DI TINGGALKAN UMAT KARENA MENGIKUTI MANHAJ SALAF

DI TINGGALKAN UMAT KARENA MENGIKUTI MANHAJ SALAF
.
Dimusuhi dan di tinggalkan umat akan menjadi konsekuensi bagi seorang tokoh masyarakat ketika berpaling dari tradisi-tradisi yang sudah menjadi kebisa’an di masyarakat. Sebagaimana yang terjadi kepada seorang Kyai Ahmad Haiti.
.
Kyai Ahmad Haiti adalah ayah dari mantan Kapolri Badrodin Haiti yang dilantik Presiden Joko Widodo 17/4/2015.
.
Kyai Ahmad Haiti sebelumnya seorang Kyai yang mempunyai murid banyak. Tetapi karena berpaling mengikuti manhaj salaf, akhirnya beliau kemudian dijauhi santrinya dan ia pun rela menanggalkan kekyaiannya.
.
Ketika sudah mengikuti manhaj Salaf, Kyai Ahmad Haiti mengubah kebiasa’an sa’at membacakan khutbah Jumat di masjid. Kalau biasanya ia khutbah dengan membawa tongkat, sa’at itu Ahmad Haiti tidak memakai tongkat. Bahkan, ia juga tidak membaca teks khutbah berbahasa Arab, yang biasa dibaca oleh para khotib sa’at naik mimbar.
.
Kontan, cara berkhutbah Kiai Haiti yang diluar kebiasa’an itu, mendapat reaksi keras jama’ah Jumat yang memenuhi masjid Darun Najah. Sejak sa’at itu, ia tidak lagi diperkenankan menjadi khotib Jumat. Meski masih tetap shalat di masjid tersebut, ia lebih memilih menjadi makmum dan meninggalkan kebiasa’annya sebagai imam shalat, karena jama’ah sudah tidak menghendaki lagi menjadi imam. Kewibawa’annya sebagai Kiai Masjid, dengan sendirinya memudar.
.
Kiai Achmad Haiti dengan sabar dan lapang dada, menanggalkan gelar dan kehormatan yang sebelumnya disematkan kepadanya. Bahkan pada puncaknya Kiai Achmad Haiti, kembali pindah tempat tinggal, karena sudah tidak nyaman berada di lingkungan masyarakat yang berbalik memusuhinya.
.
Di tempat yang baru, di Dusun Krajan Kulon, Karang Genteng, Kiai Achmad Haiti tidak surut untuk tetap berdakwah. Justru di tempat baru ini, beliau semakin terang-terangan menyebut dirinya anggota Persyarikatan Muhammadiyah.
.
Dan untuk pertama kalinya, pada tahun 1971, beliau merintis pelaksanaan Sholat Idul Fitri di lapangan desa setempat. Sa’at pertama kali diadakan, jama’ah sholat Idul Fitri hanya 12 orang, terutama dari keluarga sendiri dan beliau yang menjadi imam sekaligus khotibnya.
.
Dari sinilah cikal bakal Muhammadiyah di Paleran berdiri. Setelah cukup lama menjadi ranting Muhammadiyah Kecamatan Bangsalsari, pada tahun 2000 lalu, Paleran yang hanya sebuah desa, bisa berdiri Cabang Muhammadiyah, hingga menjadi PCM diantara 22 PCM lainnya di kabupaten Jember.
.
Hasil rintisan dan perjuangan Kyai Ahmad Haiti, kini berdiri Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Paleran dengan berbagai amal usahanya. Diantara AUM yang berdiri berupa TK ABA, SD, SMP dan SMK Muhammadiyah, sejumlah masjid/mushalla, serta beberapa bidang tanah waqaf yang dikelola Muhammadiyah. Dan anak keduanya H. Lukman Haiti meneruskan aktifitas ayahnya aktif di Muhammadiyah Cabang Paleran.
.
Semoga Allah Ta’ala merahmati.
.
.
http://www.muhammadiyah.or.id/
.
.
____________