MENYIMPANG SETELAH MENDAPAT HIDAYAH

MENYIMPANG SETELAH MENDAPAT HIDAYAH

لماذا ينتكس البعض بعد استقامته على طريق الهداية ؟؟؟

Mengapa ada sebagian orang yang justru berbalik (menyimpang) setelah ia konsisten di atas jalan hidayah (bahkan sebelumnya ia mendakwahkan sunnah)…??

قيل للشيخ ابن باز :

Syaikh Bin Baz pernah ditanya :

ياشيخ، فلان انتكس

Wahai Syaikh; si fulan berbalik (menyimpang)

قال الشيخ :

Syaikh berkata :

(لعل انتكاسته من أمرين :

Boleh jadi dia berbalik menyimpang karena dua hal :

إما أنه لم يسأل الله الثبات، أو أنه لم يشكر الله على الإستقامة)

Pertama, dia mungkin tidak pernah meminta kepada Allah agar diteguhkan (di atas alhaq), atau yang kedua, ia tidak bersyukur setelah diberikan keteguhan dan keistiqomahan oleh Allah.

فحين اختارك الله لطريق هدايته

Maka tatkala Allah telah memilihmu berjalan di atas jalan hidayah-Nya,

ليس لأنك مميز أو لطاعةٍ منك

camkanlah bahwa itu bukan karena keistimewaanmu atau karena ketaatanmu,

بل هي رحمة منه شملتك

melainkan itu adalah rahmat dari-Nya yang meliputimu

قد ينزعها منك في أي لحظة

Allah bisa saja mencabut rahmat tersebut kapan saja darimu

لذلك لا تغتر بعملك ولا بعبادتك

Oleh karena itu, jangan engkau tertipu dengan amalanmu, jangan pula disilaukan oleh ibadahmu

ولا تنظر باستصغار لمن ضلّ عن سبيله

Jangan engkau memandang remeh orang yang tersesat dari jalan-Nya

فلولا رحمة الله بك لكنت مكانه

Kalau bukan karena rahmat Allah padamu, niscaya engkau akan tersesat pula, posisimu akan sama dengan orang yang tersesat itu.

أعيدوا قراءة هذه الآية بتأنٍّ

Ulang-ulang lah membaca ayat berikut ini dengan penuh penghayatan

﴿ولوﻵ أن ثبتناك لقد كدت تركن إليهم شيئا قليلا﴾

“Andai Kami tidak meneguhkanmu (wahai Muhammad ﷺ), sungguh engkau hampir-hampir saja akan sedikit condong kepada mereka (orang-orang yang tersesat itu).”

إياك أن تظن أن الثبات على الإستقامة أحد إنجازاتك الشخصية …

Jangan pernah engkau menyangka, bahwa keteguhan di atas istiqomah, merupakan salah satu hasil jerih payahmu pribadi.

تأمل قوله تعالى لسيد البشر..

Perhatikan firman Allah kepada Pemimpin segenap manusia (Muhammad ﷺ) :

“ولولا أن ثبتناك”

“Kalau bukan Kami yang meneguhkanmu (wahai Muhammad ﷺ)…”

فكيف بك !!؟

Maka apalagi engkau…!!?

نحنُ مخطئون عندما نتجاهل أذكارنا

Kita sering keliru, manakala kita melupakan dzikir-dzikir kita

نعتقد أنها شيء غير مهم وننسى

Kita menyangka bahwa dzikir-dzikir itu tidak penting, sehingga kita pun melupakannya.

بأن الله يحفظنا بها، وربما تقلب الأقدار..

Kita lupa bahwa Allah akan menjaga kita karena dzikir-dzikir tersebut. Boleh jadi takdir Allah akan berbalik.

يقول ابن القيم :

Ibnu al-Qayyim berkata :

حاجة العبد للمعوذات أشدُ من حاجته للطعام واللباس..!

Kebutuhan hamba akan doa dan dzikir (agar Allah memberikan perlindungan), melebihi kebutuhannya akan makanan dan pakaian.

داوموا على أذكاركم لتُدركوا معنى :

Maka rutinkanlah membaca doa dan dzikir kalian, agar kalian meraih apa yang dijanjikan dalam sabda Rasulullah ﷺ :

احفظ الله يحفظك..

“Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjaga kalian”

تحصنوا كل صباح ومساء ؛

Niscaya kalian akan mendapatkan perlindungan pagi dan petang.

فالدنيا مخيفة .. وفي جوفها مفاجأت .. والله هو الحافظ لعباده

Dunia ini benar-benar menakutkan…. di lorongnya ada banyak hal yang menyentakkan… Allah, Dialah yang Maha Menjaga hamba-hamba-Nya.

