SEDIKIT-SEDIKIT BID’AH

SEDIKIT-SEDIKIT BID’AH

Sering kita mendengar perkata’an sebagai berikut : ”Sedikit-sedikit bid’ah”.

Pekata’an nyinyir tersebut bisa dipastikan keluar dari lisan para pelaku bid’ah yang merasa gerah karena terusik keyakinan atau amalannya. Atau orang awam yang tidak mengerti permasalahan.

Perkata’an tersebut serupa dengan perkata’an para pelaku kesyirikan yang mereka berkata : ”Sedikit-sedikit musyrik”.

Atau serupa dengan para pelaku kemaksiatan yang mereka berkata : ”Sedikit-sedikit haram”.

Memperingatkan umat dari bid’ah, bukanlah sifat dari kelompok, organisasi atau pribadi tertentu.

Memperingatkan umat dari bid’ah dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, para Sahabat juga para Ulama.

• Peringatan bid’ah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

“Hati-hatilah dengan perkara yang diada-adakan karena setiap perkara yang diada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. Abu Daud no. 4607 dan Tirmidzi, 2676).

• Peringatan bid’ah dari para Sahabat

– Umar radhiyallahu ‘anhu berkata :

و إن شر الأمور محدثاتها، ألا و إن كل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة و كل ضلالة فى النار

“Dan sesungguhnya seburuk-buruk perkara adalah yang dibuat-buat (dalam agama). Ketahuilah bahwa sesungguhnya setiap perkara yang dibuat-buat (dalam agama) adalah bid’ah dan setiap bid’ah itu adalah kesesatan dan setiap kesesatan itu (tempatnya dineraka). [Dikeluarkan oleh Ibnul Wudhah dalam al Bida’, hal. 31 dan al Laalikaa’iy, hadits no. 100 (1/84).

– Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata :

إتبعو و لا تبتدعوا فقد كفيتم و كل بدعة ضلالة

“Ber-ittiba’lah kamu kepada Rosululloh dan janganlah berbuat bid’ah (perkara baru dalam agama), karena sesungguhnya agama ini telah dijadikan cukup buat kalian, dan setiap bid’ah itu adalah kesesatan” [Dikeluarkan oleh Ibnu Baththah dalam Al Ibaanah, no. 175 (1/327-328) dan Al Laalikaa’iy, no. 104 (1/86).

– Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhu berkata :

كل بدعة ضلالة و إن رأها الناس حسنة

“Setiap bid’ah itu adalah kesesatan, sekalipun manusia menganggapnya baik (hasanah)”. [Al Ibaanah, no. 205 (1/339) Al Laalikaa’iy, no. 126 (1/92).

• Peringatan bid’ah dari para Ulama

– Imam Malik berkata :

من ابتدع في الإسلام بدعة يراها حسنة فقد زعم أن محمدا ﷺ خان الرسالة

“Siapa yang membuat bid’ah dalam agama, dan memandangnya sebagai sesuatu yang baik, berarti dia telah menuduh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengkhianati risalah”. (Al I’tishom 1/64-65).

– Imam Syafi’i berkata :

من استحسن فقد شرع

“Barang siapa yang menganggap baik (bid’ah), maka ia telah membuat syariat”. (Syarh Tanqih Al Fushul: 452).

• Peringatan bid’ah dari wali songo

Ketika Islam dibawa oleh wali songo ke Nusantara, mereka pun sangat khawatir kemurnian Islam ternoda oleh budaya, adat istiadat dan tradisi nenek moyang mereka yang sudah mengakar di masyarakat. Hal itu bisa kita baca dari buku ”Het Book Van Bonang” yang ditulis oleh Sunan Bonang pada abad 15 yang berisi tentang ajaran-ajaran Islam. Buku ini ada di perpustakaan Heiden Belanda, yang menjadi salah satu dokumen langka dari jaman Walisongo. Kalau tidak dibawa Belanda, mungkin dokumen yang amat penting itu sudah lenyap.

Buku tersebut telah dilakukan beberapa kajian oleh beberapa peneliti. Diantaranya thesis Dr. Bjo Schrieke tahun 1816, dan Thesis Dr. Jgh

Didalam buku tersebut ada peringatan dari sunan Mbonang kepada umat untuk selalu bersikap saling membantu dalam suasana cinta kasih, dan mencegah diri dari kesesatan dan BID’AH.

Bunyinya sebagai berikut :

“Ee..mitraningsun ! Karana sira iki apapasihana sami-saminira Islam lan mitranira kang asih ing sira lan anyegaha sira ing dalalah lan bid’ah“.

Artinya :

“Wahai saudaraku ! Karena kalian semua adalah sama-sama pemeluk Islam maka hendaklah saling mengasihi dengan saudaramu yang mengasihimu. Kalian semua hendaklah mencegah dari perbuatan sesat dan BIDA’H”.

Ternyata bid’ah bukan saja diperingatkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para Sahabat tapi juga oleh para Ulama sepanjang masa.

برك الله فيكم

https://agussantosa39.wordpress.com/category/06-syubuhat/17-sahabat-utsman-membuat-bidah/

========================