KEWAJIBAN SALING MENASIHATI

KEWAJIBAN SALING MENASIHATI
.
Oleh: Ikhwan pecinta meong
.
Memberi nasihat kepada sesama, terlebih lagi terhadap saudaranya sesama muslim adalah bentuk kecinta’an dan kepedulian, disamping karena memang diperintahkan dalam Islam.
.
Allah Ta’ala berfirman :
.
وَالْعَصْرِ (١) إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (٢) إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (٣)
.
“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasihat menasihati supaya menta’ati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran”. (QS. Al-‘Ashr: l-3).
.
Menasihati orang lain tidaklah mudah, karena ada sebagian orang yang sulit untuk menerima nasihat, bahkan sesak dadanya ketika di nasihati. Semakin sulit untuk menerima nasihat apabila orang yang menasihatinya di pandang tidak lebih baik atau tidak lebih pintar dari dirinya. Atau yang di nasihati merasa lebih tinggi status sosialnya atau status ekonominya, atau dirinya merasa benar.
.
Memberi nasihat harus ikhlas semata-mata karena Allah Ta’ala juga harus sabar dan bijaksana, karena terkadang orang yang diberi nasihat malah menunjukkan rasa tidak suka, sinis bahkan mencibir seakan-akan dirinya sedang di salahkan atau di musuhi.
.
❁ Nasihat adalah pokok dalam ajaran Islam
.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjadikan nasihat sebagai pokok ajaran agama.
.
Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Agama itu adalah nasihat”. Kami berkata, “Kepada siapa wahai Rasulullah ?” Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Bagi Allah, bagi kitab-Nya, bagi Rasul-Nya, dan para imam kaum Muslimin serta segenap kaum Muslimin”. (HR. Muslim (no. 55).
.
❁ Memberi nasihat bukan berarti lebih baik
.
Imam Hasan Basri Rahimahullaah berkata : “Wahai manusia sesungguhnya aku tengah menasihati kalian dan bukan berarti aku orang yang terbaik diantara kalian, bukan pula orang yang paling shaleh diantara kalian. Sungguh aku pun telah banyak melampaui batas terhadap diriku aku tak sanggup mengekangnya dengan sempurna, tidak pula membencinya sesuai dengan kewajiban dalam menta’ati Rabbnya. Andai kata orang muslim tidak memberi nasihat kepada saudaranya kecuali setelah dirinya menjadi orang sempurna niscaya tidak akan ada pemberi nasihat. Akan menjadi sedikit jumlah orang yang mau memberi peringatan dan tidak akan ada orang yang berdakwah di jalan Allah ‘azza wa jalla tidak akan ada yang mengajak untuk ta’at kepada-Nya, tidak akan ada pula yang melarang dari perbuatan maksiat kepada-Nya, . .”
.
❁ Manusia tidak luput dari salah dan dosa.
.
Sesungguhnya manusia tidak akan luput dari salah dan dosa, tidak terkecuali para Ulama, bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sekalipun sering kali mendapatkan teguran dari Allah Ta’ala karena melakukan kesalahan.
.
Teguran Allah Ta’ala kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam salah satunya bisa kita lihat di dalam surah Ali-Imran ayat 128.
.
Allah ta’ala menegur Rasulullah :
.
لَيْسَ لَكَ مِنَ الْأَمْرِ شَيْءٌ أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ أَوْ يُعَذِّبَهُمْ فَإِنَّهُمْ ظَالِمُونَ
.
”Tidak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu atau Allah menerima taubat mereka, atau mengadzab mereka karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang dzalim”. (QS. Ali-Imran: 128).
.
Imam Bukhari meriwayatkan daripada Humaid bin Tsabit daripada Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,
.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terluka di kepalanya semasa perang Uhud, maka beliau berkata, ‘Bagaimana akan beruntung kepada kaum yang melukai Nabi mereka ?’. Maka turunlah ayat “Tak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka”.
.
Teguran Allah ta’ala kepada Rasulullah lainnya bisa kita lihat di surah ‘Abasa ayat 1-10, surah al-Tahrim ayat 1, surah at-Taubah ayat 84, surah at-Taubah ayat 43, surah ali-Imran ayat 128, dan surah al-Anfal ayat 67.
.
Kalau Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saja bisa melakukan kesalahan lalu bagaimana dengan manusia biasa seperti para Ulama atau bahkan kita ?
.
Karena manusia siapapun dia bisa berpotensi melakukan kesalahan, maka tidak sepantasnya kita antipati kepada orang yang memberi nasihat kepada kita, namun semestinya kita menyikapinya dengan kerendahan hati dan lapang dada, apabila nasihatnya di sampaikan dengan cara yang baik dan benar.
.
.
با رك الله فيكم
.
Penulis : Дδµ$ $@ŋţ๏$ą $๏๓ąŋţяί.
.
https://agussantosa39.wordpress.com/category/01-islam-dakwah-tauhid/01-islam–sudah-sempurna
.
.
____________

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s