Zainal Abidin bin Syamsuddin Lc, حفظه الله تعالى

_________________

UCAPAN YANG PALING DI BENCI ALLAH TA’ALA

UCAPAN YANG PALING DI BENCI ALLAH TA’ALA
.
Sering kita jumpai sikap rasa tidak senang yang di tunjukkan kepada orang yang menyeru kepada jalan Allah Ta’ala. Terkadang keluar ucapan dari lisan mereka, “Urus saja dirimu sendiri, tidak perlu mengurusi orang lain, seperti dirimu yang sudah bener saja”. Dan ucapan-ucapan semacam itu.
.
Mereka tidak sadar bahwa sikap dan ucapan seperti itu adalah ucapan yang sangat di benci oleh Allah Ta’ala.
.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
.
إِنَّ أَبْغَضَ الْكَلَامِ إِلَى اللهِ أَنْ يَقُولَ الرَّجُلُ لِلرَّجُلِ: اتَّقِ اللهَ ! فَيَقُولُ: “عَلَيْكَ بِنَفْسِكَ”.
.
Sesungguhnya perkata’an yang paling di benci Allah ialah, ketika seseorang menasehati temannya, “Bertaqwalah kepada Allah”, namun dia menjawab : “Urus saja dirimu sendiri”. (HR. Baihaqi dalam Syu’abul Iman, 1/359, an-Nasai dalam Amal al-Yaum waal-Lailah, 849).
.
Perkata’an tersebut sangat dibenci karena merupakan bentuk sikap kesombongan.
.
Sombong dan menolak seruan orang yang menyeru kepada jalan Allah Ta’ala diantaranya di tunjukkan orang-orang durhaka dari umat Nabi Nuh ‘alaihis salam. Sebagaimana di sebutkan dalam Al-Qur’an.
.
قَالَ رَبِّ إِنِّي دَعَوْتُ قَوْمِي لَيْلًا وَنَهَارًا، فَلَمْ يَزِدْهُمْ دُعَائِي إِلَّا فِرَارًا، وَإِنِّي كُلَّمَا دَعَوْتُهُمْ لِتَغْفِرَ لَهُمْ جَعَلُوا أَصَابِعَهُمْ فِي آذَانِهِمْ، وَاسْتَغْشَوْا ثِيَابَهُمْ وَأَصَرُّوا وَاسْتَكْبَرُوا اسْتِكْبَارًا
.
Nuh berkata : “Ya Tuhanku Sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang. Maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran). Setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (kemukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan sangat menyombongkan diri”. (QS. Nuh: 5-7).
.
Semoga kita termasuk kepada orang-orang yang menyombongkan diri dan berpaling dari kebenaran.
.
Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda :
.
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ
.
“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi. Ada seseorang yang bertanya, Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus ? Beliau menjawab, Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain”. (HR. Muslim no. 91).
.
.
با رك الله فيكم
.
By : Дδµ$ $@ŋţ๏$ą $๏๓ąŋţяί
.
.
_________

