MEWASPADAI BAHAYANYA KEBODOHAN

MEWASPADAI BAHAYANYA KEBODOHAN

Pepatah Arab mengatakan :

العلم نور والجهل ظلام

”Ilmu itu cahaya dan bodoh itu kegelapan”.

Ilmu adalah perkara yang penting dalam kehidupan manusia. Dengan ilmu manusia akan bisa membedakan mana yang benar mana yang salah.

Orang yang bodoh akan ilmu agama disebutkan oleh Allah ta’ala sebagai seorang yang buta yang tidak bisa melihat kebenaran dan kebaikan.

Allah ta’ala berfirman :

أَفَمَن يَعْلَمُ أَنَّمَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ ٱلْحَقُّ كَمَنْ هُوَ أَعْمَىٰٓ ۚ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ

”Apakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta ? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran”. (QS: Ar-Ra’d: 19).

Hal ini menunjukkan bahwa yang sebenarnya memiliki penglihatan dan pandangan yang hakiki hanyalah orang-orang yang berilmu. Adapun orang yang bodoh akan ilmu agama hakikatnya adalah orang yang buta yang berjalan di muka bumi tanpa dapat melihat.

Banyak manusia berbondong-bondong terjerumus kedalam ajaran dan faham sesat akibat dari jauhnya mereka dari lmu agama. Dan akibatnya ketika ajaran dan faham sesat itu sudah dilakukan mayoritas manusia, jadilah kesesatan itu dipandang sebagai ajaran yang benar, dan orang-orang bodoh pun semakin sulit keluar dari kesesatannya, karena mereka menyangka bahwa apa yang dilakukannya sebagai perkara yang benar.

Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata :

مَنْ عَبَدَ اللهَ بِجَهْلٍ , أَفْسَدَ أَكْثَرَ مِماَّ يُصْلِحُ

”Barangsiapa beribadah kepada Allah dengan kebodohan, dia telah membuat kerusakan lebih banyak daripada membuat kebaikan”. (Majmu’ Fatawa 25/281).

Ibnul Qayyim rohimahulloh berkata : “Tidaklah diragukan bahwa kebodohan adalah pokok dari segala kerusakan dan kejelekan yang didapatkan oleh seorang hamba di dunia dan di akhirat adalah dampak dari kebodohan”. (Miftaah Daaris Sa’adah, 1/87).

• ORANG BODOH IBARAT LALAT

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu ta’ala berkata : “Orang bodoh itu bagaikan lalat yang tidak hinggap kecuali pada kulit yang terluka, dan dia tidak mau hinggap pada kulit yang normal. Adapun orang yang berakal, ia akan memilah-milah, ini yang baik, dan ini yang tidak baik”.

Sungguh indah untaian kalimat ini, ringkas tetapi penuh arti.

Demikianlah memang keada’an orang-orang bodoh, bagaikan seekor lalat yang tidak pernah berfikir apakah ini baik atau buruk, wangi atau bau busuk.

Seorang yang berakal, sebelum melaksanakan sesuatu, ia akan berfikir dengan matang, apa akibat yang ditimbulkannya, benar atau salah, berpahala atau tidak, menuai keridhaan ataukah justru kemurka’an, menguntungkan atau justru merugikan.

Agus Santosa Somantri

https://agussantosa39.wordpress.com/category/1-bidah/%e2%80%a2-memahami-bidah/

————————

Iklan