MANUSIA SUKA MEMBANTAH

MANUSIA SUKA MEMBANTAH
.
Diantara sifat buruk yang dimiliki manusia adalah suka membantah. Membantah perintah, membantah larangan atau membantah kebenaran.
.
Allah Ta’ala berfirman :
.
وَكَانَ ٱلْإِنسَٰنُ أَكْثَرَ شَىْءٍ جَدَلً
.
”Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah”. (Q.S Al-Kahfi: 54).
.
Terkait dengan ayat di atas, di riwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu malam membangunkan Ali bin Abu Thalib dan Fatimah binti Rasulullah. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada mereka,
.
أَلَا تُصَلُّونَ
.
“Tidakkah sebaiknya kalian mendirikan shalat ?”
.
Ali bin Abu Thalib menjawab,
.
يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّمَا أَنْفُسُنَا بِيَدِ اللَّهِ فَإِذَا شَاءَ أَنْ يَبْعَثَنَا بَعَثَنَا
.
“Wahai Rasulullah, jiwa kita ada di tangan Arrahman, kalaulah Dia berkenan membangunkan kita niscaya Dia membangunkan”.
.
Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pergi ketika Ali menjawab demikian. Dan sa’at Rasulullah kembali, beliau menepuk paha Ali bin Abu Thalib serta membacakan ayat,
.
وَكَانَ الْإِنْسَانُ أَكْثَرَ شَيْءٍ جَدَلًا
.
“Sungguh manusia itu makhluk yang suka membantah”. (QS. Al Kahfi; 54). (Hadits Bukhari, 6801).
.
Membantah perintah, membantah larangan atau membantah kebenaran sudah di lakukan manusia semenjak dahulu.
.
Begitu pula sa’at ini, ketika perintah Allah Ta’ala dan Rasul-Nya di serukan, ketika larangan Allah Ta’ala dan Rasul-Nya di sampaikan, ketika kebenaran yang datangnya dari Allah dan Rasul-Nya di tunjukkan, maka kebanyakan dari manusia bernafsu untuk membantah.
.
Di cari-carinya dalih untuk membenarkan apa yang dilakukan dan di yakininya walaupun menyimpang dari kebenaran. Di cari-carinya dalil untuk menolak kebenaran. Seterang apapun kebenaran di tunjukkan, dicarinya celah untuk bisa membantah.
.
Merebaknya ke maksiatan di muka bumi, takhayul menjamur, bid’ah merajalela dan ke syirikan sulit di basmi, adalah karena banyaknya manusia yang suka membantah.
.
Tidak ada seorang Rasul pun yang membawa risalah Allah Ta’ala kecuali mendapatkan bantahan dari para penentangnya. Begitu pula para Ulama pewaris dan penerus dakwah Nabi banyak di bantah manusia yang memusuhi dan menentangnya.
.
Bisa membantah tidak berarti bantahannya dibangun diatas ilmu. Banyak manusia membantah kebenaran padahal bantahannya di bangun di atas syubhat-syubhat menyesatkan.
.
Membantah adalah perkara mudah. Orang-orang bodoh yang jauh dari ilmu begitu pula orang pandir dan anak kecil sekalipun bisa membantah apa yang ingin di bantahnya.
.
Makhluk yang pertama kali membantah adalah Iblis laknatullah ‘alaihi, biangnya kesesatan.
.
Ketika Allah Ta’ala menyuruh iblis untuk sujud kepada Adam ‘alaihis salam Iblis membantahnya, dan Iblis pun berdalih.
.
Iblis berkata :
.
أَنَاْ خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِي مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُ مِن طِينٍ
.
“Aku lebih baik dari padanya (Adam), Engkau telah menciptakan aku dari api dan Engkau menciptakannya dari tanah”. (QS. Al-Araf, 12).
.
Itulah argumen Iblis ketika membantah perintah Allah Ta’ala untuk sujud kepada Adam. Menurut iblis api lebih mulia daripada tanah. Maka iblis yang asalnya makhluk ta’at berubah jadi makhluk paling sesat karena membantah.
.
Namun ternyata sikap Iblis yang menjadikannya terkutuk banyak di ikuti manusia.
.
.
با رك الله فيكم
.
By : Дδµ$ $@ŋţ๏$ą $๏๓ąŋţяί
.
https://agussantosa39.wordpress.com/category/04-bidah/02-memahami-bidah/
.
.
_____________________

Iklan