MAYORITAS BUKAN UKURAN KEBENARAN

MAYORITAS BUKAN UKURAN KEBENARAN
.
Banyak firqoh, aliran dan faham bermunculan di tengah-tengah kaum muslimin. Masing-masing dari setiap kelompok memiliki pengikut. Ada persepsi keliru yang di anut sebagian orang bahwa yang banyak pengikutnya berarti golongan tersebut benar, sedangkan yang sedikit pengikutnya dianggap sebagai kelompok menyimpang bahkan tidak jarang di tuduh sebagai kelompok sesat, karena menyelisihi kelompok yang banyak. Perinsip demikian sama dengan perinsip yang dianut orang-orang jahiliyah zaman dahulu.
.
Sesungguhnya orang-orang jahiliah dahulu punya anggapan bahwa yang banyak itulah yang benar, adapun yang menyelisihinya, yang jumlahnya sedikit maka itulah yang sesat.
.
Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab berkata : “Di antara prinsip jahiliyyah, mereka percaya bahwa standar kebenaran adalah jika banyak yang menganutnya. Itulah yang jadi dalil pembenaran. Sedangkan kebatilan atau sesatnya sesuatu dilihat dari keterasingan dan pengikutnya yang sedikit. Ini lawan dari prinsip yang disebutkan di awal. Padahal prinsip semacam ini bertolak belakang dengan ajaran yang disebutkan dalam Al-Quran.” (Syarh Masailil Jahiliyyah, hal. 38).
.
• Jangan Mengikuti Kebanyakan Manusia
.
Sikap mengikuti kebanyakan manusia ternyata di larang oleh Allah Ta’ala. Karena akan menyebabkan tersesat dari jalan Allah.
.
Allah Ta’ala berfirman :
.
وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ
.
“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)”. (QS. Al-An’am: 116).
.
Banyaknya jumlah manusia yang mengikuti bukan parameter sebuah kebenaran. Al-haq adalah yang berdiri diatas petunjuk Allah Ta’ala dan Rasul-Nya, bukan di ukur dengan jumlah manusia.
.
• Kebanyakan Manusia Menyimpang Dari Kebenaran
.
Kebanyakan manusia bahkan ternyata bukan pengikut kebenaran malah justru sebaliknya. Banyak ayat dalam Al-Qur’an yang menunjukkan, justru manusia kebanyakan tidak beriman, menentang para Rasul, tidak punya pengetahuan, kufur dan sesat.
.
– Kebanyakan manusia tidak beriman, Allah Ta’ala berfirman :
.
وَمَا أَكْثَرُ النَّاسِ وَلَوْ حَرَصْتَ بِمُؤْمِنِينَ
.
“Dan sebahagian besar manusia tidak akan beriman, walaupun kamu sangat menginginkannya”. (QS. Yusuf: 103).
.
– Kebanyakan manusia tidak memiliki pengetahuan, Allah Ta’ala berfirman :
.
وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
.
“Tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Al-A’raf: 187).
.
– Kebanyakan manusia fasik, Allah Ta’ala berfirman :
.
وَمَا وَجَدْنَا لِأَكْثَرِهِمْ مِنْ عَهْدٍ وَإِنْ وَجَدْنَا أَكْثَرَهُمْ لَفَاسِقِينَ
.
“Dan Kami tidak mendapati kebanyakan mereka memenuhi janji. Sesungguhnya Kami mendapati kebanyakan mereka orang-orang yang fasik.” (QS. Al A’raf: 102).
.
Dari ayat-ayat diatas ternyata kebanyakan manusia di dunia ini justru bukanlah pengikut kebenaran.
.
• Pengikut Kebenaran Jumlahnya Sedikit
.
Dan di banyak ayat kita dapati bahwa ternyata pengikut kebenaran jumlahnya sedikit.
.
– Allah Ta’ala berfirman :
.
وَمَا آَمَنَ مَعَهُ إِلَّا قَلِيلٌ
.
“Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit”. (QS. Hud: 40).
.
– Allah Ta’ala berfirman :
.
إِلاَّ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَقَلِيلٌ مَّاهُمْ
.
“Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shalih, dan amat sedikit mereka ini”. (QS. Shad : 24).
.
– Allah Ta’ala berfirman :
.
وَقَلِيلٌ مِّنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ
.
“Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih”. (QS. Saba’: 13).
.
Dan masih banyak lagi ayat-ayat yang semakna dengan itu.
.
Banyaknya jumlah manusia yang mengamalkan acara-acara atau amalan-amalan bid’ah, bagi Ahlu Sunnah tidak perlu menjadikan lemah untuk tetap tegar diatas sunnah.
.
Allah Ta’ala berfirman :
.
قُلْ لا يَسْتَوِي الْخَبِيثُ وَالطَّيِّبُ وَلَوْ أَعْجَبَكَ كَثْرَةُ الْخَبِيثِ فَاتَّقُوا اللَّهَ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
.
“Katakanlah, Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan”. (QS. Al-Maidah: 100).
.
Tidak perlu silau dan terpedaya oleh banyaknya pengikut pada kelompok tertentu yang menyimpang dari kebenaran.
.
Imam an Nawawi rahimahullah berkata : “Janganlah seorang manusia terpedaya dengan banyaknya orang-orang yang melakukan perbuatan yang dilarang melakukannya, yaitu orang-orang yang tidak mengindahkan adab-adab Islam. Ikutilah perkata’an Al-Fadhl bin Iyadh, ia berkata : “Janganlah merasa asing dengan jalan hidayah karena sedikitnya orang yang melaluinya. Dan jangan pula terpedaya dengan banyaknya orang-orang yang sesat binasa”. (Ucapan ini dinukil oleh adz Dzahabi dalam kitab Tasyabbuhil Khasis, halaman 33).
.
Dikucilkan dan terasing di tengah-tengah mayoritas ahli bid’ah, maka Ahlu Sunnah tidak perlu menjadi kecil hati, tapi justru beruntung karena mendapatkan kabar gembira dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
.
فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ
.
“Maka beruntunglah orang-orang yang terasing”.
.
.
با رك الله فيكم
.
By : Дδµ$ $@ŋţ๏$ą $๏๓ąŋţяί
.
https://agussantosa39.wordpress.com/category/04-bidah/02-memahami-bidah/
.
.
_____________________