SIAPA SEBENARNYA YANG BODOH

SIAPA SEBENARNYA YANG BODOH

Ketika ada orang yang memperingatkan umat untuk tidak melakukan ibadah-ibadah yang tidak ada tuntutannya (bid’ah), sering dicemooh dikatakan bodoh, dungu, otak dangkal, kaku, pikirannya tidak maju, dll.

Sebutan orang bodoh, dungu dan istilah-istilah semacam itu yang dialamatkan kepada para pengikut kebenaran bukan hal baru, para Nabi dan para pengikutnya sering dicemooh demikian. Contohnya Nabi Nuh ‘Alaihissalam dan para pengikutnya.

Para penentang dakwah yang diserukan oleh Nabi Nuh ‘Alaihissalam menyebut Nabi Nuh dan para pengikutnya sebagai orang bodoh. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an,

Allah Ta’ala berfirman :

وَ إِذَا قِيْلَ لَهُمْ آمِنُوْا كَمَا آمَنَ النَّاسُ قَالُوْا أَنُؤْمِنُ كَمَا آمَنَ السُّفَهَاء أَلاَ إِنَّهُمْ هُمُ السُّفَهَاءُ وَلَكِنْ لاَّ يَعْلَمُوْنَ

”Dan apabila dikatakan kepada mereka : “Berimanlah sebagaimana telah beriman manusia (lain)”, mereka menjawab : “Apakah kami akan beriman sebagaimana berimannya or­ang-orang yang bodoh itu ?”, Ketahuilah, sesungguh­nya mereka itulah yang bodoh­, akan tetapi mereka tidak tahu.

• Bodoh adalah sumber segala penyakit dan bencana

Orang bodoh kebanyakan memang tidak sadar dengan kebodohannya, padahal kebodohan sangat berbahaya dan mengerikan akibatnya.

Bukankah para penentang Nabi dan Rasul adalah akibat kebodohannya ?

Dan bagaimana akhir kehidupannya yang mereka dapatkan ?

Ada yang Allah binasakan di dunia dan tentu saja adzab di akhirat lebih besar.

• Siapa yang sebenarnya bodoh ?

Benarkah tuduhan mereka bahwa orang yang memperingatkan umat dari bid’ah adalah orang bodoh ?

Atau sebaliknya, mereka yang bodoh ?

Untuk mengetahui hal ini, maka kita harus melihat sifat-sifat orang bodoh yang disebutkan dalam Al-Qur’an.

• Sifat orang-orang bodoh dalam Al-Qur’an

– Di dalam Surat Ar-Rodu ayat 19 Allah Ta’ala menyebutkan bahwa orang-orang bodoh adalah orang yang tidak punya pengetahuan.

Allah Ta’ala berfirman :

أَفَمَنْ يَعْلَمُ أَنَّمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ الْحَقُّ كَمَنْ هُوَ أَعْمَى إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الألْبَابِ

”Maka apakah orang yang mengetahui bahwa apa yang diturunkan Tuhan kepadamu adalah kebenaran sama dengan orang yang buta ? Hanya orang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran”. (Ar-Rodu : 19).

– Di dalam Surat Al-Furqon, ayat 44, Allah menyifati orang-orang bodoh adalah orang yang tidak mau mendengarkan dan tidak berusaha untuk memahami.

Allah Ta’ala berfirman :

أَمْ تَحْسَبُ أَنَّ أَكْثَرَهُمْ يَسْمَعُونَ أَوْ يَعْقِلُونَ ۚإِنْ هُمْ إِلَّا كَالْأَنْعَامِ ۖبَلْ هُمْ أَضَلُّ سَبِيلًا

”Atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu). (Al-Furqon: 44).

Dari keterangan ayat-ayat diatas, maka orang bodoh adalah orang yang tidak memiliki ilmu tidak suka mendengarkan dan tidak pernah mau memahami.

Para penentang dakwah Rasul dan orang-orang yang tidak suka ada orang yang memperingatkan umat dari penyimpangan dalam agama adalah karena tidak adanya ilmu yang mereka miliki, tidak mau mendengarkan keterangan yang disampaikan kepadanya dan tidak mau berusaha untuk memahami. Maka sebenarnya merekalah yang hakekatnya orang yang bodoh.

والله أعلمُ بالـصـواب

Agus Santosa Somantri

https://agussantosa39.wordpress.com/category/1-bidah/%e2%80%a2-memahami-bidah/

===============

Iklan