PERINGATAN DARI RASULULLAH UNTUK TIDAK BERBUAT BID’AH

PERINGATAN DARI RASULULLAH UNTUK TIDAK BERBUAT BID’AH
.
Ada sebagian pihak yang mengatakan akhir-akhir ini ada orang atau kelompok yang suka membid’ah-bid’ahkan amalan-amalan orang lain.
.
Pernyata’an tersebut sangat keliru. Karena memperingatkan umat untuk tidak terjerumus kepada amalan-amalan atau ajaran yang di buat-buat (bid’ah), sejak awal di utusnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah di peringatkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri yang kemudian di peringatkan juga oleh para Sahabat dan juga oleh para Ulama sepanjang masa. Jadi memperingatkan umat untuk menjauhi bid’ah itu bukan akhir-akhir ini. Tapi sudah semenjak dahulu pada masa awal kenabian.
.
Peringatan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada umatnya dari bid’ah, bisa kita perhatikan di dalam beberapa riwayat berikut ini,
.
– Diriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata, Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkhutbah matanya memerah, suaranya begitu keras, dan kelihatan begitu marah, seolah-olah beliau adalah seorang panglima yang meneriaki pasukan ‘Hati-hati dengan serangan musuh di waktu pagi dan waktu sore’. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Jarak antara pengutusanku dan hari kiamat adalah bagaikan dua jari ini. (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berisyarat dengan jari tengah dan jari telunjuknya). Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
.
أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
.
“Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-baik perkata’an adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan (bid’ah) dan setiap bid’ah adalah sesat”. (HR. Muslim no. 867).
.
Dalam riwayat An Nasa’i dikatakan,
.
وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِى النَّارِ
.
“Setiap kesesatan tempatnya di neraka.” (HR. An Nasa’i, 1578).
.
– Riwayat lainnya dari Sahabat Al ‘Irbadh bin Sariyah radhiyallahu ‘anhu, Beliau berkata, Kami shalat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu hari. Kemudian beliau mendatangi kami lalu memberi nasehat yang begitu menyentuh, yang membuat air mata ini bercucuran, dan membuat hati ini bergemetar (takut). Lalu ada yang berkata,
.
يَا رَسُولَ اللَّهِ كَأَنَّ هَذِهِ مَوْعِظَةُ مُوَدِّعٍ فَمَاذَا تَعْهَدُ إِلَيْنَا
.
Wahai Rasulullah, sepertinya ini adalah nasehat perpisahan. Lalu apa yang engkau akan wasiatkan pada kami ?
.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
.
أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِى فَسَيَرَى اخْتِلاَفًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِى وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
.
“Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, tetap mendengar dan ta’at walaupun yang memimpin kalian adalah budak Habsyi. Karena barangsiapa yang hidup di antara kalian setelahku, maka dia akan melihat perselisihan yang banyak. Oleh karena itu, kalian wajib berpegang pada sunnahku dan sunnah Khulafa’ur Rosyidin yang mendapatkan petunjuk. Berpegang teguhlah dengannya dan gigitlah ia dengan gigi geraham kalian. Hati-hatilah dengan perkara yang diada-adakan karena setiap perkara yang diada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat”. (HR. Abu Daud no. 4607 dan Tirmidzi, 2676).
.
– Pada kesempatan yang lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
.
إِنَّ أَهْلَ الْكِتَابَيْنِ افْتَرَقُوا فِي دِينِهِمْ عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِينَ مِلَّةً وَإِنَّ هَذِهِ الْأُمَّةَ سَتَفْتَرِقُ عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِينَ مِلَّةً يَعْنِي الْأَهْوَاءَ كُلُّهَا فِي النَّارِ إِلَّا وَاحِدَةً وَهِيَ الْجَمَاعَةُ وَإِنَّهُ سَيَخْرُجُ فِي أُمَّتِي أَقْوَامٌ تَجَارَى بِهِمْ تِلْكَ الْأَهْوَاءُ كَمَا يَتَجَارَى الْكَلْبُ بِصَاحِبِهِ لَا يَبْقَى مِنْهُ عِرْقٌ وَلَا مَفْصِلٌ إِلَّا دَخَلَهُ وَاللَّهِ يَا مَعْشَرَ الْعَرَبِ لَئِنْ لَمْ تَقُومُوا بِمَا جَاءَ بِهِ نَبِيُّكُمْ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَغَيْرُكُمْ مِنْ النَّاسِ أَحْرَى أَنْ لَا يَقُومَ بِه -ِ (رواه أبو داود وأحمد وغيرهما بسند حسن).
.
“Sesungguhnya ahli kitab telah berpecah menjadi 72 firqah. Dan sesungguhnya umat ini akan berpecah menjadi 73 millah (pengikut hawa nafsu/bid’ah), mereka semua berada di Neraka kecuali satu, yaitu Al-Jama’ah. Nanti akan muncul pada umatku sekelompok orang yang kerasukan bid’ah dan hawa nafsu sebagaimana anjing kerasukan rabies, tak tersisa satu pun dari urat dan sendinya melainkan telah kerasukan. Hai sekalian bangsa Arab, demi Allah, kalau kalian saja tidak mau melaksanakan ajaran Nabimu, maka orang lain akan lebih tidak mau lagi”. (H.R. Abu Dawud no 4597, Ahmad dalam Musnadnya (4/102) no 17061 dari sahabat Mu’awiyah bin Abi Sufyan).
.
Dari riwayat-riwayat yang disebutkan diatas menunjukkan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sejak dari awalnya di utus kepada manusia sudah memperingatkan umatnya untuk tidak melakukan amalan-amalan atau ajaran-ajaran yang tidak di syari’atkan oleh Allah Ta’ala dan Rasul-Nya. Maka apabila sa’at ini ada orang yang mengatakan akhir-akhir ini ada kelompok yang suka membid’ah-bid’ahkan amalan orang lain adalah keliru, juga menunjukkan apabila orang tersebut tidak mengetahui sejarah kenabian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
.
.
با رك الله فيكم
.
By : Дδµ$ $@ŋţ๏$ą $๏๓ąŋţяί
.
https://agussantosa39.wordpress.com/category/04-bidah/02-memahami-bidah/
.
.
_____________________

Iklan