SIFAT ASLI YAHUDI

SIFAT ASLI YAHUDI

WATAK YAHUDI : Banyak Tanya, Banyak Membantah, Banyak Menyelisihi

Jangan Ditiru !!

– Jika ada yang banyak tanya hanya untuk membingungkan dan menyudutkan orang yang ditanya.

– Jika ada yang banyak tanya hanyak untuk membantah dan menolak kebenaran (Al Qur’an dan Sunnah).

– Jika ada yang banyak tanya hanya untuk memancing terjadinya saling berbantah-bantahan.

Maka sifat seperti ini mirip Yahudi.

Lihat Yahudi.. Mereka bertanya bukan untuk keinginan “mengamalkan pertanya’an yang mereka tanyakan”.. Tapi hanya untuk “sekedar bertanya”.. Bahkan pertanyaan yang mereka ajukan hanyalah untuk membingungkan orang yang ditanya..

Mereka hanya disuruh menyembelih sapi betina saja… tapi mereka banyak bertanya, dan mempersulit diri… hingga akhirnya Allah mempersulit mereka… Seandainya mreka MENCUKUPKAN DIRI dengan perintah tersebut, niscaya Allah tidak akan menambahkan penjelasan terhadap perintahNya tersebut…

Bahkan mereka hampir saja tidak mengamalkan apa yang mereka tanyakan tersebut… Sesungguhnya penyembelihan itu bukanlah hal yang mereka inginkan, karena mereka memang tidak ingin menyembelihnya..

Meskipun telah datang berbagai penjelasan, tanya jawab.. Maka mereka tidak menyembelihnya kecuali setelah bersusah payah.. Ini merupakan cela’an atas mereka..

Tujuan mereka bertanya itu hanyalah untuk membingungkan Nabi Musa semata.. Oleh karena itu mereka hampir saja tidak menyembelihnya..

(Gambaran sifat Yahudi ini ada dalam Al Baqarah 67-74).

Dan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam melarang kita untuk menirukan kelakuan seperti itu :

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوهُ وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَافْعَلُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ

“Apa yang telah aku larang untukmu maka jauhilah. Dan apa yang kuperintahkan kepadamu, maka kerjakanlah sesuai dengan kemampuanmu.

فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ كَثْرَةُ مَسَائِلِهِمْ وَاخْتِلَافُهُمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ

”Sesungguhnya umat sebelum kalian binasa karena mereka banyak tanya, dan sering menyelisihi para Nabi mereka”. (HR. Muslim).

_______________

Iklan