KEBODOHAN MERAJALELA

KEBODOHAN MERAJALELA
.
Kiamat adalah ketetapan Allah Ta’ala yang pasti akan terjadi dan sebagai perkara yang wajib di imani oleh setiap kaum muslimin. Tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan kiamat akan terjadi termasuk malaikat jibril sekalipun. Namun demikian, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam telah memberikan banyak gambaran kepada umatnya tentang tanda-tanda menjelang datangnya kiamat, salah satunya adalah merebaknya kebodohan.
.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
.
ﻣﻦ ﺃﺷﺮﺍﻁ ﺍﻟﺴﺎﻋﺔ ﺃﻥ ﻳُﺮْﻓَﻊَ ﺍﻟﻌﻠﻢ، ﻭﻳَﺜْﺒُﺖَ ﺍﻟﺠﻬﻞُ
.
“Termasuk tanda-tanda hari kiamat adalah diangkatnya ilmu dan tetapnya kebodohan”. (Shahih Al-Bukhariy, Kitaabul-‘Ilmi, Baab Raf’il-‘Ilmi wa Qabdlihi wa Dhuhuuril-Jahli [1:/178]).
.
Diangkatnya ilmu yang dimaksud di hadits tersebut adalah dengan di wafatkannya para Ulama.
.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
.
ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻻ ﻳَﻘْﺒِﺾُ ﺍﻟﻌﻠﻢَ ﺍﻧﺘﺰﺍﻋﺎً ﻳﻨﺘﺰﻋُﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩ، ﻭﻟﻜﻦْ ﻳﻘﺒِﺾُ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺑﻘﺒﺾ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ
.
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengangkat ilmu dengan sekali cabutan dari manusia. Namun Allah akan mengangkat ilmu dengan mewafatkan para ulama”. (Shahih Al-Bukhariy, Kitaabul-‘Ilmi, Baab Kaifa Yaqbidlul-‘Ilm (1/194).
.
Ulama yang dimaksud dalam hadits tersebut adalah para Ulama pewaris Nabi. Para Ulama yang menuntun umat untuk mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam dan membimbing umat berjalan diatas manhaj Shalafus Shaalih. Para Ulama yang membentengi dan menjaga umat dari para penyeru kebid’ahan dan kesyirikan. Para Ulama yang menghalau para pelaku penyimpangan dan kesesatan.
.
Ketika semakin sedikitnya para Ulama pewaris Nabi, maka umat menjadikan orang-orang bodoh terhadap ilmu syar’i sebagai pemimpin dalam peribadahan-peribadahan mereka. Umat mengambil fatwa dan pelajaran-pelajaran agama dari orang-orang bodoh yang di pandang sebagai orang alim. Maka akibatnya umat menyimpang dan tersesat.
.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
.
ﺣﺘﻰ ﺇﺫﺍ ﻟﻢ ﻳﺒﻖَ ﻋﺎﻟﻤﺎً؛ ﺍﺗَّﺨﺬ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺭﺅﻭﺳﺎَ ﺟُﻬَّﺎﻻ، ﻓﺴُﺌِﻠﻮﺍ ؟ ﻓﺄﻓﺘﻮﺍ ﺑﻐﻴﺮ ﺍﻟﻌﻠﻢ، ﻓﻀﻠّﻮﺍ ﻭﺃﺿﻠﻮﺍ
.
”Hingga ketika tidak tersisa lagi seorang berilmu (di tengah mereka), manusia mengangkat para pemimpin yang bodoh. Mereka ditanya, dan mereka pun berfatwa tanpa ilmu. Hingga akhirnya mereka sesat dan menyesatkan (orang lain)”. (Shahih Al-Bukhariy, Kitaabul-‘Ilmi, Baab Kaifa Yaqbidlul-‘Ilm (1/194).
.
