IMAM BUKHARI BERBUAT BID’AH

IMAM BUKHARI BERBUAT BID’AH

Imam Bukhari rahimahullah berkata :

ما كتبت في كتاب الصحيح حديثاً إلا اغتسلت قبل ذلك وصليت ركعتين

“Tidaklah kutulis dalam kitab sahih satu hadits pun melainkan aku mandi dahulu sebelumnya dan melakukan sholat dua roka’at”. (hadyus sariy muqaddimah fathul bari)

Mandi dan sholat shunat sebelum menulis hadits ini tidak pernah diajarkan ataupun diperintahkan Nabi Muhammad SAW, Jika menurut yang selalu mengatakan semua bid’ah itu sesat dan tempatnya di neraka berarti Imam bukhari mereka tuduh sesat dan sudah pasti masuk neraka, Tapi mengapa mereka bersandar pada sunah dari Hadist sahih yang di susun dan di tulis oleh imam bukhari ???

Mengkhususkan Sholat dua rokaat sebelum menulis hadits ? Sholat apa ini?

Ternyata Imam Bukhari juga melakukan Bid’ah yang selalu mereka bilang tidak ada bid’ah hasanah karena menurut mereka semua bid’ah itu sesat dan sesuatu yg tidak ada tuntunannya tidak ada ada dasarnya, tidak ada dalil pokoknya kata mereka semua bid,ah sesat ?

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Tanggapan :

Imam Bukhari mandi sebelum menulis hadits tentu saja bukan bid’ah, karena mandi ada syari’atnya dalam Islam. Imam Bukhari mandi tujuannya jelas untuk membersihkan diri (badan).

Apakah dikatakan bid’ah apabila orang yang selalu mandi tiap mau berangkat kerja misalnya ?

Mandi tujuannya untuk membersihkan badan, bukankah Islam menyukai kebersihan ?

– Allah Ta’ala berfirman :

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

”Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri”. (QS. Al-Baqarah; 222).

– Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

الطَّهُوْرُ شَطْرُالْاِيْمَانِ

”Kebersihan itu sebagian daripada iman”. (HR. Muslim).

– Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

اَﻻِسْلَامُ نَظِيْفٌ فَتَنَظَّفُوْا فَاِنَّهُ ﻻَيَدْحُلُ الْجَنَّةَ اﻻَّ نَظِيْفٌ

“Agama Islam itu (agama) yang bersih, maka hendaklah kamu menjaga kebersihan, karena sesungguhnya tidak akan masuk surga kecuali orang-orang yang bersih”. (HR. Baihaqi).

– Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

اِنَّ ﷲَ طَيِّبٌ يُحِبُّ الطَّيِّبَ نَظِيْفٌ يُحِبُّ النَّظَافَةُ

“Sesungguhnya Allah itu baik, mencintai kebaikan, bahwasanya Allah itu bersih, menyukai kebersihan . .”. (HR. Turmudzi).

Imam Bukhari mandi setiap mau menulis hadits tentu saja bukan bid’ah, karena Imam Bukhari tidak mewajibkannya, walaupun Imam Bukhari selalu melakukanya dan Imam Bukhari tidak mencela apabila ada orang yang menulis hadits tidak didahului dengan mandi ?

Hal itu berbeda dengan pelaku bid’ah, disamping dia melakukannya juga mencela orang yang tidak melakukannya. Karena dia menganggap bid’ah yang dilakukannya sebagai ibadah (syari’at Islam). Contohnya orang yang merayakan maulid Nabi atau tahlilan, disamping dia melakukannya dia juga mencela orang yang tidak melakukannya. Kenapa dia mencela orang yang tidak merayakan maulid Nabi dan tahlilan ?, Karena dia menganggap maulid Nabi dan tahlilan sebagai syari’at Islam yang tidak boleh ditinggalkan.

Shalat yang dilakukan Imam Bukhari sebelum menulis hadits juga bukan bid’ah.

Shalat apa yang dilakukan Imam Bukhari ?

Shalat yang dilakukan Imam Bukhari adalah shalat sunah istikharah. Sebagaimana yang diceritakan oleh Al-Firbari, salah seorang muridnya.

Menurut Al-Firbari, salah seorang muridnya, ia mendengar Imam Bukhari berkata. “Saya susun kitab Al-Jami’ as-Shahih ini di Masjidil Haram, Mekkah dan saya tidak mencantumkan sebuah hadits pun kecuali sesudah shalat istikharah dua raka’at memohon pertolongan kepada Allah, dan sesudah meyakini betul bahwa hadits itu benar-benar shahih”.

Shalat istikharah adalah shalat sunnah yang dikerjakan ketika seseorang hendak memohon petunjuk kepada Allah.

• Dalil disyariatkannya shalat istikharah :

Dari Jabir bin ‘Abdillah, beliau berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يُعَلِّمُ أَصْحَابَهُ الاِسْتِخَارَةَ فِى الأُمُورِ كُلِّهَا ، كَمَا يُعَلِّمُ السُّورَةَ مِنَ الْقُرْآنِ يَقُولُ
إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mengajari para sahabatnya shalat istikhoroh dalam setiap urusan. Beliau mengajari shalat ini sebagaimana beliau mengajari surat dari Al Qur’an. Kemudian Beliau bersabda : “Jika salah seorang di antara kalian bertekad untuk melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah shalat dua raka’at selain shalat fardhu, . .”. (HR. Ahmad, Al-Bukhari, Ibn Hibban, Al-Baihaqi dan yang lainnya).

Setiap muslim disunahkan untuk melaksanakan shalat sunah istikhoroh setiap hendak melakukan urusan. Dan tentu saja shalat ini bukan bid’ah.

Tuduhan para pembela bid’ah yang menyebutkan Imam Bukhari berbuat bid’ah karena setiap akan menulis hadits selalu mandi dan shalat istikhoroh dua raka’at adalah sangat keliru, karena mandi dan shalat istikhoroh ada tuntutannya.

Wallahu a’lamu bisshowab

Agus Santosa Somantri

https://agussantosa39.wordpress.com/category/1-bidah/%e2%80%a2-memahami-bidah/

__________

Iklan