ilâmul Muwaqqi’în, 2/29).
.
– Imam Ahmad berkata :
.
أَكْثَرُ مَا يُخْطِئُ النَّاسُ مِنْ جِهَةِ التَّأْوِيلِ وَالْقِيَاسِ. وَقَالَ : يَجْتَنِبُ الْمُتَكَلِّمُ فِي الْفِقْهِ هَذَيْنِ الْأَصْلَيْنِ الْمُجْمَلِ وَالْقِيَاسِ وَهَذِهِ الطَّرِيقُ يَشْتَرِكُ فِيهَا جَمِيعُ أَهْلُ الْبِدَعِ الْكِبَارِ وَالصِّغَارِ فَهِيَ طَرِيقُ الجهمية وَالْمُعْتَزِلَةِ وَمَنْ دَخَلَ فِي التَّأْوِيلِ مِنْ الْفَلَاسِفَةِ وَالْبَاطِنِيَّةِ الْمَلَاحِدَةِ
.
“Paling banyak kesalahan manusia itu dari arah ta’wil dan qiyas”. Dan ia berkata : “Dua hal pokok yang menjauhkan pembicara dari kefahaman adalah al-mujmal (garis besar/global, pukul rata) dan qiyas (perbandingan/analogi). Di dalam cara (mujmal dan qiyas) inilah bergabung seluruh ahli bid’ah yang kecil maupun yang besar. Dia itu adalah jalan golongan jahmiyah, mu’tazilah dan orang-orang yang memasuki wilayah ta’wil yaitu filosof, kebatinan, dan atheis/anti Tuhan”. (Al-Fatawa Ibnu Taimyyah 17/ 355, 356).
.
– Imam Ibnu Taimiyah berkata :
.
وَكُلُّ قِيَاسٍ عَارَضَ النَّصَّ فَإِنَّهُ لَا يَكُونُ إلَّا فَاسِدًا وَأَمَّا الْقِيَاسُ الصَّحِيحُ فَهُوَ مِنْ الْمِيزَانِ الَّذِي أَنْزَلَهُ اللَّهُ وَلَا يَكُونُ مُخَالِفًا لِلنَّصِّ قَطُّ بَلْ مُوَافِقًا لَهُ
.
“DAN SETIAP QIYAS YANG MENENTANG NASH MAKA SESUNGGUHNYA TIDAK ADA KECUALI KERUSAKAN. Adapun qiyas yang benar maka dia dari timbangan yang diturunkan Allah dan tidak menyelisihi nash sama sekali, bahkan menyesuaikan kepadanya”. (Al-Fatawa Ibnu Taimyyah 17/ 355, 356).
.
Karena tidak semua qiyas dibenarkan, maka waspadalah, sehingga tidak ceroboh dalam menerapkan qiyas atau menerima hasil qiyas dari orang lain. Yang akibatnya terperosok kedalam kesesatan.
.
• Yang pertamakali melakukan qiyas batil
.
Qiyas serampangan ternyata pertama kali dilakukan oleh dedengkot kesesesatan, makhluk Allah paling terkutuk yaitu iblis laknatullah ‘alaihi.
.
Diriwayatkan dari Ibnu Sirin, ia berkata :
.
أَوَّلُ مَنْ قَاسَ إبْلِيسُ وَمَا عُبِدَتْ الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ إلَّا بِالْمَقَايِيسِ
.
“Pertama kali yang berqiyas adalah iblis, dan tidaklah matahari dan bulan itu disembah kecuali karena qiyas”. (Ad-Darimi 1/65).
.
Dari Hasan al-Basri bahwa ia membaca ayat berikut ini :
.
خَلَقْتَنِى مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ
.
“Engkau menciptakan aku dari api dan Engkau menciptakannya (Adam) dari tanah”. (QS. Shaad: 76),
.
Kemudian Hasan Al-Basri berkata :
.
قَاسَ إِبْلِيسُ، وَهُوَ أَوَّلُ مَنْ قَاسَ
.
“Iblis berqiyas, dan dialah yang pertama kali berqiyas”. (Ad-Darimi 1/65).
.
Qiyas serampangan dilakukan pertama kalinya oleh iblis laknatullah biangnya kesesatan, namun ternyata qiyas asal-asalan di lakukan juga oleh manusia, namun tentunya oleh mereka para pelakon menyimpang dan sesat.
.
• Contoh qiyas serampangan
.
Ketika sedang ramai-ramainya pro kontra terhadap Basuki Cahaya Purnama (Ahok), yang mencalonkan diri untuk menjadi Gubernur DKI jakarta periode 2017 – 2022, seorang ‘ustadz’ yang dikenal dengan nama ustadz Nur Maulana, pengisi program Islam Itu Indah di salah satu stasiun TV swasta, melontarkan pendapat dalam ceramahnya pada Senin (9/11/2015) pagi, sebagaimana yang dilansir pada halaman Fanpage Facebook, Front Pembela Islam (FPI), yang memancing reaksi keras dari beberapa tokoh umat Islam dan Ormas Islam di Indonesia.