Kebodohan yang dimaksud dalam hadits diatas adalah kebodohan dalam ilmu agama, bukan ilmu duniawi. Karena seiring zaman, ilmu pengetahuan duniawi semakin berkembang dan beragam inovasi dalam sain dan teknologi dapat diciptakan manusia.
.
Di sa’at menjelang hari kiamat, kebodohan meluas di semua stratifikasi sosial, bukan saja ditingkat kelas sosial rendah tapi juga di kalangan elit para pemimpin masyarakat yang seharusnya mereka bisa dijadikan panutan.
.
Meluasnya kebodohan dalam hadits yang disebutkan diatas, apabila dikorelasikan dengan kondisi ke kinian. Maka bisa jadi pekatnya kegelapan yang menyelimuti umat akibat kebodohan sudah terjadi sa’at ini. Banyak indikasi yang kita saksikan.
.
Al-Haq (kebenaran) di musuhi dan kebatilan di ikuti. Bermunculan bid’ah, kesyirikan dan faham-faham menyimpang di tengah-tengah umat. Beribadah bukan lagi mengikuti petunjuk Allah Ta’ala dan Rasul-Nya, tapi dibangun di atas hawa napsu. Taqlid buta dan ta’ashub kepada orang yang dianggap alim, kepada madzhab atau kepada kelompok tertentu.
.
Bermunculan para penyesat di tengah-tengah umat, mereka berfatwa seolah-olah pakarnya, dan umat yang bodoh pun selalu mengikutinya. Sesama umat Islam bertikai saling bermusuhan bahkan sampai menumpahkan darah.
.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
.
ﻭﻳَﻜْﺜﺮ ﺍﻟﻬَﺮْﺝ
.
” . . Dan banyaknya ‘harj’ (pembunuhan)”. [Shahih Muslim, Kitaabul-‘Ilmi, Baab Raf’il-‘Ilmi (16/222-223)].
.
Demikianlah kondisi sa’at menjelang datangnya kiamat, umat diselimuti kegelapan.
.
Namun demikian, walaupun kebodohan meluas di semua lapisan masyarakat, akan tetapi akan tetap ada sekelompok orang yang berdiri di atas ilmu, walaupun jumlah mereka sangat sedikit.
.
Sebagaimana dikatakan Ibnu Hajar, beliau berkata :
.
ﻭﻻ ﻳﻤﻨﻊ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ ﻭﺟﻮﺩُ ﻃﺎﺋﻔﺔ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻌﻠﻢ، ﻷﻧﻬﻢ ﻳﻜﻮﻧﻮﻥ ﺣﻴﻨﺌﺬ ﻣﻐﻤﻮﺭﻳﻦ ﻓﻲ ﺃﻭﻟﺌﻚ
.
”Namun hal itu tidaklah menghalangi untuk tetap adanya sekelompok ahli ilmu (ulama) di tengah umat, karena pada waktu itu mereka tertutup oleh dominasi masyarakat yang bodoh akan ilmu agama”. [Fathul-Baariy (13/16)].
.
Sudah menjadi ketetapan Allah Ta’ala, disa’at kebodohan merajalela, akan tetap ada sekelompok orang yang berdiri diatas ilmu, sekelompok orang yang menjaga aqidah dan manhajnya dari kerusakan akibat tipu daya para penyeru kesesatan yang mengemas syubhat dan kebatilan dengan kepandaian lisan mereka memainkan dalil yang membuat orang-orang bodoh tersihir dan terkecoh.
.
Semoga Allah Ta’ala melindungi kita dari kebodohan dan tipu daya para penyesat umat. Aamiin.
.
.
با رك الله فيكم
.
By : Дδµ$ $@ŋţ๏$ą $๏๓ąŋţяί
.
https://agussantosa39.wordpress.com/category/01-islam-dakwah-tauhid/01-islam-sudah-sempurna/
.
.
=============

