HP, KOMPUTER, FACEBOOK, MOBIL, PESAWAT BERARTI BID’AH ?

HP, KOMPUTER, FACEBOOK, MOBIL, PESAWAT BERARTI BID’AH ?

Sering kali kita mendengar ucapan atau membaca komentar seperti ini : “Dakwah di facebook berarti bid’ah dong, di jaman Nabi kan tidak ada facebook” ?

Sangatlah keliru apabila berbagai kemajuan teknologi sa’at ini, seperti : mobil, speker, komputer, hp, internet, pesawat, mobil dll dianggap sebagai BID’AH.

Di antara mereka mengatakan : “Kalau memang bid’ah itu terlarang, kita seharusnya memakai unta saja sebagaimana di zaman Nabi”.

Ucapan seperti itu tidaklah keluar kecuali dari lisan orang-orang yang tidak faham tentang BID’AH.

Perlu di ketahui bahwa mobil, pesawat, internet, hp, tv, radio, speker itu semua adalah urusan DUNIA. Masalah urusan dunia Rosululloh menyerahkan kepada Umatnya selama tidak melanggar syariat.

Kita perhatikan riwayat berikut ini :

Ketika para sahabat hendak melakukan penyerbukan silang pada kurma yang merupakan perkara duniawi, Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda : “Apabila itu adalah perkara dunia, kalian tentu lebih mengetahuinya. Namun, apabila itu adalah perkara agama, maka kembalikanlah ke padaku”. (HR.Ahmad.)

Dari riwayat diatas bisa kita fahami, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam diutus untuk memberi petunjuk kepada umatnya dalam perkara IBADAH. Adapun urusan DUNIAWI kita boleh berkreasi dan melakukan apa saja selama tidak melanggar syari’at.

• BID’AH YANG DILARANG

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ;

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

“Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-baik perkata’an adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan (bid’ah) dan setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. Muslim no. 867).

Dalam riwayat An Nasa’i dikatakan,

وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِى النَّارِ

“Setiap kesesatan tempatnya di neraka.” (HR. An Nasa’i, 1578).

Bid’ah yang dilarang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah berbuat bid’ah dalam urusan AGAMA.

Darimana kita bisa mengetahui bahwa bid’ah yang dilarang Rasulullah adalah bid’ah dalam urusan agama ?

Kita perhatikan hadist hadist berikut ini :

من احدث في امرنا هد ما ليس منه فهو رد

“Man ahdasa fii amrinaa hadzaa maa laesa minhu fahua roddun”.

Artinya :

“Barang siapa membuat suatu perkara baru dalam urusan kami ini (agama / ibadah) yang tidak ada asalnya (tidak Rosululloh lakukan / perintahkan), maka perkara tersebut tertolak”. (HR.Bukhari no.20).

Dari Thahir As-Shilfi dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah sallalloohu alaihi wasallam bersabda : “Ajarkan orang-orang tentang sunnahku walaupun mereka membencinya, dan bila kamu suka janganlah berhenti walau sekejap matapun di tengah jalan hingga kamu masuk ke dalamnya serta Falaa tahditsu fii diinillah hadatsan bi ro’yika (Janganlah membuat perkara baru dalam diinullah (agama Allah) menurut pendapatmu sendiri)”. (H.R.Imam Asy-Syatibi dalam I’tisham:50).

Perhatikan Kalimat íni :

فلا تحدث في دين الله حدثا برأيك

“Janganlah membuat perkara baru dalam diinullah (agama Allah), menurut pendapatmu sendiri”.

Apabila kita memperhatikan hadis-hadist tersebut, maka kita akan mendapatkan penjelasan dari lisan Rasulullah, bahwa yang di maksud jangan berbuat bid’ah itu adalah bid’ah dalam urusan AGAMA / fii diinillah (agama Allah) atau urusan IBADAH bukan urusan DUNIA.

Urusan DUNIAWI ataupun urusan IBADAH, para Ulama membuat kaidahnya yang berbeda.

Berikut qa’idah-qa’idahnya :

– QA’IDAH URUSAN DUNIA :

الاصل في العاده حلال حتي يقوم الدليل علي النهي

Artinya :

“Asalnya urusan dunia halal (boleh) kecuali ada dalil yng melarangnya”.

– QA’IDAH URUSAN IBADAH :

الاصل في العباده بطلان حتي يقوم الدليل علي الامر

Artinya :

“Asalnya urusan Ibadah batal / tidak sah kecuali ada dalil yang memerintahkannya”

Kaidah-kaidah di atas perlu di pahami, sehingga tidak rancu dalam memahami bidah.

* * * * * * * * * * * *

Tambahan

Perlu kita ketahui bahwa aktifitas dalam hidup kita terbagi menjadi dua bagian,

– Pertama, Urusan IBADAH.

Contohnya : Syahadat, shalat, puasa, zakat, haji, dzikir, berdo’a dll.

– Ke dua, Urusan DUNIA.

Contohnya : Makan, minum, naik kendara’an, nonton televisi, menggunakan internet, facebook, komputer, berolahraga, dll.

Walaupun urusan dunia, misalnya mencari nafkah, berolah raga, facebookan, tapi kita akan mendapatkan pahala dan bernilai ibadah dimata Allah, apabila yang kita lakukan untuk mencari ridho Allah. Untuk kemaslahatan diri, keluarga dan Umat.

Sayyidina Ali bin Abi Tholib berkata :

حيتنا كلها عباده

“Hidup kita seluruhnya ibadah”.

Tapi sebaliknya, urusan ibadah seperti shalat, dzikir, puasa dll, tidak akan berpahala, apabila niatnya tidak ikhlas karena Allah.

Sebagaimana dalam sebuah hadits disebutkan :

عن أمير المؤمنين أبي حفص عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول ” إنما الأعمال بالنيات , وإنما لكل امرئ ما نوى , فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله فهجرته إلى الله ورسوله , ومن كانت هجرته إلى دنيا يصيبها و امرأة ينكحها فهجرته إلى ما هاجر إليه “- متفق عليه –

Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh, Umar bin Al-Khathab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya . . .”. (Muttafaq ‘alaihi).

Wallohu ‘alamu bishowab . . Semoga bisa di fahami.

Agus Santosa Somantri

https://agussantosa39.wordpress.com/category/1-bidah/%e2%80%a2-memahami-bidah/

__________________

Iklan

One response to “HP, KOMPUTER, FACEBOOK, MOBIL, PESAWAT BERARTI BID’AH ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s