SEGALANYA SUDAH DIAJARKAN NABI

SEGALANYA SUDAH DIAJARKAN NABI
.
Oleh : Ikhwan pecinta meong.
.
Ahli bid’ah sering kali beralasan bahwa amalan-amalan bid’ah yang mereka lakukan mengandung kebaikan.
.
“Tahlilan kan baik”, “merayakan Maulid Nabi kan baik”, “salam-salaman setelah shalat kan baik”. Kata-kata semisal itulah yang biasa mereka ungkapkan.
.
Tentu saja mereka merasa baik dengan amalan-amalan bid’ah mereka, dan tidak akan pernah kita temukan di dunia ini, orang atau kelompok menyimpang dan sesat yang secara sadar mereka merasa di atas kesesatan. Tentunya mereka merasa benar dan memandang baik kesesatannya.
.
Dan anggapan baik itulah yang menjadikan ahli bid’ah sangat bersemangat melakukan kebid’ahannya sehingga menjadikan mereka sangat sulit diperingatkan.
.
Mengangpap baik perkara yang sesat itulah ciri utama dari orang-orang sesat, sebagaimana Fir’aun menganggap baik dirinya, padahal dia di atas kesesatan. Ucapapan Fir’aun Allah Ta’ala abadikan dalam Al-Qur’an.
.
Fir’aun berkata,
.

مَا أُرِيكُمْ إِلَّا مَا أَرَىٰ وَمَا أَهْدِيكُمْ إِلَّا سَبِيلَ الرَّشَادِ

.
“Aku tidak mengemukakan kepadamu, melainkan apa yang aku pandang baik, dan aku tidak menunjukkan kepadamu selain jalan yang benar”. (QS. Ghafir, 29).
.
Apabila kita benar-benar mengharapkan kebaikan dari ibadah-ibadah yang kita lakukan, sesungguhnya yang disampaikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada umatnya sudah cukup. Sehingga kita tidak membutuhkan lagi cara-cara baru atau tidak perlu lagi membuat-buat perkara baru dalam urusan ibadah yang tidak diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena segalanya sudah disampaikan.
.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
.

مَا بَقِيَ شَيْءٌ يُقَرِّبُ مِنَ الْجَنَّةِ وَيُبَاعِدُ مِنَ النَّارِ إِلاَّ وَ قَدْ بُيِّنَ لَكُمْ

.
“Tidaklah tertinggal sesuatu pun yang mendekatkan ke Surga dan menjauhkan dari Neraka melainkan telah dijelaskan semuanya kepada kalian”. (Hr. At-Thabrani dalam Mu’jamul Kabir, II/155-156 no. 1647 dan Ibnu Hibban, no. 65).
.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
.

مَا تَرَكْتُ شَيْئًَا مِمَّا أَمَرَكُمُ اللهُ بِهِ إِلاَّ وَقَدْ أَمَرْتُكُمْ بِهِ، وَلاَ تَرَكْتُ شَيْـئًا مِمَّا نَـهَاكُمُ اللهُ عَنْهُ إِلاَّ وَقَدْ نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ

.
“Tidaklah aku tinggalkan sesuatu pun dari perintah-perintah Allah kepada kalian, melainkan telah aku perintahkan kepada kalian. Begitu pula tidaklah aku tinggalkan sesuatu pun dari larangan-larangan Allah kepada kalian melainkan telah aku larang kalian darinya”. (Riwayat Imam asy-Syafi’i dalam kitab ar-Risalah, hal. 87-93 no. 289).
.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
.

إِنَّمَا أَنَا لَكُمْ بِمَنْزِلَةِ الْوَالِدِ أُعَلِّمُكُمْ

.
“Sesungguhnya kedudukanku terhadap kalian seperti kedudukan seorang ayah, aku telah mengajari kalian semua”. (Hr. Abu Dawud, no. 8).
.
Semua hadits Nabi di atas sangat jelas menerangkan kepada kita, bahwa segala perkara yang akan menjadikan kita mendapatkan pahala atau sebaliknya mendapatkan siksa sudah diajarkan semuanya.
.
Sungguh para Nabi yang telah diutus Allah Ta’ala kepada manusia, masing-masing telah menyampaikan risalah Allah Ta’ala secara sempurna supaya umatnya tidak menyimpang dan tersesat dari jalan yang benar.
.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
.

إنَّهُ لَمْ يَكُن نَبِيٌّ قَبْلِي إلاَّ كَانَ حَقًّا عَلَيْهِ أَنْ يَدُلَّ أُمَّتَهُ عَلَى خَيْرِ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ وَيُنْذِرَهُمْ شَرَّ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ

.
“Sungguh tidak ada satupun Nabi sebelumku, melainkan ia pasti menunjukkan (mengajarkan) kepada umatnya segala bentuk kebaikan yang ia ketahui, dan memperingatkan umatnya dari segala macam keburukan yang ia ketahui”. (Shahih Muslim: 1844).
.
Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (hadits) di atas menjelaskan kepada umatnya, bahwa segala macam ajaran yang baik, juga segala peringatan supaya umatnya tidak tersesat sudah diajarkan semuanya.
.
Maka apabila kita faham dengan maksud dari Sabda-sabda Nabi di atas, tidaklah seharusnya kita membuat-buat lagi cara-cara baru dalam urusan agama untuk mendapatkan kebaikan (pahala) yang menjadikan manusia dapat masuk ke dalam Surga.
.
Sabda-sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas, sepertinya tidak dipahami oleh mereka yang gemar mengerjakan amalan-amalan bid’ah. Sehingga mereka mengamalkan ajaran-ajaran yang tidak pernah diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
.
Seandainya ahli bid’ah paham dengan hadits Nabi di atas, maka seharusnya mereka tidak perlu lagi membuat-buat bid’ah yang akan menjadikan mereka tersesat dan mendapatkan adzab Allah Ta’ala di akhirat nanti.
.
Lalu untuk apa mereka berbuat bid’ah, padahal segala yang baik sudah diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ?
.
APAKAH AHLI BID’AH SUDAH MENGAMALKAN SEGALA BENTUK KEBAIKAN YANG DIAJARKAN NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM SEMUANYA, DAN MERASA MASIH KURANG ?
.
Sehingga mereka harus membuat-buat lagi ajaran-ajaran baru atau amalan-amalan baru yang tidak di contohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
.
با رك الله فيكم
.
.
Penulis : Дδµ$ $@ŋţ๏$ą $๏Mąŋţяί
.
.
Silakan kunjungi pembahasan yang terkait disini,
.
– Bid’ah hasanah yang di maksud Imam Syafi’i silahkan baca di sini : https://agussantosa39.wordpress.com/category/11-bidah-hasanah/01-bidah-hasanah-yang-di-maksud-imam-syafii/
.
– Bid’ah hasanah yang di maksud Umar bin Khatab silahkan baca di sini : https://agussantosa39.wordpress.com/category/11-bidah-hasanah/02-memahami-perkataan-umar-bin-khatab/
.
.
___________

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s