BANGGA GOLONGAN

BANGGA GOLONGAN
.
Diantara fenomena memprihatinkan yang terjadi ditengah-tengah kaum muslimin sa’at ini begitu pula di masa lalu setelah lewatnya masa As-Shalafus Shalih (tiga generasi terbaik umat) adalah terpecah belahnya kaum muslimin kepada banyak golongan. Dan dampak buruknya adalah setiap golongan membanggakan golongannya masing-masing. Sikap tercela tersebut menjangkiti umat Islam di belahan bumi manapun.
.
Kita bisa saksikan, seringkali seorang pengikut jama’ah, aliran, madzhab atau torekot tertentu begitu membanggakan kelompoknya di atas kelompok yang lain. Sikap membanggakan golongan juga di iringi dengan sikap buruk, yaitu sikap merendahkan bahkan menjatuhkan kelompok lain.
.
Dampak buruk lainnya dari sikap membanggakan golongan adalah tidak maunya mengambil ilmu yang datang dari luar kelompoknya. Apabila tidak mau mencari ilmu agama selain dari Ahlus Sunnah memang benar. Karena ilmu agama hanya boleh di cari dari Ahlus Sunnah. Tidak boleh selain dari mereka. Akan tetapi apabila tidak mau mencari ilmu atau menerima ilmu selain dari kelompoknya atau selain dari guru-gurunya maka ini adalah sikap yang tidak di benarkan oleh syari’at. Karena Islam tidak membenarkan taklid kepada siapapun dan kelompok manapun.
.
Sikap bangga kepada kelompok, jama’ah atau madzhab tertentu tumbuh akibat sifat merasa paling benar terhadap salah satu kelompok yang di ikuti.
.
Terlalu banyak orang yang baru mengikuti kelompok atau jama’ah tertentu namun sudah merasa sangat yakin terhadap kelompok yang di ikutinya sebagai kelompok yang paling benar. Kemudian membanggakan kelompok yang di ikutinya serta merendahkan kelompok lain. Padahal membenarkan sebuah keyakinan membutuhkan pengkajian yang mendalam, diantaranya juga harus mau mendengarkan dari kelompok lain terhadap keyakinan yang di ikutinya. Tidak hanya sekedar mendengarkan yang datang dari kelompoknya.
.
Apabila seseorang mau menerima yang datang hanya dari kelompoknya, maka dia adalah muqollid (pengekor). Dan muqollid di cela dalam Islam. Bukankah orang-orang menyimpang dan sesat itu adalah para muqollid, yaitu orang-orang yang mengikuti saja apa yang di ajarkan atau di sampaikan kelompoknya.
.
Sifat membanggakan golongan, sebenarnya sudah di sebutkan oleh Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an.
.
Allah Ta’ala berfirman :
.
كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ
.
“Setiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing)”. (QS. Al-Mu’minun: 53).
.
Maksudnya, merasa bangga dengan kesesatannya karena mereka menduga bahwa diri mereka berada dalam petunjuk. Karena itulah dalam firman selanjutnya Allah mengancam mereka :
.
فَذَرْهُمْ فِي غَمْرَتِهِمْ
.
“Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya”. (Al-Mu’minim: 54).
.
Yaitu dalam kesesatan dan penyimpangan mereka.
.
حَتَّى حِينٍ
.
“Sampai suatu waktu”. (QS. Al Mu’minun: 54).
.
Yakni sampai kepada batas waktu mereka dibinasakan.
.
(Tafsir Ibnu Katsir QS. Al Mu’minun: 53-54).
.
Setiap golongan yang merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka yang di sebutkan dalam ayat di atas adalah sifat dari pengikut para Rasul yang kemudian mereka menjadikan agama mereka terpecah belah.
.
Perhatikan ayat sebelumnya,
.
فَتَقَطَّعُوا أَمْرَهُمْ بَيْنَهُمْ زُبُرًا
.
“Kemudian mereka (pengikut para rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan”. (QS. Al-Mu’minun: 53).
.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memperingatkan umatnya untuk tidak berbangga diri atau membanggakan sesuatu di atas yang lainnya.
.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
.
وَإِنَّ اللَّهَ أَوْحَى إِلَيَّ أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّى لَا يَفْخَرَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ وَلَا يَبْغِ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ
.
‘Sesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku agar kalian bersikap rendah hati hingga tidak seorang pun yang bangga atas yang lain dan tidak ada yang berbuat aniaya terhadap yang lain” (HR Muslim no. 2865).
.
Sifat membanggakan kelompok ternyata sifatnya orang-orang sesat yang memecah belah agama mereka menjadi beberapa golongan sebagaimana yang disebutkan dalam ayat di atas. Maka selayaknya seorang muslim tidak pernah membanggakan kelompok tertentu di atas kelompok yang lain.
.
Semoga kita di jauhkan dari sifat yang di cela oleh Islam.
.
.
با رك الله فيكم
.
By : Дδµ$ $@ŋţ๏$ą $๏๓ąŋţяί
.
https://agussantosa39.wordpress.com/category/04-bidah/02-memahami-bidah/
.
.
______________

