SAKIT JIWA (PSIKOPAT)

SAKIT JIWA (PSIKOPAT)

Psikopat secara harfiah berarti sakit jiwa, pengidap penyakit ini mudah dikenali dari perilakunya yang antisosial dan tidak nyaman buat orang-orang disekitarnya.

Psikopat tidak sama dengan gila, karena seorang psikopat sadar sepenuhnya atas ucapan dan perbuatannya.

Pengidap penyakit psikopat lebih banyak yang berkeliaran hidup bebas daripada yang mendekam di penjara atau di rumah sakit jiwa.

Seorang ahli psikopat mengatakan, pengidap psikopat akan menjadikan orang-orang disekitarnya merasa tidak nyaman, karena seorang psikopat adalah manusia anti sosial.

Anti kritik, ucapan buruk, kasar, rendah, senang menghina, mengolok-olok, cengengesan, tidak merasa bersalah, egosentris, menjadi tipikal seorang psikopat. Disamping dangkal otaknya karena memang seorang psikopat tidak pernah melatih dirinya untuk menela’ah suatu masalah.

Seorang psikopat sangat intoleran, diluar yang diyakini dan disukainya apalagi yang di bencinya akan menjadi bulan-bulanan.

Para ahli kejiwa’an juga mengatakan, bahwa seorang psikopat, kecil kemungkinan bisa sembuh.

Menurut penelitian, mereka yang berkepribadian psikopat mempunyai latar belakang yang suram, masa kecil yang tidak tumbuh emosinya secara optimal.

Anak-anak yang tidak dididik dan diasuh dengan baik, menjadikan emosinya berkembang secara liar, sehingga dia akan tumbuh menjadi orang yang tidak bisa berempati. Dengan perkata’an lain, mereka akan menjadi orang dengan kepribadian tidak menyenangkan.

Di media sosial facebook misalnya, seorang psikopat sangat mudah dikenali, dia gemar menjadikan poto dirinya sebagai poto profilnya. Tapi di sisi lain dia tidak menjaga prilakunya sebagai kehormatan diri yang harus dijaganya dengan baik, karena memang seorang psikopat hampir tidak mengenal peradaban bahkan memiliki sikap primitif.

Para pakar ilmu sosial memberikan saran, mereka yang menggunakan media sosial, sebaiknya menghindari pertemanan dengan orang-orang yang memiliki gejala psikopat, karena sebagaimana tujuan awal dari media sosial adalah untuk terbentuknya komunitas pertemanan yang luas, sehingga mampu memotivasi dalam mengembangkan diri, berinteraksi satu sama lain, menambah wawasan dan meningkatkan kualitas diri, sehingga dapat memberikan kontribusi dalam kehidupan. Tapi dengan adanya orang psikopat di media sosial, maka tujuan baik itu malah jadi sirna dan berubah jadi media kontra produktif, tidak berguna.

Jadi sikap bijaksana kita, adalah selektif dalam menerima atau menambahkan pertamanan di media sosial.

Wasallam

Agus Santosa Somantri

========================

Iklan