BIANG KEROK TUKANG NGAJAK RIBUT DAN PERUSAK PERSATUAN ?

BIANG KEROK TUKANG NGAJAK RIBUT DAN PERUSAK PERSATUAN ?

Seringkali pari da’i yang memperingatkan umat untuk menjauhkan diri dari perbuatan yang di ada-adakan dalam urusan agama (bid’ah), karena bid’ah itu akan mengakibatkan perpecahan diantara umat Islam kerap dituduh sebagai pemecah belah umat, biang kerok, tukang ngajak ribut dan lain-lain.

Tidak aneh dengan tuduhan seperti itu, bukankah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga dahulu dikatakan pemecah belah oleh orang-orang yang menentangnya ?

Tuduhan tendensius lainnya katanya anti persatuan.

Apakah dengan alasan persatuan, kemudian kita diamkan tahayul, bid’ah, churofat dan kemungkaran lainnya yang dilakukan orang atau kelompok tertentu ?

Siapakah sebenarnya biang kerok dan pemecah belah umat yang sesungguhnya ?

• BID’AH MENGAKIBATKAN PERPECAHAN

Ummat Islam berpecah-belah dan menimbulkan perselisihan ditengah-tengah kaum muslimin karena perbuatan bid’ah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

وَلَا تَتَّبِعُوۡا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمۡ عَنۡ سَبِيۡلِهٖ‌ ؕ ذٰ لِكُمۡ وَصّٰٮكُمۡ بِهٖ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُوۡنَ

“Dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan lain karena itu akan mencerai beraikan kalian dari jalan-Nya.” (QS.Al-An’am, 153).

Mujahid rahimahullaahu ta’ala ketika menafsirkan ayat di atas berkata ; “Jalan-jalan dengan aneka macam bid’ah dan syubhat”. (Jami’ul Bayan V/88).

Setelah menyebutkan beberapa dalil-dalil bahwa bid’ah adalah pemecah belah ummat, Imam Asy-Syatibi rahimahullaahu ta’ala berkata : “Semua bukti dan dalil ini menunjukan bahwa munculnya perpecahan dan permusuhan adalah ketika munculnya kebid’ahan.” (Al- I’tisham,I/157).

Oleh sebab itulah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullaahu ta’ala pernah mengungkapkan kalimat yang indah, beliau berkata : “Bid’ah itu identik dengan perpecahan, sebagaimana sunnah identik dengan persatuan.” (al-Istiqamah, I/42).

Dari keterangan para Ulama diatas, maka jelaslah bahwa biang kerok dan pemecah belah umat Islam yang sesungguhnya adalah para pelaku bid’ah yang menyerukan dan melestarikan bid’ah ditengah-tengah umat.

• PENTINGNYA MEMBANTAH AHLI BID’AH

Pernah ditanyakan kepada Imam Ahmad rahimahullah : Ada seseorang yang puasa, sholat, I’tikaf dan ada orang lain yang membantah ahli bid’ah, manakah yang lebih anda sukai ? Beliau menjawab : “Apabila orang itu sholat, i’tikaf maka hal itu manfa’atnya untuk dia sendiri, tapi apabila dia membantah ahli bid’ah maka manfa’atnya bagi kaum muslimin dan inilah yang lebih afdhol/ lebih utama”.

Beliau menjelaskan bahwa manfa’atnya lebih luas bagi kaum muslimin di dalam agama mereka, yang hal tersebut termasuk jihad fi sabilillah.

Memurnikan agama Allah, manhaj serta syari’at-Nya dari kesesatan dan permusuhan mereka (ahli bid’ah) merupakan suatu fardu kifayah menurut kesepakatan kaum muslimin. Seandainya tidak ada yang menolak/ membantah bahaya (bid’ah) nya para pelaku bid’ah, maka akan rusaklah agama ini.

Ibn Abbas r.a berkata : “Tidak akan datang suatu zaman kepada manusia, kecuali pada zaman itu semua orang mematikan sunnah dan menghidupkan bid’ah, hingga matilah sunnah dan hiduplah bid’ah. tidak akan ada orang yang berusaha mengamalkan sunnah dan mengingkari bid’ah, kecuali orang tersebut diberi kemudahan oleh Allah di dalam menghadapi segala kecaman manusia yang diakibatkan karena perbuatannya yang tidak sesuai dengan keinginan mereka serta karena ia berusaha melarang mereka melakukan apa yang sudah dibiasakan oleh mereka, dan barangsiapa yang melakukan hal tersebut, maka Allah akan membalasnya dengan berlipat kebaikan di alam Akhirat”.(al- Aqrimany:315, al-Mawa’idz).

Wassalam

Agus Santosa Somantri

https://agussantosa39.wordpress.com/category/1-bidah/%e2%80%a2-memahami-bidah/

_____________

Iklan