DAMPAK BURUK DARI KEBODOHAN

DAMPAK BURUK DARI KEBODOHAN
.
Pepatah Arab mengatakan :
.
العلم نور والجهل ظلام
.
”Ilmu itu cahaya dan bodoh itu kegelapan”.
.
Dalam pepatah di atas di sebutkan bahwa ilmu adalah cahaya.
.
Memang benar, ilmu adalah cahaya sebagai penerang bagi manusia dalam menapaki kehidupan. Tanpa ilmu seorang manusia akan hidup di liputi kegelapan.
.
Ilmu adalah perkara yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Dengan ilmu manusia akan bisa membedakan mana yang salah mana yang benar, mana yang baik mana yang buruk, mana yang merugikan dan mana yang menguntungkan, mana yang mencelakakan dan mana yang akan menyelamatkan.
.
Dengan ilmu seorang manusia bisa mengeksplorasi akalnya sehingga tercipta berbagai inovasi yang berguna bagi kehidupan. Manusia bisa menjelajahi ruang angkasa, mengarungi samudra dan menembus bumi. Semua itu karena ilmu yang di milikinya.
.
Namun sebaliknya tanpa memiliki ilmu, seorang manusia akan hidup dalam kebodohan. Sehingga menjadikan manusia mudah di doktrin, di tindas, di perdaya, mudah di adu domba, di provokasi, mudah di tipu dan lainnya.
.
Dan akibat lebih buruk dari semua itu, kebodohan menjadikan manusia tidak bisa mengenal Allah Ta’ala penguasa alam semesta.
.
Akibat buruk dari kebodohan, manusia tidak akan bisa membedakan mana ajaran benar yang datangnya dari Allah dan Rasul-Nya dengan ajaran sesat yang datangnya dari setan. Akibatnya banyak manusia berbondong-bondong terjerumus kedalam ajaran dan faham sesat. Taklid buta (fanatisme), ta’ashub (bangga golongan), ghuluw (melampaui batas), semua itu dampak buruk dari kebodohan.
.
Kepercaya’an kepada takhayul menjamur, bid’ah merajalela, ke syirikan sulit di basmi, kebenaran di tentang, Ulama pewaris Nabi di dustakan dan di hinakan, tapi sebaliknya para penyesat umat di dewakan semua itu akibat buruk dari kebodohan.
.
Pada akhirnya, dampak buruk dari kebodohan adalah sengsara di dunia dan celaka di akhirat.
.
Ibnul Qayyim rohimahulloh berkata : “Tidaklah diragukan bahwa kebodohan adalah pokok dari segala kerusakan dan kejelekan yang didapatkan oleh seorang hamba di dunia dan di akhirat adalah dampak dari kebodohan”. (Miftaah Daaris Sa’adah, 1/87).
.
Fenomena sa’at ini, banyak manusia tertipu oleh para penyesat umat. Mereka di giring dengan keyakinan-keyakinan batil, di tipu dengan janji palsu, mereka dengan mudahnya percaya dengan ajaran menyesatkan yang datangnya dari setan.
.
Di media masa di beritakan seorang yang di panggil kyai oleh para pengikutnya membunuh dua santrinya. Motif pembunuhannya karena khawatir perbuatannya di bongkar oleh korban yang sudah mulai sadar bahwa yang di lakukan kyainya adalah penipuan.
.
Kejahatan lainnya terungkap, sang kyai mekakukan penipuan uang kepada banyak orang dengan jumlah penipuan yang sangat fantastis. Modus penipuannya melipat gandakan uang. Diantara korban ada yang tertipu 200 milyar. Kepada korban sang kyai menjanjikan akan menggandakan uangnya menjadi 18 trilyun. Selain di dakwa membunuh dan menipu, terungkap juga sang kyai mengajarkan kepada para pengikutnya amalan-amalan yang tidak di ajarkan oleh Islam. Para pengikut sang kyai di ajarkan mengamalkan shalawat fulus dan shalawat sulaiman yang tujuannya meminta kekaya’an. Selain di ajarkan shalawat-shalawat bid’ah, para pengikutnya juga di ajarkan shalat riyadul qubri. Shalat ini terdiri dari beberapa raka’at. Dalam tiap raka’atnya, sehabis membaca shalat al-Fatihah, diharuskan melafalkan baca’an huw (dari kata huwa yang berarti dia (sang kyai) sebanyak 44 kali. Dan bid’ah lainnya yang di ajarkan sang kyai adalah zikir yang bermuatan keyakinan sesat wihdatul wujud, seperti paham al-Hallaj. Zikir itu berbunyi : “Ya ingsun sejatine Allah ya wujud ingsun sejatine Allah”. Artinya : “Hakikat saya adalah Allah dan wujud saya sejatinyanya adalah Allah”.
.
Itulah kesesatan yang di ajarkan sang kyai kepada para pengikutnya.
.
Bagi orang-orang yang memiliki ilmu, tentu saja tidak akan mudah di tipu dan di perdaya. Karena orang-orang yang berilmu dapat mengetahui mana ajaran benar dan mana ajaran yang sesat. Beda halnya dengan orang-orang bodoh, mereka tidak akan mampu membedakan kebenaran dengan kesesatan. Maka akibatnya kerugian yang mereka alami di dunia dan di akhirat kelak.
.
Terungkapnya banyak kasus kejahatan yang di lakukan para penyesat umat, semestinya manusia bisa mengambil pelajaran, sehingga tidak akan pernah terulang kembali kejahatan serupa ataupun bentuk kejahatan lainnya menimpa umat. Jangan sampai kita di golongkan oleh Allah Ta’ala sebagai orang-orang yang tidak mempunyai akal karena tidak menjadikan pelajaran dari kejadian buruk yang menimpa.
.
Allah ta’ala berfirman :
.
إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ
.
“Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran”. (QS: Ar-Ra’d: 19).
.
Semoga bermanfa’at.
.
.
با رك الله فيكم
.
By : Дδµ$ $@ŋţ๏$ą $๏๓ąŋţяί
.
https://agussantosa39.wordpress.com/category/04-bidah/02-memahami-bidah/
.
.
______

SIKAP IMAM SYAFI’I MENGHADAPI ORANG BODOH

Meniru sikap Imam Syafi’i dalam menghadapi orang-orang bodoh.

SIKAP IMAM AS-SYAFI’I MENGHADAPI ORANG BODOH

Imam Syafi’i adalah seorang Ulama besar yang banyak melakukan dialog dan pandai dalam berdebat dalam permas’alahan agama.

Sampai-sampai Harun bin Sa’id berkata : “Seandainya Syafi’i berdebat untuk mempertahankan pendapat bahwa tiang yang pada aslinya terbuat dari besi adalah terbuat dari kayu niscaya dia akan menang, karena kepandainnya dalam berdebat”. (Manaqib Aimmah Arbaah hlm. 109 oleh Ibnu Abdil Hadi).

Imam Syafi’i adalah seorang Ulama pembela sunnah, sehingga tentu saja pada waktu itu banyak orang sesat yang memusuhinya, karena cela’an Imam Syafi’i terhadap kesesatan mereka.

