SULITNYA TAUBAT BAGI PARA PELAKU BID’AH

SULITNYA TAUBAT BAGI PARA PELAKU BID’AH
.
Diantara penyebab maraknya bid’ah di tengah-tengah umat dan sangat sukar untuk di bendung adalah karena sulitnya para pelaku bid’ah untuk bertaubat.
.
Imam Sufyan Ats-Tsaury rahimahullah (w. 161 H) berkata :
.
اَلْبِدْعَةُ أَحَبُّ إِلَى إِبْلِيْسَ مِنَ الْمَعْصِيَةِ وَالْمَعْصِيَةُ يُتَابُ مِنْهَا وَالْبِدْعَةُ لاَ يُتَابُ مِنْهَا
.
“Perbuatan bid’ah lebih dicintai oleh iblis daripada kemaksiatan DAN PELAKU KEMAKSIATAN MASIH MUNGKIN IA UNTUK BERTAUBAT DARI KEMAKSIATANNYA, SEDANGKAN PELAKU KEBID’AHAN SULIT UNTUK BERTAUBAT DARI KEBID’AHANNYA”. (Riwayat al-Lalika-i dalam Syarah Ushuul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah, no. 238).
.
Apa yang menyebabkan ahli bid’ah sulit bertaubat ?
.
Sulitnya para pelaku bid’ah untuk bertaubat, dan kemudian meninggalkan amalan-amalan atau acara-acara bid’ahnya, karena mereka meyakini bahwa bid’ah-bid’ah yang di lakukannya sebagai amal ibadah.
.
Syaikhul Islam ibnu Taimiyah berkata : “Ahlul bid’ah tidak akan bertaubat selama ia menilai bahwa itu merupakan amalan yang baik. Karena taubat berpijak dari adanya kesadaran bahwa perbuatan yang dilakukan itu buruk. Sehingga dengan itu ia bisa bertaubat darinya. Jadi, selama perbuatan itu dianggap baik padahal pada hakikatnya jelek, maka ia tidak akan bertaubat dari perbuatan tersebut. Akan tetapi taubat adalah sesuatu yang mungkin (dilakukan) dan terjadi, yaitu jika Allah Subhanahu wata’ala memberikan hidayah dan bimbingan kepadanya hingga ia dapat mengetahui kebenaran”. (At Tuhfatul Iraqiyyah, Syaikhul Islam ibnu Taimiyah).
.
Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali berkata : ”Rujuknya ahli bid’ah dari kesesatannya adalah hal yang paling sulit bagi mereka, karena mereka menganggap bahwa bid’ah yang mereka lakukan adalah bagian dari agama, mereka bertaqarrub kepada Allah dengan bid’ah tersebut. Ini yang mendorong mereka sulit bertaubat, menentang dan bahkan sombong”. (Fadhilatus Syaikh Dr. Rabi’ bin Hadi Al Madkhali-Twit Ulama).
.
Bagaimana para pelaku bid’ah punya keinginan untuk bertaubat, sementara bid’ah-bid’ah yang di lakukannya di yakini sebagai ibadah.
.
Bukankah taubat itu berawal dari kesadaran, bahwa apa yang dilakukannya sebagai perbuatan dosa ?, sementara para pelaku bid’ah memandang segala rupa bid’ah yang di lakukannya sebagai amal saleh untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.
.
Bisa kita saksikan, bagaimana ahli bid’ah berkelit, mencari-cari hujah dan dalil untuk membenarkan amalan-amalan bid’ahnya. Juga kerasnya penolakan mereka kepada keterangan-keterangan yang di sampaikan karena tidak sesuai dengan hawa nafsu mereka.
.
Keada’an mereka berbeda dengan pelaku maksiat selain kebid’ahan. Ketika para pelaku maksiat melakukan kemaksiatannya, banyak dari mereka yang tidak ingin mengulangi kembali perbuatan maksiatnya. Dan merekapun menyadari kemaksiatannya sebagai perbuatan dosa. Akan tetapi kelemahan iman yang menjadikan mereka tidak berdaya melawan hawa nafsunya. Dan juga banyak dari para pelaku maksiat selain kebid’ahan yang bertaubat dan tidak mengulangi kembali kemaksiatannya.
.
.
با رك الله فيكم
.
By : Дδµ$ $@ŋţ๏$ą $๏๓ąŋţяί
.
https://agussantosa39.wordpress.com/category/04-bidah/02-memahami-bidah/
.
.
_______________