.
Dalam pernyata’an kontroversialnya ‘ustadz’ Maulana mengatakan,
“ . . Kalau kita membahas kepemimpinan tidak usah bicara agama. Kepemimpinan itu tidak berbicara masalah agama. JADI KAU TIDAK MAU NAIK PESAWAT KALAU PILOTNYA AGAMA LAIN ?, jadi berbicara seperti ini jangan ada black campaign . .”
.
Pernyata’an ‘ustadz’ Maulana di atas yang menyamakan (mengqiyaskan) pilot pesawat dengan pimpinan sebuah negara tentu saja adalah sebuah analogi (qiyas) serampangan atau qiyas asal-asalan. Dan ternyata analogi sesat atau qiyas asal-asalan ‘ustadz’ Nur Maulana tersebut mendapatkan reaksi keras dari beberapa tokoh umat Islam dan Ormas Islam di Indonesia.
.
Diantara reaksi keras terhadap qiyas batil ‘ustadz’ Nur Maulana di atas datang dari Kyai Cholil Ridwan, Lc. Anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.
.
Menurut Kyai Cholil, “Itu menyesatkan pernyata’an seperti itu, karena itu bertentangan dengan Al-Qur’an,” kata Kyai Cholil sa’at dihubungi Panjimas.com, selasa (10/11/2015).
.
So’al analogi pilot pesawat non muslim yang disampaikan Ustadz Maulana, menurut Kyai Cholil analogi tersebut sangat berbeda. Pasalnya, perkara pilot pesawat itu muslim atau non muslim tidak ada masalah, sebab hal ini menyangkut urusan muamalah dalam Islam, dimana hal itu diberikan kelonggaran. Berbeda dengan masalah kepimpinan yang jelas diatur dalam syariat Islam.
.
“Tidak bisa dianalogikan dengan pilot pesawat. Apalagi kalau pesawatnya yang punya orang kafir, sehingga tergantung yang punya pesawat atau perusahaan itu. Kita naik haji pun pakai pesawat, itu tidak masalah. Pesawat hanya mengantar orang naik haji ke Jeddah, lalu kita turun, kemudian pulang naik pesawat itu lagi. Ngga ada yang perlu dipermasalahkan soal itu, karena ngga ada hajinya lalu ngga mabrur karena pilotnya kafir. Begitu juga kalau kita belanja di swalayan yang miliknya orang kafir, itu juga tidak masalah,” ujar Cholil Ridwan, Lc.
.
Diantara reaksi keras lainnya datang dari Ketua Komisi Penelitian Dan Pengkajian Aliran Sesat MUI Kota Bogor, ustadz Willyuddin A.R. Dhani.
.
“Kias dan analogi ustadz Maulana tentang kepempinan dalam Islam digambarkan seperti pilot, jelas tidak nyambung dan semakin menggambarkan kejahilan dirinyanya terhadap masalah agama”. Ujar ustadz Willyuddin A.R. Dhani.
.
Di akhir komentarnya, ustadz Willyuddin A.R. Dhani memberikan pesan, “Tolong sampaikan kepada USTADZ GADUNGAN tersebut agar segera taubat dan membuat pernyataan di TV yang sama untuk mencabut ceramah ngawurnya itu dan meminta ma’af kepada umat Islam, sebelum Allah melaknat dia di akhir hayatnya atau Allah balikkan kepalanya jadi kaki, dan kakinya jdi kepala”.
.
Selain kritikan keras juga datang sindiran terhadap pernyata’an ‘ustad’ Nur Maulana di atas dari ustadz Muhammad Arifin Ilham yang tertulis dalam fans page Facebook milik Ustadz Arifin Ilham. “Ingat setiap mu’min apalagi juru da’wah wajib menyampaikan dalil yang berdasar Al-Qur’an dan Sunnah.
.
Ustadz Muhammad Arifin Ilham juga menuliskan do’anya, “ALLAHUMMA, Ya Allah, lindungilah kami dari juru da’wah jahil yang menyesatkan kami dari PETUNJUKMU dan SUNNAH NABIMU. Aamiin.
.
Semoga bermanfa’at.
.
با رك الله فيكم
.
✍ : Дδµ$ $@ŋţ๏$ą $๏๓ąŋţяί
.
https://agussantosa39.wordpress.com/category/04-bidah/02-memahami-bidah/
.
.
Sumber tulisan :
.
http://www.panjimas.com/news/2015/11/10/kyai-cholil-ridwan-pernyataan-ustadz-maulana-menyesatkan-bertentangan-dengan-al-quran/
.
https://m.eramuslim.com/berita/nasional/mui-bogor-serukan-agar-pelawak-ini-bertaubat.htm
.
http://m.voa-islam.com/news/indonesiana/2015/11/11/40550/ustadz-arifin-ilham-sindir-maulana/
.
.
_________________