PENYEBAB PERPECAHAN DIANTARA UMAT ISLAM

PENYEBAB PERPECAHAN DIANTARA UMAT ISLAM

Sangat memprihatinkan perselisihan terjadi diantara umat Islam, yang seolah-olah mereka tidak bisa dipersatukan. Padahal perpecahan diantara umat menghilangkan kekuatan dan mencerai-beraikan persatuan.

Apa yang menjadikan umat Islam terus berselisih dan berpecah-belah ?

Diantara penyebab terjadinya perpecahan diantara umat Islam adalah :

1. Memaknai Al-Qur’an tidak sesuai dengan pemahaman para Sahabat
2. Tidak meneladani para Sahabat dalam beragama
3. Bid’ah (perkara baru dalam urusan agama)

(1). MEMAKNAI AL-QUR’AN TIDAK SESUAI DENGAN PEMAHAMAN PARA SAHABAT

Penyebab pertama terjadinya perpecahan diantara umat Islam adalah karena tidak memaknai Al-Qur’an sebagaimana para sahabat fahami, mereka membuat penafsiran-penafsiran sesuai hawa nafsunya, mereka menafsirkan Al-Qur’an untuk membenarkan kesesatannya.

Dalam sebuah kisah disebutkan. Pada satu hari, Umar bin Al Khaththab Radhiyallahu ‘anhu menyendiri. Dia berkata dalam hatinya, mengapakah umat ini saling berselisih, sementara Nabi mereka satu ? Lalu ia memanggil Abdullah bin Abbas Radhiyallahu anhu. Umar bertanya kepadanya : “Mengapa umat ini saling berselisih, sementara Nabi mereka satu. Kiblat mereka juga satu dan Kitab suci mereka juga satu ?” Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu menjawab, “Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya Al-Qur’an itu diturunkan kepada kita. Kita membacanya dan mengetahui maksudnya. Lalu datanglah sejumlah kaum yang membaca Al-Qur’an, namun mereka tidak mengerti maksudnya. Maka setiap kaum punya pendapat masing-masing. Jika demikian realitanya, maka wajarlah mereka saling berselisih. Dan jika telah saling berselisih, mereka akan saling menumpahkan darah.” [kitab Al I’tisham, karya Asy Syathibi, (II/691)].

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hidup ditengah-tengah para Sahabatnya. Ketika Al-Qur’an diturunkan, kemudian disampaikan kepada para Sahabat, lalu para Sahabat mencatat dan menghafalnya, para Sahabatlah yang paling memahami makna dari Al-Qur’an yang di wahyukan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka apabila kita menghendaki beragama dengan benar hendaknya kita maknai Al-Qur’an sebagaimana yang difahami oleh para Sahabat Radhiyallahu ‘anhum.

2. TIDAK MENELADANI PARA SAHABAT DALAM BERAGAMA

Penyebab terjadinya perpecahan yang kedua yaitu, tidak menjadikan para Sahabat sebagai teladan dalam beragama. Padahal para Sahabat adalah generasi terbaik umat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

خَيْرَ أُمَّتِي قَرْنِي ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ

“Sebaik-baik umatku adalah pada masaku (para Sahabat)”. (Shahih Al-Bukhari, no. 3650).

Para Sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang-orang yang paling baik, paling selamat dan paling mengetahui dalam memahami Islam. Mereka adalah para pendahulu yang memiliki keshalihan yang tertinggi. Maka apabila ingin selamat dalam beragama hendaknya meneladani para Sahabat bukan malah menyelisihinya.

Karenanya, wajib bagi kita untuk mengikuti jalan (manhaj) yang ditempuh para Sahabat

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ

“Dan ikutilah jalan orang-orang yang kembali kepada-Ku.” (Luqman: 15).

Ibnul Qayyim rahimahullahu dalam I’lam Al-Muwaqqi’in, terkait ayat di atas menyebutkan, bahwa setiap sahabat adalah orang yang kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka wajib mengikuti jalannya, perkata’an-perkata’annya dan keyakinan-keyakinan (i’tiqad) mereka.

Oleh karena itu, merupakan keharusan bila menghendaki pemahaman dan pengamalan Islam yang benar merujuk kepada para Sahabat. Mereka adalah orang-orang yang telah mendapat keridhaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

– Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” (At-Taubah: 100).

