PERPECAHAN DIANTARA UMAT ISLAM SEBAGAI UJIAN

PERPECAHAN DIANTARA UMAT ISLAM SEBAGAI UJIAN

Segala sesuatu di balik pencipta’an Allah Ta’ala pasti ada hikmahnya. Apa yang Allah Ta’ala cintai dan benci pasti mengandung hikmah yang kadang tidak dapat manusia selami.

Begitu pula dibalik perselisihan diantara umat Islam ada hikmah yang terkandung didalamnya.

رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلا

“Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia.” (Ali Imran: 191).

Hikmah terjadinya perselisihan yang sampai menimbulkan perpecahan diantara umat Islam dan berujung permusuhan adalah sebagai bentuk ujian dari Allah Ta’ala, siapa diantara hambanya yang mencari kebenaran dan siapa diantara hambanya yang mengikuti hawa napsu. Hal ini sebagaimana dikatakan Syaikh Sholeh bin Fauzan Al-Fauzan hafidzahullahu,

Beliau berkata : “Perpecahan dan perselisihan merupakan hikmah dari Allah Subhaanahu wa Ta’ala guna menguji hamba-hambaNya hingga nampaklah siapa yang mencari kebenaran dan siapa yang lebih mementingkan hawa nafsu dan sikap fanatisme. (Kitab Lumhatun ‘Anil Firaq cet. Darus Salaf hal. 23-24).

Seandainya Allah Ta’ala menghendaki umat Islam ini sebagai umat yang utuh tidak ada perselisihan dan permusuhan tentu saja Allah Ta’ala kuasa untuk menyatukannya. Sebagaimana dalam sebuah firmannya,

Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman :

وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ (١١٨) إِلا مَنْ رَحِمَ رَبُّكَ

“Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu”. (QS. Hud: 118-119).

Pada ayat yang lain Allah Ta’ala berfirman :

وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ لَجَمَعَهُمْ عَلَى ٱلْهُدَىٰ ۚ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلْجَٰهِلِينَ

“Dan kalau Allah menghendaki tentu saja Allah menjadikan mereka semua dalam petunjuk, sebab itu janganlah kamu sekali-kali termasuk orang-orang yang jahil”. (QS. Al-‘An’ am, 6 : 35).

Firman Allah Ta’ala pada surat Hud: 118 maksudnya perselisihan akan tetap ada di kalangan manusia dalam masalah agama, dan akidah mereka menjadi terbagi ke dalam berbagai mazhab dan pendapat.

Dan firman Allah Ta’ala :

إِلا مَنْ رَحِمَ رَبُّكَ

”Kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu”. (Hud: 119).

Qatadah mengatakan bahwa orang-orang yang dirahmati oleh Allah adalah ahlul jama’ah, sekalipun tempat tinggal dan kebangsa’an mereka berbeda-beda. Dan orang-orang yang ahli maksiat adalah ahli dalam perpecahan, sekalipun tempat tinggal dan kebangsa’an mereka sama.

والله أعلمُ بالصواب

Дδµ$ $@ŋţ๏$ą $๏๓ąŋţяί

https://agussantosa39.wordpress.com/category/04-bidah/02-memahami-bidah/

Silahkan bagi yang hendak membagikan semua tulisan yang ada di blog ini tanpa perlu izin, dengan syarat di sertakan linknya.

===================