Berikut perkata’an Imam Syafi’i terhadap mereka.

Imam Syafi’i berkata :

يُخَاطِبُنِي السَّفِيْهُ بِكُلِّ قُبْحٍ

Orang jahil berbicara kepadaku dengan segenap kejelekan

فَأَكْرَهُ أَنْ أَكُوْنَ لَهُ مُجِيْبًا

Akupun enggan untuk menjawabnya

يَزِيْدُ سَفَاهَةً فَأَزِيْدُ حُلْمًا

Dia semakin bertambah kejahilan dan aku semakin bertambah kesabaran

كَعُوْدٍ زَادَهُ الْإِحْرَاقُ طِيْبًا

Seperti gaharu dibakar, akan semakin menebar kewangian.

(Diwân Imam Asy-Syâfi’iy).

– Imam Syafi’i rahimahullah berkata : “Orang pandir mencercaku dengan kata-kata jelek. Maka aku tidak ingin untuk menjawabnya. Dia bertambah pandir dan aku bertambah lembut, seperti kayu wangi yang dibakar malah menambah wangi”. (Diwan Asy-Syafi’i, hal. 156).

– Imam Syafi’i juga berkata : ”Berkatalah sekehendakmu untuk menghina kehormatanku, diamku dari orang hina adalah suatu jawaban. Bukanlah artinya aku tidak mempunyai jawaban, tetapi tidak pantas bagi singa meladeni anjing”.

• Imam Syafi’i tidak mau berdebat dengan orang bodoh

Walaupun Imam Syafi’i dikenal sebagai ahli debat, tapi Imam Syafi’i tidak mau apabila harus berdebat dengan orang-orang bodoh.

Imam Syafi’i berkata :

ﺍﺫَﺍ ﻧﻄَﻖَ ﺍﻟﺴَّﻔِﻴْﻪُ ﻭَﺗُﺠِﻴْﺒُﻬُﻔَﺦٌﺮْﻳَ ﻣِﻦْ ﺍِﺟَﺎﺑَﺘِﻪِ ﺍﻟﺴُّﻜُﻮْﺕُ

Apabila orang bodoh mengajak berdebat denganmu, maka sikap yang terbaik adalah diam, tidak menanggapi

ﻓﺎِﻥْ ﻛَﻠِﻤَﺘَﻪُ ﻓَﺮَّﺟْﺖَ ﻋَﻨْﻬُﻮَﺍِﻥْ ﺧَﻠَّﻴْﺘُﻪُ ﻛَﻤَﺪًﺍ ﻳﻤُﻮْﺕُ

Apabila kamu melayani, maka kamu akan susah sendiri. Dan bila kamu berteman dengannya, maka ia akan selalu menyakiti hati

ﻗﺎﻟُﻮْﺍ ﺳﻜَﺖَّ ﻭَﻗَﺪْ ﺧُﻮْﺻِﻤَﺖْ ﻗُﻠْﺖُ ﻟَﻬُﻤْﺎِﻥَّ ﺍﻟْﺠَﻮَﺍﺏَ ﻟِﺒَﺎﺏِ ﺍﻟﺸَّﺮِ ﻣِﻔْﺘَﺎﺡُ

Apabila ada orang bertanya kepadaku, jika ditantang oleh musuh, apakah engkau diam ??

Jawabku kepadanya : Sesungguhnya untuk menangkal pintu-pintu kejahatan itu ada kuncinya

ﻭﺍﻟﺼﻤْﺖُ ﻋَﻦْ ﺟَﺎﻫِﻞٍ ﺃَﻭْ ﺃَﺣْﻤَﻖٍ ﺷَﺮَﻓٌﻮَﻓِﻴْﻪِ ﺃَﻳْﻀًﺎ ﻟﺼﻮْﻥِ ﺍﻟْﻌِﺮْﺽِ ﺍِﺻْﻠَﺎﺡُ

Sikap diam terhadap orang bodoh adalah suatu kemulia’an. Begitu pula diam untuk menjaga kehormatan adalah suatu kebaikan.

Lalu Imam Syafi’i berkata :

ﻭﺍﻟﻜﻠﺐُ ﻳُﺨْﺴَﻰ ﻟﻌﻤْﺮِﻯْ ﻭَﻫُﻮَ ﻧَﺒَّﺎﺡُ

Apakah kamu tidak melihat bahwa seekor singa itu ditakuti lantaran ia pendiam ?? Sedangkan seekor anjing dibuat permainan karena ia suka menggonggong ??

(Diwan As-Syafi’i, karya Yusuf Asy-Syekh Muhammad Al-Baqa’i).