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memerintahkan untuk mengikuti para sahabat. Berjalan di atas jalan yang mereka tempuh. Berperilaku selaras apa yang telah mereka perbuat. Menapaki manhaj (cara pandang hidup) sesuai manhaj mereka.

Sesungguhnya kesesatan dan penyimpangan dalam agama yang tumbuh subur ibarat cendawan dimusim hujan ditengah-tengah umat Islam semenjak dahulu hingga kini adalah akibat dari tidak dijadikannya para Sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai teladan dalam beragama.

Padahal Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam berwasiat supaya mengikuti sunnahnya para Sahabat yang mendapatkan bimbingan langsung dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّيْنَ الرَّاشِدِيْن

”Berpegang teguhlah kepada Sunnahku dan Sunnah Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk”. (al-Arba’in an-Nawawiyyah (no. 28).

Mengikuti pemahaman dan pengamalan para Shahabat Radhiallahu’anhum dalam beragama adalah diantara cara supaya selamat dan bisa menjauhi perpecahan diantara umat Islam.

Allah Ta’ala berfirman :

فَإِنْ آمَنُوا بِمِثْلِ مَا آمَنْتُمْ بِهِ فَقَدِ اهْتَدَوْا وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا هُمْ فِي شِقَاقٍ

“Jika mereka beriman seperti keimanan yang kalian miliki, maka sungguh mereka telah mendapat petunjuk dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam perpecahan”. (QS al-Baqarah: 137).

Ayat ini menunjukkan kewajiban mengikuti pemahaman para Shahabat Radhiallahu’anhum dalam keimanan, ibadah, akhlak dan semua perkara agama lainnya, karena inilah sebab untuk mendapatkan petunjuk dari Allah Ta’ala. Dan Allah Subhaanahu wa Ta’ala menyebutkan apabila berpaling dari mereka (para Sahabat) tidak meneladani dan mengikutinya maka akan timbul perpecahan diantara kaum muslimin akibat timbulnya banyak kelompok dan tiap-tiap kelompok memiliki paham yang berbeda. Akibat perbeda’an faham kemudian muncul perselisihan yang berujung permusuhan diantara umat Islam.

3. PERKARA YANG DIBUAT-BUAT DALAM URUSAN AGAMA (BID’AH)

Penyebab perpecahan diantara umat Islam yang ketiga yaitu, perkara baru yang dibua-buat dalam urusan agama (bid’ah).

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

وَلَا تَتَّبِعُوۡا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمۡ عَنۡ سَبِيۡلِهٖ‌ ؕ ذٰ لِكُمۡ وَصّٰٮكُمۡ بِهٖ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُوۡنَ‏

“Dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan lain karena itu akan mencerai beraikan kalian dari jalan-Nya.” (QS.Al-An’am, 153).

Mujahid rahimahullaahu ta’ala ketika menafsirkan ayat diatas (Dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan lain) berkata ; “Jalan-jalan dengan aneka macam bid’ah dan syubhat”. (Jami’ul Bayan V/88).

Setelah menyebutkan beberapa dalil-dalil bahwa bid’ah adalah pemecah belah ummat, Imam Asy-Syatibi rahimahullaahu ta’ala berkata : “Semua bukti dan dalil ini menunjukan bahwa munculnya perpecahan dan permusuhan adalah ketika munculnya kebid’ahan.” (Al- I’tisham,I/157).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullaahu ta’ala berkata : “Bid’ah itu identik dengan perpecahan, sebagaimana sunnah identik dengan persatuan.” (al-Istiqamah, I/42).

Itulah tiga penyebab perpecahan diantara umat Islam. Perpecahan diantara umat tentu saja merugikan dan melemahkan kekuatan umat Islam. Maka sudah selayaknya umat Islam sadar akan hal ini. Bukankah perpecahan diantara umat Islam dilarang oleh Allah subhanahu wa ta’ala ?

Allah Ta’ala berfirman :

واَعْتصِمُواْ بِحَبْلِ الله جَمِيْعًا وَلاَ تَفَرَّقوُا

“Berpeganglah kalian semua pada tali (agama) Allah dan janganlah kalian berpecah belah”. (Q.S. Ali Imron: 103).

با رك الله فيكم

Дδµ$ $@ŋţ๏$ą $๏๓ąŋţяί

https://agussantosa39.wordpress.com/category/04-bidah/02-memahami-bidah/

Silahkan bagi yang hendak membagikan semua tulisan yang ada di blog ini tanpa perlu izin, dengan syarat di sertakan linknya.

___________________