ADA JIN DAN SETAN, INI MENUNJUKKAN KATA KULLU TIDAK BERARTI SEMUA

ADA JIN DAN SETAN, INI MENUNJUKKAN KATA KULLU TIDAK BERARTI SEMUA

Para pengikut hawa nafsu dalam memaknai Al-Qur’an ataupun hadits, mereka maknai sesuka hati, dengan tujuan untuk membela dan membenarkan amalan-amalan batilnya.

Berikut ini dari sekian banyak tafsiran mereka yang menyimpang,

Allah Ta’ala berfirman :

وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ

”Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup”. (Q.S Al-Anbiya: 30).

Para pembela bid’ah hasanah mengatakan lafadz ”KULLU” pada ayat tersebut tidak menunjukkan arti SEMUA tapi SEBAGIAN, buktinya ada jin dan setan yang diciptakan bukan dari air tapi dari api.

Penjelasan :

Ayat tersebut menerangkan tentang air sebagai sumber kehidupan bagi SEGALA SESUATU yang hidup DI BUMI.

Untuk mengetahui bahwa ayat diatas sedang menerangkan kehidupan DI BUMI, perhatikan ayat selanjutnya !

وَجَعَلْنَا فِي الأرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِهِمْ وَجَعَلْنَا فِيهَا فِجَاجًا سُبُلا لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ

“Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka, dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk”. (QS al Anbiyya : 31).

Perhatikan Tafsir Jalalen berikut ini,

”Dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup”. Maksudnya airlah yang menjadi penyebab bagi seluruh kehidupan baik manusia, hewan, maupun tumbuh-tumbuhan”. [Imam Jalaluddin Al-Mahalli dan Imam Jalaluddin As-Suyuti, Terjemahan Tafsir Jalalain Berikut Asbabun Nuzul Jilid 2, (Bandung: Sinar Baru Algensindo), 2008, hlm. 126-127].

Qatadah mengatakan: “Kami menciptakan setiap yang tumbuh dari air”. Maka setiap yang tumbuh itu ialah hewan dan tumbuhan. Sebagian kaum cendekia dewasa kini berpendapat bahwa setiap hewan pada mulanya diciptakan di laut. Maka seluruh jenis burung, binatang melata dan binatang darat itu berasal dari laut. Kemudian setelah melalui masa yang sangat panjang, hewan-hewan itu mempunyai karakter sebagai hewan darat, dan menjadi berjenis-jenis. Untuk membuktikan hal itu, mereka mempunyai banyak bukti.

Makna “KULLA” pada ayat 30 surat Al-Anbiya tersebut artinya adalah : “SEGALA / SETIAP / SEMUA” bukan ”SEBAGIAN”. Sebagaimana para pembela bid’ah maknai. Dan memang faktanya semua yang hidup dimuka bumi bergantung kepada air.

Fahami !

Ayat tersebut sedang membicarakan kehidupan makhluk nyata yang hidup dibumi, dan tentu saja setan dan jin tidak termasuk kedalam ayat tersebut, walaupun mereka ada di bumi. Dan mereka makhluk ghaib bukan makhluk nyata yang hidup di bumi. Jin dan setan bukan penghuni bumi tapi penghuni alam gaib.

Jadi lafadz ”KULLA” pada ayat tersebut mengandung makna SEMUA / SEGALA, dan tidak ada Ulama ahli tafsir yang menafsirkan lafadz kullu tersebut berarti sebagian. Kalau ada silahkan tunjukkan nama Ulama dan Kitabnya !

والله أعلمُ بالـصـواب

Agus Santosa Somantri

============

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s