• Sulitnya berdebat dengan orang bodoh menurut Imam Syafi’i.

Imam Syafi’i berkata :

“Aku mampu berhujah dengan 10 orang yang berilmu, tapi aku pasti kalah dengan seorang yang jahil, karena orang yang jahil itu tidak pernah faham landasan ilmu”.

• Imam Syafi’i berdebat bukan untuk mencari kemenangan.

Imam Syafi’i berkata :

مَا نَاظَرْتُ أَحَدًا قَطُّ عَلَى الْغَلَبَةِ

“Aku tidak pernah berdebat untuk mencari kemenangan”. (Tawali Ta’sis hlm.113 oleh Ibnu Hajar).

با رك الله فيكم

By : Дδµ$ $@ŋţ๏$ą $๏๓ąŋţяί

https://agussantosa39.wordpress.com/category/04-bidah/02-memahami-bidah/

________________________

MENIRU IMAM SYAFI’I DALAM MENYIKAPI ORANG-ORANG BODOH

Imam Syafi’i adalah seorang Ulama pembela sunnah, sehingga tentu saja pada waktu itu banyak orang sesat yang memusuhinya, karena cela’an Imam Syafi’i terhadap kesesatan mereka.

Berikut perkata’an Imam Syafi’i terhadap mereka, orang-orang bodoh.

– Imam Syafi’i berkata :

يُخَاطِبُنِي السَّفِيْهُ بِكُلِّ قُبْحٍ

Orang jahil berbicara kepadaku dengan segenap kejelekan

فَأَكْرَهُ أَنْ أَكُوْنَ لَهُ مُجِيْبًا

Akupun enggan untuk menjawabnya

يَزِيْدُ سَفَاهَةً فَأَزِيْدُ حُلْمًا

Dia semakin bertambah kejahilan dan aku semakin bertambah kesabaran

كَعُوْدٍ زَادَهُ الْإِحْرَاقُ طِيْبًا

Seperti gaharu dibakar, akan semakin menebar kewangian.

(Diwân Imam Asy-Syâfi’iy).

– Imam Syafi’i berkata :

“Orang pandir mencercaku dengan kata-kata jelek. Maka aku tidak ingin untuk menjawabnya. Dia bertambah pandir dan aku bertambah lembut, seperti kayu wangi yang dibakar malah menambah wangi”. (Diwan Asy-Syafi’i, hal. 156).

– Imam Syafi’i juga berkata :

”Berkatalah sekehendakmu untuk menghina kehormatanku, diamku dari orang hina adalah suatu jawaban. Bukanlah artinya aku tidak mempunyai jawaban, tetapi tidak pantas bagi singa meladeni anjing”.

– Imam Syafi’i berkata :

ﻭﺍﻟﺼﻤْﺖُ ﻋَﻦْ ﺟَﺎﻫِﻞٍ ﺃَﻭْ ﺃَﺣْﻤَﻖٍ ﺷَﺮَﻓٌﻮَﻓِﻴْﻪِ ﺃَﻳْﻀًﺎ ﻟﺼﻮْﻥِ ﺍﻟْﻌِﺮْﺽِ ﺍِﺻْﻠَﺎﺡُ

Sikap diam terhadap orang bodoh adalah suatu kemulia’an. Begitu pula diam untuk menjaga kehormatan adalah suatu kebaikan.

Lalu Imam Syafi’i berkata :

ﻭﺍﻟﻜﻠﺐُ ﻳُﺨْﺴَﻰ ﻟﻌﻤْﺮِﻯْ ﻭَﻫُﻮَ ﻧَﺒَّﺎﺡُ

Apakah kamu tidak melihat bahwa seekor singa itu ditakuti lantaran ia pendiam ?? Sedangkan seekor anjing dibuat permainan karena ia suka menggonggong ??

(Diwan As-Syafi’i, karya Yusuf Asy-Syekh Muhammad Al-Baqa’i).

___

GAGAL FAHAM

GAGAL PAHAM

Gagal paham adalah suatu kondisi yang mengindikasikan ketidak pahaman seseorang pada topik pembahasan atau suatu permasalahan, akibat kurang bisa menyerap informasi dengan baik.

Gagal paham bisa diperbaiki dengan cara menyerap ulang informasi dengan kembali menyimak, mengkaji dan menela’ah suatu masalah.

Penyebab yang menjadikan orang gagal paham diantaranya : Pendidikan yang minim, IQ rendah dan kesombongan.

با رك الله فيكم

Дδµ$ $@ŋţ๏$ą $๏๓ąŋţяί

https://agussantosa39.wordpress.com/category/04-bidah/02-memahami-bidah/

______________