KEBENCIAN PARA ULAMA KEPADA AHLI BID’AH

KEBENCIAN PARA ULAMA KEPADA AHLI BID’AH
.
Tidak ada keraguan bahwa kebid’ahan menjadi sebab tercerai-berainya persatuan kaum muslimin dan juga menodai kemurnian Islam sebagai agama yang agung dan sempurna.
.
Imam Asy-Syatibi rahimahullaahu ta’ala berkata : “Semua bukti dan dalil ini menunjukan bahwa munculnya perpecahan dan permusuhan adalah ketika munculnya kebid’ahan.” (Al- I’tisham,I/157).
.
Kebid’ahan selain menjadikan umat Islam terpecah belah juga menjadikan para pelaku bid’ah di laknat Allah Ta’ala.
.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
.
مَنْ أَحْدَثَ حَدَثًا أَوْ آوَى مُحْدِثًا فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ
.
“Barangsiapa yang berbuat bid’ah atau melindungi/membantu pelaku bid’ah, maka baginya laknat Allah, para malaikat-Nya dan seluruh manusia”. (HR Bukhary,1870 dan Muslim, 1370).
.
Dan selain dari itu semua amal ibadah pelaku bid’ah juga tertolak dan menjadikan mereka di cintai iblis juga sulit untuk bertaubat.
.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
.
لاَ يَقْبَلُ اللَّهُ لِصَاحِبِ بِدْعَةٍ صَوْمًا وَلاَ صَلاَةً وَلاَ صَدَقَةً وَلاَ حَجًّا وَلاَ عُمْرَةً وَ لاَ جِهَادًا وَلاَ صَرْفًا وَلاَ عَدْلاً يَخْرُجُ مِنَ الإِسْلاَمِ كَمَا تَخْرُجُ الشَّعَرَةُ مِنَ الْعَجِين
.
“Allah tidak akan menerima puasanya orang yang berbuat bid’ah, tidak menerima shalatnya, tidak menerima shadaqahnya, tidak menerima hajinya, tidak menerima umrahnya, tidak menerima jihadnya, tidak menerima taubatnya, dan tidak menerima tebusannya, ia keluar dari islam sebagaimana keluarnya helai rambut dari tepung”.
.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda :
.
أَبَى اللَّهُ أَنْ يَقْبَلَ عَمَلَ صَاحِبِ بِدْعَةٍ حَتَّى يَدَعَ بِدْعَتَهُ
.
“Allah tidak akan menerima amal perbuatan bid’ah hingga dia meninggalkan bid’ahnya”.
.
Imam Sufyan Ats-Tsaury rahimahullah (w. 161 H) berkata :
.
اَلْبِدْعَةُ أَحَبُّ إِلَى إِبْلِيْسَ مِنَ الْمَعْصِيَةِ وَالْمَعْصِيَةُ يُتَابُ مِنْهَا وَالْبِدْعَةُ لاَ يُتَابُ مِنْهَا
.
“Perbuatan bid’ah lebih dicintai oleh iblis daripada kemaksiatan dan pelaku kemaksiatan masih mungkin ia untuk bertaubat dari kemaksiatannya, sedangkan pelaku kebid’ahan sulit untuk bertaubat dari kebid’ahannya”. (Riwayat al-Lalika-i dalam Syarah Ushuul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah, no. 238).
.
Begitu besarnya bahaya dari kebid’ahan sehingga pantas jika para Ulama sangat membenci para pelaku bid’ah karena kebid’ahannya.
.
– Muhammad bin Sirin jika mendengar satu kata dari ahlul bid’ah, dia meletakkan dua telunjuknya di dua telinganya dan berkata : “Tidak halal bagiku berbicara dengannya sampai dia berdiri dari majelisnya”.
.
– Seorang ahli bid’ah berkata kepada kepada Ayub As-Sakhtiyani, “Wahai Abu Bakr (yakni Ayub), aku ingin bertanya kepadamu satu kata”. Ayub berkata seraya berisyarat dengan telunjuknya, “Tidak, walaupun setengah kata”.
.
– Dawud Al-Ashbahani datang ke Baghdad, dia berbicara dengan lemah lembut kepada Shalih bin Ahmad bin Hanbal untuk memintakan izin agar bisa bertemu dengan ayahnya (yakni Imam Ahmad bin Hanbal). Shalih pun datang kepada ayahnya dan berkata, “Ada seseorang minta kepadaku agar bisa bertemu denganmu”. Beliau bertanya, “Siapa namanya ?”. Shalih menjawab, “Dawud”. Beliau bertanya lagi, “Darimana dia ?”. Shalih khawatir membeberkan jati dirinya kepada Imam Ahmad, namun beliau terus bertanya hingga paham siapa yang ingin berjumpa dengannya. Maka Imam Ahmad berkata, “Muhammad bin Yahya An-Naisaburi telah menulis surat kepadaku tentang orang ini bahwa orang ini berpendapat bahwa Al-Qur’an adalah makhluk, maka janganlah dia mendekatiku”. Shalih berkata, “Wahai ayah, dia menafikan dan mengingkari tuduhan ini”. Imam Ahmad berkata, “Muhammad bin Yahya lebih jujur darinya. Jangan izinkan dia masuk kepadaku”.
.
Itulah sikap para Ulama ahlus sunnah, kepada para pelaku bid’ah. Semoga kita terjaga dari makar mereka dan selalu waspada dari segala syubhat yang mereka bawa.
.
.
با رك الله فيكم
.
By : Дδµ$ $@ŋţ๏$ą $๏๓ąŋţяί
.
https://agussantosa39.wordpress.com/category/04-bidah/02-memahami-bidah/
.
.
——————————————

Iklan